Lompat ke isi

Tuhan

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Tuhan merupakan konsep dalam agama mengenai suatu hal yang memiliki kekuasaan tertinggi dan pencipta alam semesta sehingga layak untuk disembah.

Keberadaan[sunting]

  • "Tuhan ada karena kita ada. Kau bisa menyebutnya dengan nama apa pun, tapi tak diragukan bahwa kehidupan superior yang menciptakan kita memang ada. Dan kau bisa menyebut sumber lehidupan ini Tuhan, atau memberinya nama lain apa pun."
  • "Tuhan itu ada. Kita tidak boleh membuktikannya, menyangkal Tuhan adalah gila. Tuhan tinggal dalam nuraniku, dalam nurani seluruh kemanusiaan, dalam seluruh semesta, dan kita bicara dengan Tuhan dalam momen kesedihan serta kegembiraan yang terpenting."
  • "Tuhan hanya ada bagi mereka yang mencarinya. Mulailah mencari: kau akan mendapati-Nya dalam dirimu dan mendapati dirimu di dalam-Nya. Mencari Tuhan itu seperti menebarkan jala di air. Saat kau menarik jala, rasanya berat dan penuh air, tapi saat kau menariknya, tak ada apa-apa di dalamnya. Saat kau mencari Tuhan dengan kecerdasan dan tindakanmu, Tuhan ada dalam dirimu, dan segera setelah kau memutuskan bahwa kau telah menemukan Tuhan, serta berhenti dan menjadi puas, kau pun kehilangan Dia."

Definisi[sunting]

  • "Tuhan adalah keberadaan tanpa batas yang hanya menerima kebenaran."
  • "Ada dua cara untuk memahami Tuhan: secara intelektual atau spiiritual, berdasarkan iman dan moralitas. Pemahaman intelektual akan Tuhan tidak cukup kokoh dan bisa menjadi kesalahan berbahaya; pemahaman spiritual akan Tuhan membutuhkan tindakan moral. Keyakinan ini bersifat natural dan supranatural."
  • "Tak seorang pun bisa berkata bahwa ia tahu apa yang terjadi setelah kehidupan. Keyakinan kita bukan didasarkan pada bukti logis, melainkan bukti moral, dan karenanya aku tidak bisa berkata Tuhan ada dan aku abadi, tapi aku bisa berkata bahwa Tuhan ada dan bahwa diriku tak abadi. Ini berarti imanku akan Tuhan begitu terkait erat dengan sifat alamiku bahwa keyakinan ini tidak bisa dipisahkan dariku."
  • "Semua negara di dunia memberi nama pada dan menghormati Tuhan. Orang berbeda memberi-Nya nama berbeda, dan mengenakan pakaian berbeda pada-Nya. Tapi hanya ada satu Tuhan di balik semua perwujudan berbeda ini."

Perumpamaan[sunting]

  • Ketika kita mengatakan Tuhan adalah roh, kita tahu apa yang kita maksud, seperti yang kita lakukan ketika kita mengatakan bahwa piramida Mesir adalah materi. Marilah kita puas, oleh karena itu, untuk mempercayai dia sebagai roh, yaitu esensi yang tidak kita ketahui, di mana pada awalnya dan harus ada semua energi, semua kekuatan, semua kapasitas, semua aktivitas, semua kebijaksanaan, semua kebaikan.
    • Dikemukakan oleh Douglas Adams dalam The Hitchhiker's Guide to the Galaxy (1979), Bab 6.

Pemahaman[sunting]

  • "Siapa yang mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhannya."
    • Diucapkan oleh Muhammad.
    • Dikutip dari Nouraahaliza (2012) Seri Menemukan Makna: Kehidupan. Makassar: Penerbit Shofia. Hlm. 17.
  • "Bukan urusan saya untuk memikirkan diri saya sendiri. Urusan saya adalah untuk memikirkan Tuhan. Dan, urusan-Nyalah untuk memikirkan saya.
    • Dikemukakan oleh Simone Weil.
    • Dikutip dari Nouraahaliza (2012) Seri Menemukan Makna: Kehidupan. Makassar: Penerbit Shofia. Hlm. 17.
  • "Semua yang tertulis tentang Tuhan, dan semua yang orang katakan tentang Dia, masih jauh dari keseluruhan. Hal-hal tertentu, yang bisa dipahami semua orang tentang Tuhan, tak pernah bisa diekspresikan––hal-hal yang penting bagi setiap orang, dan hal-hal yang menimbulkan cinta akan Tuhan."

