Lompat ke isi

Agama

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Agama merupakan sistem kepercayaan kepada Tuhan disertai dengan tata cara penyembahan kepada Tuhan tersebut.

Tentang tujuan

[sunting | sunting sumber]
  • ‘‘The first and most important aim of religion is to believe in God, to honour him and to invite all men and women to believe that this universe depends on a God who governs it.’’[1]
    • Artinya: ‘‘Tujuan pertama dan terpenting dari agama adalah untuk percaya kepada Tuhan, untuk menghormati-Nya, dan untuk mengajak semua pria dan wanita untuk percaya bahwa alam semesta ini bergantung pada Tuhan yang mengaturnya.’’
    • Berasal dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang disepakati di Abu Dhabi.

Tentang makna

[sunting | sunting sumber]
  • "Makna esensial tiap agama adalah menjawab pertanyaan 'kenapa aku hidup, dan apa sikapku terhadap dunia tak terbatas yang mengelilingiku?' Tidak ada agama tunggal, dari yang paling canggih sampai yang paling primitif, yang tidak menjadikan definisi sikap orang terhadap dunia sebagai dasarnya."[2]
    • Dikemukakan oleh Ewald Flügel.
    • Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman [A Calendar of Wisdom].
  • "Agama adalah bentuk tertinggi cinta."[3]

Tentang inti

[sunting | sunting sumber]
  • "Pada inti setiap agama terletak kebenaran sederhana yang menyatukan. Walaupun orang Persia mengenakan tavoid, orang Yahudi mengenakan topi, orang Kristen membuat tanda salib, Muslim mempunyai lambang bulan sabit, kita harus ingat bahwa semua itu hanyalah pelambang luar. Inti umum dari semua agama adalah kasih terhadap sesama, dan inilah yang diminta oleh Manuf, Zoroaster, Buddha, Soktrates, Yesus, Santo Paulus, serta Muhammad."[4]

Tentang kebenaran

[sunting | sunting sumber]

Tentang dukungan

[sunting | sunting sumber]

Tentang manfaat

[sunting | sunting sumber]

Tentang perbedaan

[sunting | sunting sumber]
  • "Perbedaan antaragama–sungguh suatu ungkapan yang aneh. Tentu saja iman berbeda itu mungkin, dan menurut peristiwa sejarah, iman bisa diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk memperkuat agama; dengan cara yang sama, ada berbagai buku agama berbeda–Sutra, Veda, Alquran, dsb. Namun, hanya mungkin ada satu agama, dan hal itu nyata untuk sepanjang masa."[8]

Tentang kritik

[sunting | sunting sumber]
  • "Era milik kita adalah era kritik. Agama dan hukum berusaha lari dari kritik, agama dengan mengatakan bahwa dirinya Ilahi dan hukum dengan menunjukkan bahwa dirinya berkuasa. Namun, sejumlah kecurigaan muncul dari usaha melarikan diri ini, karena kita hanya bisa menghormati hal-hal yang berdiri menghadapi ujian publik dan bebas."[10]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Sulo, Michael R. Pabubung, RD Yans. Imam Katolik di Ranah Publik: Volume 4. PT Kanisius. ISBN 978-979-21-7906-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. 2,0 2,1 Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 2. ISBN 978-979-22-6545-3.
  3. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 278. ISBN 978-979-22-6545-3.
  4. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 2. ISBN 978-979-22-6545-3.
  5. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 231. ISBN 978-979-22-6545-3.
  6. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 301. ISBN 978-979-22-6545-3.
  7. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 110. ISBN 978-979-22-6545-3.
  8. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 174. ISBN 978-979-22-6545-3.
  9. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 321. ISBN 978-979-22-6545-3.
  10. Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 340. ISBN 978-979-22-6545-3.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: