Lompat ke isi

The Falcon and the Winter Soldier

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

The Falcon and the Winter Soldier adalah miniseri televisi sebanyak enam episode yang tayang di Disney+ tahun 2021. Seri televisi ini digarap berdasarkan karakter Marvel Comics Sam Wilson/ Falcon dan Bucky Barnes/ Winter Soldier.

Kutipan

[sunting]

Episode 1: New World Order

[sunting]
Sam Wilson: "Sudah enam bulan aku bekerja dengan angkatan udara, setiap kali tim operasi menyentuhnya (redwing), dia jadi bermasalah."
Letnan Torres: "Para teknisi malang itu tidak bisa menangani satu miliar alamat IP yang kembali dan teknologi Stark milikmu."

Torres: "Nah! Di situ! Kau lihat orang-orang ini? Mereka yang harus kau khawatirkan. Aku menemukan manifesto mereka di kolom pesan. Mereka disebut Flag Smashers."
Sam Wilson: "Itu hal baru? Orang jahat punya nama buruk?"
Torres: "Ada banyak nama yang lebih buruk dari itu. Intinya, mereka berpikir dunia lebih baik selama Blip.....Percayalah, itu benar."
Sam: "Percayalah, setiap kali ada yang baik untuk satu kelompok, pasti buruk bagi yang lain."
Torres: "Ya. Intinya, mereka ingin dunia bersatu tanpa batas."

(Sam Wilson menyampaikan pidatonya di Institusi Smithsonian)
Sam Wilson: "Beberapa bulan lalu, miliaran orang muncul kembali setelah lima tahun menghilang, membuat dunia kacau balau. Kita butuh pahlawan-pahlawan baru. Pahlawan yang cocok untuk masa seperti ini. Simbol, tak berarti tanpa orang-orang yang memberi makna. Benda ini (perisai Kapten Amerika)....entah apakah pernah ada yang lebih baik, tetapi ini lebih mengenai orang yang memakainya, dan dia sudah tiada. Hari ini kita menghormati warisan Steve serta melihat ke masa depan. Terima kasih, Kapten Amerika."

James Rhodey: "Kau akan membuatku bertanya, kenapa kau tak mengambil perisainya?"
Sam Wilson: "Ketika pertama kali Steve bercerita tentang perisainya, kata-kata pertamaku adalah, 'terasa seperti milik orang lain.' Orang lain yang kumaksud adalah Steve."

Dr. Raynor: "Dengarkan....kelak, kau harus terbuka, dan memahami bahwa ada orang yang sungguh ingin menolongmu dan mereka dapat dipercaya."
Bucky Barnes: "Aku percaya orang lain."
Dr. Raynor: "Masa? berikan ponselmu....kau tidak punya sepuluh nomor telepon di ponsel ini. Kau pun mengabaikan pesan dari Sam. Kau harus membangun persahabatan. Aku satu-satunya yang kau telepon sepanjang pekan ini. Itu sangat menyedihkan. Kau sendirian. Umurmu seratus tahun. Kau tak punya sejarah, tak ada keluarga...."
Barnes: "Kau sedang mencaci maki, Dok? Karena itu tidak profesional."

Dr. Raynor: "Jika kau sendirian, itu adalah neraka pribadi yang paling sunyi. Selain itu, James, sulit untuk keluar dari situ."

Episode 2: The Star-Spangled Man

[sunting]
Olivia Walker: "Kau gugup?"
John Walker: "Siapa, aku? tidak. Aku pernah menjadi kapten, tetapi ini berbeda. Semua orang di dunia berharap agar aku berhasil. Aku tidak ingin mengecewakan mereka."
Olivia: "Aku tahu. Jadilah dirimu sendiri. Mereka akan mencintaimu. Semoga berhasil."

John Walker: "Begini, aku bukan Tony Stark, aku bukan Dr. Banner, paham? aku tak punya peralatan canggih, tak punya kekuatan super. Yang kupunya adalah keberanian. Sesuatu yang selalu dimiliki oleh Kapten Amerika, selalu perlu dimiliki, dan aku membutuhkannya sebanyak mungkin karena ada standar tinggi yang harus kupunya."