Kedekatan atas-Nya[sunting]

  • "Saat seorang penjelajah memulai perjalanan di jalan yang sepertinya berada di bawah ancaman perampok, ia tidak pergi sendiri, Ia menunggu teman, seseorang untuk menadampinginya, lalu mengikuti orang itu supaya terlindung dari perampok. Orang bijak menjalani kehidupan dengan cara yang sama. Namun, ada begitu banyak masalah di dunia ini. Bagaimana kita bisa menaanggung semuanya? Teman atau pendamping macam apa yang akan kita temukan dalam perjalanan, supaya kita bisa melalui kehiudpan tanpa rasa takut? Di mana kita harus berpaling? Hanya ada satu jawaban, hanya ada satu teman sejati. Yaitu Tuhan. Kalau kau mengikuti Tuhan ke mana pun, kau akan tetap terhindar dari masalah. Mengikuti Tuhan berarti menginginkan apa yang Ia inginkan, dan tidak menginginkan apa yang tidak Ia inginkan. Bagaimana mencapainya? Kau harus memahami dan mengikuti hukum-Nya."
  • "Mari kita berpikir tentang Tuhan, mengingat-Nya, dan bicara dengan-Nya sesering yang kita bisa."
  • "Kerajaan Tuhan di dunia adalah tujuan final dan hasrat umat manusia."
  • "Kalau minta bantuan dari Tuhan, kau akan belajar cara menemukan-Nya dalam dirimu sendiri. Ia tidak mengubah kita, tapi kita mengubah diri kita dengan mendekat pada-Nya. Semua meminta dari-Nya, seolah-olah Ia bisa menolong kita, tapi pada akhirnya kita memberikan segala sesuatunya kepada diri sendiri."
  • "Tuhan dekat dengan kita, ia bersama kita. Jiwa Ilahi ada di dalam kita. Kalau tidak begitu, kekuatan untuk menjadi baik ada di luar jangkauan kita. Orang tidak bisa mnejadi baik tanpa Tuhan."

Kecintaan atas-Nya[sunting]

Pelayanan[sunting]

  • "Orang hanya bisa menyenangkan Tuhan dengan tindakan yang sesuai dengan keinginan Tuhan dalam kehidupannya. Kalau orang yang di permukaan terlihat setia tapi ternyata tidak baik, jelas, serta rendah hati dalam kehidupannya, ia menunjukkan dusta besar, ia melayani Tuhan secara palsu."
  • "Saat berada pada situasi sulit, saya minta Tuhan membantu saya. Namun, kewajiban sayalah untuk melayani Tuhan, dan bukan kewajiban-Nya untuk melayani saya. Segera setelah mengingatnya, beban saya menjadi ringan."

Kehendak-Nya[sunting]

  • "Tuhan berbuat yang terbaik bagi alam semesta."
    • Dikemukakan oleh Gottfried Wilhelm Von Leibniz.
    • Sumber kutipan: Yuana, Kumara Ari (2010). The Greatest Philosophers: 100 Tokoh FIlsuf Barat dari Abad 6 SM - Abad 21 yang Menginspirasi Dunia Bisnis. Yogyakarta: Penerbit ANDI. Hlm. 164

Pengetahuan-Nya[sunting]

Pemberian-Nya[sunting]

  • "Jika Anda bertanya rahasia sukses saya, saya akan menjawab bahwa rahasia sukses saya adalah karena saya memahami bahwa ada kekuatan yang lebih besar daripada saya, yang mengatur hidup saya. Jika Anda dapat bertahan cukup panjang dalam semua usaha Anda, pada waktu-waktu yang menyenangkan, pada waktu-waktu yang sulit, hubungkan diri Anda kepada kekuatan itu, saya menyebutnya 'Tuhan', Anda bisa menyebutnya dengan istilah apa saja: Sang pendorong, alam semesta, Allah, Sang kekuatan."
    • Dikemukakan oleh Oprah Gail Winfrey.
    • Dikutip dari Nouraahaliza (2012) Seri Menemukan Makna: Kehidupan. Makassar: Penerbit Shofia. Hlm. 35.