Agama
Tampilan
Agama merupakan sistem kepercayaan kepada Tuhan disertai dengan tata cara penyembahan kepada Tuhan tersebut.
Tentang tujuan
[sunting | sunting sumber]- ‘‘The first and most important aim of religion is to believe in God, to honour him and to invite all men and women to believe that this universe depends on a God who governs it.’’[1]
- Artinya: ‘‘Tujuan pertama dan terpenting dari agama adalah untuk percaya kepada Tuhan, untuk menghormati-Nya, dan untuk mengajak semua pria dan wanita untuk percaya bahwa alam semesta ini bergantung pada Tuhan yang mengaturnya.’’
- Berasal dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang disepakati di Abu Dhabi.
Tentang makna
[sunting | sunting sumber]- "Makna esensial tiap agama adalah menjawab pertanyaan 'kenapa aku hidup, dan apa sikapku terhadap dunia tak terbatas yang mengelilingiku?' Tidak ada agama tunggal, dari yang paling canggih sampai yang paling primitif, yang tidak menjadikan definisi sikap orang terhadap dunia sebagai dasarnya."[2]
- Dikemukakan oleh Ewald Flügel.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
- "Agama adalah bentuk tertinggi cinta."[3]
- Dikemukakan oleh Theodore Parker.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Tentang inti
[sunting | sunting sumber]- "Pada inti setiap agama terletak kebenaran sederhana yang menyatukan. Walaupun orang Persia mengenakan tavoid, orang Yahudi mengenakan topi, orang Kristen membuat tanda salib, Muslim mempunyai lambang bulan sabit, kita harus ingat bahwa semua itu hanyalah pelambang luar. Inti umum dari semua agama adalah kasih terhadap sesama, dan inilah yang diminta oleh Manuf, Zoroaster, Buddha, Soktrates, Yesus, Santo Paulus, serta Muhammad."[4]
- Dikemukakan oleh Ewald Flügel.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Tentang kebenaran
[sunting | sunting sumber]- "Agama itu benar bukan karena diajarkan oleh santo, tapi santo mengajarkannya karena hal itu benar."[5]
- Dikemukakan oleh Gotthold Ephraim Lessing.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Tentang dukungan
[sunting | sunting sumber]- "Jangan percaya bahwa dalam agama kau tidak bisa mempercayai kecerdasanmu. Kekuatan kecerdasan kita harus mendukung fondasi setiap keyakinan sejati."[6]
- Dikemukakan oleh William Ellery Channing.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Tentang manfaat
[sunting | sunting sumber]- "Agama memberi orang pemahaman akan makna keberadaan dan tujuannya."[7]
- Dikemukakan oleh Anatole France.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
- "Pada sepanjang abad, pada setiap era, orang ingin mengetahui atau setidaknya punya gagasan samar tentang sumber, tujuan awal, dan tujuan akhir keberadaan mereka. Agama memuaskan kebutuhan ini, dan menjelaskan hubungan yang menyatukan semua orang sebagai saudara, mengungkapkan kepada mereka bahwa mereka punya sumber asal yang sama, tugas kehidupan yang sama, dan tujuan akhir umum yang sama."[2]
- Dikemukakan oleh Giuseppe Mazzini.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Tentang perbedaan
[sunting | sunting sumber]- "Perbedaan antaragama–sungguh suatu ungkapan yang aneh. Tentu saja iman berbeda itu mungkin, dan menurut peristiwa sejarah, iman bisa diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk memperkuat agama; dengan cara yang sama, ada berbagai buku agama berbeda–Sutra, Veda, Alquran, dsb. Namun, hanya mungkin ada satu agama, dan hal itu nyata untuk sepanjang masa."[8]
- Dikemukakan oleh Immanuel Kant.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
- "Hanya ada agama sejati, walaupun ada banyak keyakinan berbeda."[9]
- Dikemukakan oleh Immanuel Kant.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Tentang kritik
[sunting | sunting sumber]- "Era milik kita adalah era kritik. Agama dan hukum berusaha lari dari kritik, agama dengan mengatakan bahwa dirinya Ilahi dan hukum dengan menunjukkan bahwa dirinya berkuasa. Namun, sejumlah kecurigaan muncul dari usaha melarikan diri ini, karena kita hanya bisa menghormati hal-hal yang berdiri menghadapi ujian publik dan bebas."[10]
- Dikemukakan oleh Immanuel Kant.
- Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sulo, Michael R. Pabubung, RD Yans. Imam Katolik di Ranah Publik: Volume 4. PT Kanisius. ISBN 978-979-21-7906-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ↑ 2,0 2,1 Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 2. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 278. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 2. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 231. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 301. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 110. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 174. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 321. ISBN 978-979-22-6545-3.
- ↑ Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 340. ISBN 978-979-22-6545-3.