Bucky Barnes: "Mestinya jangan serahkan perisai itu."
Sam Wilson: "Senang melihatmu juga, Buck."
Bucky: "Ini salah."
Sam: "Hei, aku sedang bekerja, paham? Semua kemarahanmu harus menunggu."
Bucky: "Kau tidak tahu itu akan terjadi?"
Sam: "Tentu saja aku tidak tahu itu akan terjadi. Kau pikir aku tidak sedih melihat mereka berpawai untuk dia dan memanggilnya Kapten Amerika?"
Bucky: "Steve tidak menginginkan ini."
Sam: "Oh, apa yang kau inginkan dariku? Hubungi Amerika dan mengatakan aku berubah pikiran? Ya, benar. Ini reuni yang menyenangkan, jaga dirimu."
Bucky: "Kau tidak berhak menyerahkan perisai itu, Sam."
Sam: "Hei, ini yang tidak bisa kau lakukan, kau tidak bisa kemari dengan hidupmu yang terlalu lama dan mengajariku tentang hak."

Sam: "Lagi pula, aku ada urusan yang lebih penting....Orang ini punya koneksi dengan organisasi pemberontak di seluruh Eropa Timur dan Tengah. Dia kuat, terlalu kuat, dan dia berkaitan dengan kelompok daring bernama Flag Smashers. Redwing melacak mereka ke bangunan di luar Munich, jadi aku harus kesana."
Bucky: "Aku tidak percaya redwing."
Sam: "Kau tidak harus percaya redwing, tetapi aku akan memastikan apakah dia benar. Karena aku punya firasat mereka bagian dari Tiga Besar.
Bucky: "Tiga Besar apa?"
Sam: "Tiga Besar."
Bucky: "Tiga Besar apa?"
Sam: "Android, alien, dan penyihir (wizard)."
Bucky: "Itu tidak ada."
Sam: "Ada....setiap kali kita bertarung, pasti satu dari tiga itu."
Bucky: "Sekarang kau akan melawan siapa, Gandalf?"
Sam: "Tahu dari mana tentang Gandalf?"
Bucky: "Kubaca The Hobbit tahun 1937 saat pertama kali terbit."
Sam: Nah, paham maksudku?"
Bucky: "Tidak. Tidak ada penyihir."
Sam: "Dr. Strange."
Bucky: "Dia ahli sihir (sorcerer)."
Sam: "Ah-ha. Ahli sihir adalah penyihir tanpa topi. Coba pikirkan, benar?"

(Mengunjungi kediaman Isaiah Bradley).

Bucky Barnes: Isaiah?....ini Sam. Sam, ini Isaiah. Dia seorang pahlawan. Salah satu yang paling ditakuti HYDRA, seperti Steve. Kami bertemu tahun 1951...."
Isaiah Bradley: "Maksudmu ketika aku mengalahkanmu? Maka, ya. Kami dengar dia berada di semenanjung, tetapi semua yang diutus mencarinya tidak pernah kembali. Maka militer Amerika mengirimku ke wilayah musuh untuk menanganinya. Kuambil separuh lengan logam itu dalam perkelahian di Goyang, tetapi seperti yang kulihat dia berhasil menumbuhkannya kembali. Aku hanya ingin melihat apakah lengannya tumbuh kembali atau apakah dia ingin membunuhku."
Bucky: "Aku bukan pembunuh lagi."
Isaiah: "Pikirmu kau bisa berubah begitu saja? Tidak bisa seperti itu. Mungkin bisa untuk orang sepertimu."
Bucky: "Isaiah, alasan kami kemari, karena ada orang seperti kita di luar sana....kami perlu tahu ceritanya."
Isaiah: "Aku tak mau membicarakannya lagi. Kau tahu apa yang mereka perbuat untuk pahlawan seperti aku? Mereka mengurungku di penjara selama 30 tahun. Orang-orang menjalankan tes, mengambil darahku, masuk ke selku. Bahkan orang-orangmu belum selesai denganku.

