Lompat ke isi

Epictetus

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Epictetus.

Epictetus (55–135 M) adalah seorang filsuf Yunani yang beraliran Stoikisme.

Tentang kebahagiaan[sunting]

  • "Berilah setidaknya setengah energimu untuk membuatmu terbebas dari harapan kosong, dan segera saja kau akan lihat bahwa dengan melakukannya kau akan menerima pemenuhan serta kebahagiaan yang jauh lebih besar."

Tentang orang bijak[sunting]

  • "Kalau kau melempar kacang dan kue ke jalan, kau akan melihat anak-anak kecil datang, memungutnya, serta mulai berkelahi memperebutkannya. Orang dewasa tidak akan berkelahi karena hal seperti itu. Dan bahkan anak kecil tidak akan memungut kulit kacang yang kosong. Bagi orang bijak, kekayaan, kejayaan, dan penghargaan dunia ini seperti permen atau kacang di jalan. Biarkan anak-anak memungut serta memperebutkannya. Biarkan mereka mencium tangan orang kaya, penguasa dan pembantunya. Bagi orang bijak, semua itu hanya kulit kacang yang kosong."

Tentang Tuhan[sunting]

  • "Saat seorang penjelajah memulai perjalanan di jalan yang sepertinya berada di bawah ancaman perampok, ia tidak pergi sendiri, Ia menunggu teman, seseorang untuk menadampinginya, lalu mengikuti orang itu supaya terlindung dari perampok. Orang bijak menjalani kehidupan dengan cara yang sama. Namun, ada begitu banyak masalah di dunia ini. Bagaimana kita bisa menaanggung semuanya? Teman atau pendamping macam apa yang akan kita temukan dalam perjalanan, supaya kita bisa melalui kehiudpan tanpa rasa takut? Di mana kita harus berpaling? Hanya ada satu jawaban, hanya ada satu teman sejati. Yaitu Tuhan. Kalau kau mengikuti Tuhan ke mana pun, kau akan tetap terhindar dari masalah. Mengikuti Tuhan berarti menginginkan apa yang Ia inginkan, dan tidak menginginkan apa yang tidak Ia inginkan. Bagaimana mencapainya? Kau harus memahami dan mengikuti hukum-Nya."
  • "Mari kita berpikir tentang Tuhan, mengingat-Nya, dan bicara dengan-Nya sesering yang kita bisa."

Tentang kebenaran[sunting]

Tentang diri sendiri[sunting]

  • "Cobalah pahami dan ingat bahwa orang selalu berusaha melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri. Kalau ia benar saat melakukan yang terbaik bagi dirinya, itu bagus. Tapi kalau ia salah, itu buruk, karena penderitaan akan datang setelah kesalahan itu. Kalau kau mengingatnya maka kau tak akan marah pada siapa pun, kau tak akan merasa tidak setuju pada siapa pun, dan kau tidak akan menjadi musuh bagi siapa pun."
  • "Oh Tuhan, sementara aku berada di dunia ini, aku ingin menjadi siapa diriku."
  • "Pertama-tama katakan pada dirimu: Engkau akan menjadi apa, kemudian lakukan apa yang harus kamu lakukan. Pada akhirnya semua tergantung padamu!
    • Sumber: Ibrahim, Marwah Daud (2003) Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan. Jakarta: MHMMD Production. Hlm. 16. ISBN 979-97460-0-0.

Tentang jiwa[sunting]

  • "Apakah kau pikir orang bisa merusak jiwamu? Lalu, kenapa kau merasa begitu malu? Aku menertawakan mereka yang mengira bisa merusakku. Mereka tidak tahu siapa aku, mereka tidak tahu apa yang kupikirkan, mereka bahkan tidak bisa menyentuh hall-hal yang benar-benar menjadi milikku dan dengannya aku hidup."
  • "Semua orang tahu bahwa kebiasaan kita menjadi makin baik dan diperkuat lewat latihan. Untuk bisa menjadi pejalan yang baik, kau perlu berjalan. Untuk bisa menjadi pelari yang kuat, kau perlu berlari secara teratur. Untuk bisa menjadi pembaca yang saksama, kau perlu membaca sebanyak mungkin. Hal sama berlaku bagi jiwamu: kalau kau marah, kau harus tahu bahwa kau tidak hanya menunjukkan kejahatan, tapi juga menciptakan kebiasaan jahat dan meningkatkan potensi kejahatan lebih lanjut."

Tentang kebebasan[sunting]

  • "Mereka bilang kebaikan tertinggi adalah kebebasan, Dan kalau kebebasan adalah kebaikan, lalu bagaimana seseorang yang bebas bisa tidak bahagia? Kalau melihat orang yang tidak bahagia, kau harus tahu bahwa ia bukanlah orang yang bebas, ia adalah budak sesuatu. Supaya bisa benar-benar bebas, kau harus siap memberi Tuhan segala sesuatu yang telah kau terima dari-Nya. Kau harus siap menyatukan keinginanmu dengan keinginan Tuhan.

Tentang harga diri[sunting]

  • "Aku tidak berduka saat seseorang meninggal, saat ia kehilangan uang, rumah, atau semua kekayaannya, segala sesuatu yang bisa menjadi milik seseorang. Namun, sungguh sangat menyedihkan saat seseorang kehilangan harta terbesarnya, harga diri sebagai manusia."

Tentang kejadian[sunting]

Tentang hari nurani[sunting]

Komentar tentang dirinya[sunting]

  • "Saya harus menciptakan lingkungan bacaan bagi diri sendiri: Epictetus, Marcus Aurelius, Laozi, Buddha, Pascal, Perjanjian Baru. Ini juga berfaedah bagi semua orang."
  • "Saya tahu berkomunikasi dengan para pemikir besar seperti Sokrates, Epictetus, Arnold, Parker... memberi seseorang kekuatan mental, ketenangan dan kebahagiaan besar. Mereka memberi tahu kita apa yang penting bagi kemanusiaan, makna kehidupan, dan nilai moral. Saya juga ingin menciptakan buku yang memungkinkan saya memberitahu seseorang tentang kehidupannya, juga tentang cara hidup yang baik."

Komentar tentang orang lain[sunting]

  • "Diogenes berkata. "Orang bijak menjadi bebas saat ia siap mati kapan pun." Ia menulis ke raja Persia, "Kau tak bisa memperbudak orang yang benar-benar bebas, seperti halnya kau tidak bisa memperbudak ikan. Kau mungkin menangkapnya, tapi kau tidak bisa memaksanya melayanimu. Ikan lebih memiiih mati daripada menjadi tawanan. Jadi, apa keuntungan menawannya."" Ini ucapan orang yang benar-benar bebas, orang yang mengenali kebebasannya sendiri."

Pranala luar[sunting]

Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z