Bucky Barnes: "Kenapa kau menyerahkan perisai itu?"
Sam Wilson: "Kenapa kau mempermasalahkan sesuatu yang tidak ada hubungannya denganmu?"
Bucky: "Steve percaya kepadamu. Dia memercayaimu. Dia punya alasan memberimu perisai itu. Perisai itu melambangkan prinsipnya. Itu warisannya. Dia memberimu perisai itu, dan kau membuangnya seakan tak berarti."
Sam: "Diam."
Bucky: "Mungkin dia salah menilaimu.... dan jika dia salah menilaimu, maka dia salah menilaiku."
Sam: "Kau sudah selesai? Baiklah, bagus. Mungkin ini sesuatu yang kau atau Steve takkan pernah mengerti. Tetapi kau bisa menerima bahwa kulakukan yang menurutku benar?"

Episode 3: Power Broker

[sunting]
Zemo: "Zhelaniye, Rzhavyy, Semnadtsat,...."
Bucky: "Masa-masa itu sudah berakhir."
Zemo: "Aku tahu. Aku ingin tahu reaksi dirimu yang baru terhadap kata-kata lama. Ada sesuatu yang masih di kepalamu. Setidaknya, hampir selama di penjara kau tidak sadarkan diri."
Bucky: "Itu bukan masa yang indah."

Bucky: "Ada yang menciptakan kembali serum prajurit super. Aku perlu tahu dalangnya."
Zemo: "Kau mengira ini ada kaitannya dengan HYDRA, karena itu kau menemuiku, berarti kau putus asa."

Sam: "Zemo akan mempermainkan pikran kita, Terutama kau. Jangan tersinggung."
Bucky: "Aku tersinggung. Prajurit super bertentangan dengan segala sesuatu yang dia percayai. Dia gila, tetapi masih punya prinsip."
Sam: "Aku pernah di sisi yang salah dari prinsip itu dan begitu juga denganmu. Dia meledakkan PBB, membunuh Raja T'Chaka, dan memfitnahmu. Kau lupa? Kau pikir orang Wakanda sudah lupa? Ini pertanyaan retorik. Mereka tidak lupa."

Bucky: "Ketika Steve menolak tanda tangan Perjanjian Sokovia, kau mendukungnya. Kau melanggar hukum, dan kau ambil risiko untukku. Aku memintamu untuk melakukannya lagi."

Sam: "Selama ini kau kaya?"
Zemo: "Aku seorang Baron, Sam. Keluargaku bangsawan sampai teman-temanmu menghancurkan negaraku."

Sam: "Aku pernah melihat buku itu. Buku Steve ketika dia keluar dari es. Aku bercerita tentang Trouble Man. Dia menulisnya di buku itu. Kau mendengarnya? Apa pendapatmu?
Bucky: "Aku suka musik tahun 40an, maka..."
Sam: "Kau tidak menyukainya?"
Bucky: "Aku menyukainya."
Zemo: Itu sebuah mahakarya, James. Lengkap. Komprehensif. Menangkap pengalaman Afrika-Amerika."
Sam: "Dia berlebihan, tetapi dia benar. Itu bagus. Semua orang suka Marvin Gaye."

Zemo: "Kau pasti sungguh mengagumi Steve. Tetapi, kusadari sesuatu ketika aku bertemu dengannya. Bahaya dengan orang-orang seperti dia, Prajurit Super Amerika, adalah ketika kita terlalu memuja mereka."
Sam: "Hati-hati berbicara, Zemo."
Zemo: "Mereka menjadi simbol. Ikon. Lalu, kita mulai melupakan kekurangan mereka. Dari situ, kota-kota terbang, orang tak bersalah mati, gerakan terbentuk, terjadi perang. Kau ingat itu, bukan (menunjuk Bucky)? Sebagai prajurit muda ke Jerman untuk menghentikan seorang ikon gila. Kita ingin hidup di dunia yang penuh dengan orang seperti Red Skull? ....Itu sebabnya kita ke Madripoor."
Sam: "Madripoor? Kau membicarakannya seakan-akan itu Pulau Tengkorak."
Bucky: "Itu sebuah negara pulau di Kepulauan Indonesia, tempat perlindungan bajak laut pada tahun 1800an."

Sam: "Kita haru perbaiki ini. Hanya aku yang berpenampilan mirip mucikari."
Zemo: "Hanya orang Amerika yang berasumsi pria hitam bergaya terlihat seperti mucikari. Kau terlihat persis seperti orang yang kau perankan. Orang Afrika modern dan menawan, Conrad Mack, alias Smiling Tiger."

Sam: "Sepertinya melanggar hukum cocok untukmu."
Sharon: "Jika harus jadi penipu, sekalian saja menikmati kehidupan penipu sejati. Kau tahu aku bisa dapat berapa untuk Monet yang asli?"
Sam: "Jangan menipuku. Kau menjual Monet palsu."
Zemo: "Tidak. Ini Asli. Galeri ini ahlinya karya seni curian. Monet, Van Gogh, klasik."
Bucky: "Benar, separuh karya seni di museum seperti Louvre adalah palsu. Karya-karya seni asli ada di tempat ini."

Dr. Nagel: "Baik, baiklah. Aku dilibatkan program Winter Soldier HYDRA untuk melanjutkannya setelah lima subjek uji coba gagal di Siberia. Ketika HYDRA jatuh, aku direkrut CIA. Mereka punya sampel darah dari subjek uji coba orang Amerika dengan jejak serum separuh stabil dalam darahnya. Setelah bekerja keras, aku mengisolasi senyawa yang diperlukan di darahnya. Aku bagaikan dewa. Setelah Erskine, hanya aku ilmuwan yang berhasil melakukan itu. Tetapi punyaku akan berbeda. Tak ada mesin usang atau tubuh kekar. Punyaku tidak kentara, optimal, sempurna."
Sam: "Kenapa kami tidak pernah mendengarnya?"
Dr.Nagel: "Karena, sebelum menyelesaikan pekerjaanku, aku berubah menjadi debu."

Sam: "Nagel menyebutnya subjek uji coba Amerika seakan-akan Isaiah bukan manusia. Membuatku berpikir berapa orang harus jadi korban untuk membuka jalan bagi perisai ini."

Zemo: "Aku dengar Sokovia mejadi apa. Dijarah oleh tetangganya sebelum dibersihkan dari puing-puing, dihapus dari peta. Ada dari kalian yang repot-repot mengunjungi memorialnya? Tentu tidak. Untuk apa?"

Episode 4: The Whole World is Watching

[sunting]
Zemo: "Kau salah menilai dirinya. Kau dikaburkan olehnya. Dia seorang supremasi, akan selalu meresahkan orang. Aspirasi inilah yang menimbulkan Nazi, Ultron, Avengers."
Sam: "Kau membicarakan teman kami."
Bucky: "Avengers, bukan Nazi."
Sam: "Karli jadi radikal, tetapi pasti ada cara damai untuk menghentikannya."
Zemo: "Keinginan jadi manusia super tak bisa dipisahkan dari cita-cita supremasi. Siapapun yang menggunakan serum itu pasti berada di jalan tersebut. Dia takkan berhenti. Dia akan meningkat sampai kau membunuhnya. Atau dia membunuhmu."
Bucky: "Mungkin kau salah, Zemo. Serumnya tak merusak Steve."
Zemo: "Benar juga. Tetapi belum pernah ada Steve Rogers yang lain, bukan?"

Sam: "Permisi. Kau kenal seorang wanita bernama Donya Madani? Dia seorang pengungsi disini.
Guru kamp: "Kami bukan pengungsi, karena kami tak tahu mengungsi dari mana. Kami orang yang terlantar secara internasional, dan kami tidak percaya orang asing."
Sam: "Aku mengerti. Aku bukan dari sini, tetapi aku punya catatan baik dalam hal menolong."
Guru kamp: "Aku tahu apa yang terjadi ketika orang mengatakan mereka akan menolong. Tidak terjadi apa-apa. Dewan Pemulangan Global berjanji mengirim tambahan guru, persediaan. Itu 6 bulan yang lalu."
Sam: "Siapa namamu? Aku bisa hubungi seseorang."
Guru kamp: "Aku tahu kau siapa. Tetapi aku tak bisa memercayaimu. Maaf."

(Zemo bernyanyi di depan anak-anak): "Baa, Baa, black Sheep, have you any wool? Yes sir, yes sir, three bags full. One for my master, one for the dame, one for the little girl lives down the lane."

Bucky: "Tak ada yang berbicara tentang Donya."
Sam: "Karena hanya Karli yang berjuang untuk mereka. Dia tidak salah."
Bucky: "Apa maksudmu?"
Sam: "Selama lima tahun, orang disambut ke negara-negara yang dibatasi oleh kawat berduri. Ada rumah dan pekerjaan. Orang-orang senang ada yang bisa membantu mereka membangun kembali. Bukan hanya sebuah komunitas yang bersatu. Tapi seluruh dunia jadi bersatu. Lalu hal itu (Blip) terjadi. Seketika semua kembali seperti dahulu. Bagi mereka, setidaknya Karli berbuat sesuatu."
Bucky: "Kau sungguh berpendapat tindakannya membenarkan tujuannya?" Maka dia (Karli) tak berbeda dari dia (Zemo) atau orang lain yang pernah kita lawan."
Sam: "Dia (Karli) berbeda. Dia tidak termotivasi oleh hal yang sama."

Karli: Apa aku salah menciptakan labih banyak (orang seperti) kita?"
Nico: "Kakekku, Lukasz, adalah pejuang perlawanan Perang Dunia II. Dia selalu mengatakan, 'jika kau berbuat sesuatu, dan itu membuatmu takut, mungkin karena itu perbuatan yang benar.' Dia melawan Nazi, jadi...."
Karli: (Tersenyum) "Nasihat yang bagus."
Nico: "Kau tahu, ketika masih kecil, aku penggemar Kapten Amerika."
Karli: "Entah apakah aku harus mengejekmu tentang itu atau tidak."
Nico : "Dia membuatku percaya bahwa ada orang baik di dunia ini. Tak kukira ada Kapten Amerika lain sampai aku bertemu denganmu. Dahulu hanya ada yang baik dan buruk, tetapi kini dunia semakin rumit. Orang-orang tersesat. Mereka butuh pemimpin yang seperti mereka, memahami derita mereka, orang yang mengerti bahwa pahlawan zaman sekarang harus mengotori tangannya....Apa yang kita lakukan lebih dari makna perisai itu."

Zemo: "Kau pernah ditawarkan?"
Sam: "Apa?"
Zemo: "Serum."
Sam: "Tidak."
Zemo: "Andai kau ditawarkan, apa kau akan menerimanya?"
Sam: "Tidak."
Zemo: "Tidak ragu-ragu. Mengagumkan. Sam, kau tak bisa terus berharap Karli akan berubah. Apa pun yang kau lihat dari dirinya, dia tidak bisa ditolong. Kita tidak bisa membiarkan dia dan komplotannya menjadi kelompok dewa lainnya di tengah orang biasa. Prajurit super tak boleh dibiarkan ada."
Sam: "Bukankah begitu cara dewa berbicara? Jika itu pendapatmu, bagaimana dengan Bucky? ....Darah tidak selalu menjadi solusi."

John Walker: "Jika ada peluang menggunakan serum, kau akan menerimanya?"
Lemar: "Tentu."
Walker: "Kau tidak khawatir serum itu bisa mengubahmu?"
Lemar: "Maksudku....Kekuatan membuat seseorang jadi lebih baik, bukan?"

Episode 5: Truth

[sunting]
Letnan Torres: "Yang bisa kita lakukan sekarang adalah duduk dan menunggu. terkadang, tak ada yang bisa dilakukan sampai ada yang bisa dilakukan."
Sam Wilson: "Itu aneh tetapi bijak."
Torres: "Aku orang aneh yang bijak, Sam."

Walker: "Kau yang membentukku. Senator, aku Kapten Amerika."
Senator: "Tidak lagi. Jika kau terus meremehkan dan merendahkan prioritas dan martabat dewan ini, kau akan menghabiskan sisa hidupmu di Barak Disiplin Amerika. Anggap dirimu beruntung, Tn. Walker, dan segera kembalikan perisai itu kepada kami."

Zemo: "Kupikir kau akan datang lebih cepat. Jangan khawatir, Aku memutuskan untuk tidak membunuhmu."
Bucky: "Betapa leganya aku."
Zemo: "Gadis itu telah menjadi radikal sampai tak tertolong lagi. Kuperingatkan Sam, tetapi dia tidak mendengarkanku. Dia keras kepala seperti Steve Rogers sebelum dia. Namun kau, mereka memrogrammu untuk membunuh. James, lakukan yang perlu dilakukan. Karli punya orang dimana-dimana, dan hanya ada satu cara agar dia tidak melanjutkan misinya."
Bucky: "Aku menghargai saranmu. Tetapi kami akan menggunakan cara kami."
Zemo: "Ya. Aku takut kau akan mengatakan itu."

Sam: "Aku tidak mengerti. Apa yang salah?"
Isaiah: "Dahulu aku seperti kau, sampai aku membuka mata, sampai aku melihat orang-orang di Ekor Merah, 332 yang terkenal berjuang untuk negara ini, lalu pulang dan dibakar di halaman mereka."
Sam: "Aku dari selatan, aku mengerti itu. Kau prajurit super seperti Steve. Kau bisa menjadi yang berikut-"
Isaiah: "Berikutnya? Apa? Hah? Rambt pirang, mata biru, bintang dan garis-garis? seluruh dunia mengejar harapan putih yang besar itu sejak pertama kali dia mendapatkan dosis serum itu."

Isaiah: "Maaf....Kau ingin tahu apa yang salah? Sejumlah dari kami disuntik dengan jenis serum yang berbeda, tetapi mereka tidak memberi tahu kami apa jenisnya. Mereka mengatakan itu suntik tetanus. Mereka memberi kami misi, meskipun yang lain tidak stabil. Beberapa dari kami mulai sekarat. Lalu, beberapa dari kami tertangkap dalam misi. Kudengar para petinggi meledakkan kamp tahanan untuk menyembunyikan bukti. Namun, mereka teman-temanku. Saudara-saudaraku. Bukan barang buki. Maka, suatu malam aku kabur dari fasilitas dan kubawa mereka pulang. Namun, itu tidak membuat perbedaan. Tak lama kemudian, tinggal aku yanf tersisa. Apa yang kudapat untuk menyelamatkan nyawa mereka? (menunjukkan bekas luka di tubuhnya). Selamat 30 tahun berikutnya, aku dijadikan eksperimen, mencoba menyelidiki kenapa serumnya berfungsi. Ada seorang perawat. Dia kasihan kepadaku. Dia menulis laporan palsu. Dia menyatakan bahwa aku meninggal. Dia yang memberiku ini (menunjukkan foto dan surat dari keluarganya). Astaga! Sam, aku sangat mencintai mereka."
Sam: "Tuan Bradley....Kita harus berbuat sesuatu. Kita harus beri tahu seseorang."
Isaiah: "Tidak. Biarkan aku mati. Namaku sudah dikubur."
Sam: "Namun dunia sudah berbeda. Aku punya kenalan."
Isaiah: "Itu alasanmu kemari?....Kau pikir keadaan sudah berbeda?....Kau pikir masa sudah berbeda? Kau pikir aku takkan mati dalam sehari jika kau membawaku keluar? Kau percaya penjara adalah salahku, karena kau punya perisai itu. Mereka khawatir ceritaku akan terungkap. Jadi mereka menghapusku. Sejarahku. Namun mereka sudah melakukan itu selama 500 tahun. Setialah pada itu (perisai), saudaraku. Mereka takkan membiarkan kulit hitam menjadi Kapten Amerika. Meski mereka biarkan, tak ada kulit hitam dengan harga diri mau jadi demikian."

Bucky: "Ketika Steve menceritakan rencananya, kurasa kita tidak mengerti bagaimana rasanya bagi kulit hitam menerima perisai ini."
Sam: "Bagaimana bisa?"
Bucky: "Aku berutang maaf. Maafkan aku."
Sam: "Terima kasih."
Bucky: "Apapun yang terjadi dengan Walker, itu bukan salahmu. Aku mengerti. Hanya saja, perisai itu mengingatkan aku pada keluarga, maka ketika kau menyerahkannya membuatku merasa tak ada yang tersisa. Membuatku meragukan segalanya. Kau, Steve, Aku. Aku punya....aku punya bukunya. Lalu....kupikir jika berguna bagi dia, akan berguna untukku."
Sam: "Aku mengerti. Namun Steve sudah tiada. Mungkin ini sebuah kejutan, tetapi tidak penting apa yang Steve pikirkan. Berhentilah mendengarkan pendapat orang tentang jati dirimu. Aku mau bertanya. kau masih bermimpi buruk?"
Bucky: "Selalu. Artinya aku ingat. Artinya sebagian dari dirku masih di situ. Berarti sebagian dari Winter Soldier masih dalam diriku.
Bucky: "Kau siap untuk cinta yang sulit? Merangkaklah keluar dari nerakamu. Berusahalah. Lakukan."
Bucky: "Aku sedang menebus kesalahanku."
Sam: "Tidak. Kau tidak menebus, kau membalas dendam. Kau menghentikan penjahat yang kau ciptakan saat menjadi Winter Soldier, karena kau berpikir itu akan memberimu kedamaian. Kau menemui orang-orang itu dan berkata "maaf," karena berpikir itu akan membuatmu merasa lebih baik, benar? Namun, kau harus membuat mereka merasa lebih baik. Temui mereka dan bantu mereka. aku yakin setidaknya ada satu orang dalam buku itu yang membutuhkan penjelasan tentang sesuatu, dan hanya kau yang bisa memberikannya."
Bucky: "Mungkin selusin."
Sam: "Tidak masalah. Mulailah dari satu."

Sam:"Apa gunanya menderita dan berkorban jika aku tidak berniat untuk bangkit dan terus berjuang?"

Episode 6: One World, One People

[sunting]
Batroc : "Orang jadi biksu bukan karena jubah."

Sam: "Tatapan, kritikan, aku tak bisa mengubahnya. Namun aku masih di sini, tanpa serum super, tanpa rambut pirang, atau mata biru. Satu-satunya kekuatanku adalah aku percaya kita bisa berbuat lebih baik. kita tak bisa menuntut orang jadi baik jika kita tidak memberikan teladan."

Valentina Allegra de Fontaine: "Situasi akan menjadi aneh. Saat jadi aneh, kita takkan membutuhkan Kapten Amerika. kita akan membutuhkan Agen A.S. (U.S. Agent).

Isaiah: "Aku tidak akan berbohong, kau istimewa."
Sam: "Terima kasih."
Isaiah: "Maksudku, kau bukan Malcolm, Martin, Mandela, tetapi...."
Sam: "Aku sependapat, namun aku tahu harus berbuat apa."
Isaiah: "Jadi, Kapten Amerika kulit hitam, hah?"
Sam: "Yah benar."
Isaiah: "Perjuanganmu tidak akan mudah, Sam."
Sam: "Ya, aku bisa gagal. Mungkin aku bisa mati. Tapi....kita membangun negara ini. Berkorban demi negara ini. Tak ada yang bisa melarangku untuk berjuang bagi negara ini. Tidak setelah perjuangan orang-orang sebelum diriku. Termasuk kau."
Isaiah: "Sial. Aku hampir mempercayainya."

Pemeran

[sunting]

Pranala luar

[sunting]