Susilo Bambang Yudhoyono
Tampilan

Susilo Bambang Yudhoyono adalah politikus asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia yang keenam untuk periode 2004–2009 dan 2009–2014.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Saya adalah anak orang biasa dan anak biasa dari Pacitan yang kemudian menjadi tentara, menteri, dan kemudian dipilih sejarah untuk memimpin bangsa Indonesia.’’[1]
- Dikemukakan dalam Pidato Kenegaraan Presiden Indonesia pada 15 Agustus 2014 di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.[1]
- Tak perlu kesangsian terhadap kita dijawab dengan kata-kata. Jawablah dengan kerja dan karya yang nyata.
- Sumber: Jawa Pos
- Tantangan dan persoalan yang dihadapi rakyat, bangsa, dan negara kita, kita harus mengatasinya secara bersama-sama. Karena, memang pemerintah yang saya pimpin tidak mungkin bisa mengatasi tantangan dan persoalan bangsa ini tanpa dukungan dan partisipasi rakyat serta seluruh komponen bangsa.
- Sumber: KOMPAS
- I don't care with my popularity
- Sumber: Pikiran Rakyat
- saya prihatin
- Sumber: di hampir semua media
- Soal minyak ini tidak ada yang tidak headache. Bukan berani atau tidak berani, terlambat atau tidak terlambat ambil keputusan, but before I made decision harus sudah diolah semuanya, economic factor-nya, social security political impact-nya. That all the consideration that have to made by me.
- Sumber Suara Pembaruan
- Wapres bukan ban serep. Wapres akan berkoordinasi dengan tugas-tugas yang diberikan Presiden. Dan, itu bukan tumpang tindih.
- Sumber KOMPAS
- IJSO (International Junior Science Olympiad) mengingatkan saya pada film Harry Potter yang penuh dengan suasana kompetisi...dalam kompetisinya, tirulah Harry Potter.
- Sumber Detik, 5 Desember 2005
- Saya tidak pernah ragu-ragu dan saya punya konsep.
- saat membantah berbagai spekulasi bahwa pergantian menteri yang cenderung lamban terjadi karena Presiden bimbang
- Sumber Liputan 6, 5 Desember 2005
- Saya ingin melakukan pembersihan keimigrasian sekarang juga. Lakukan investigasi dan reformasi. Pertahankan apa yang sudah baik dan berantas yang menyimpang. Untuk mereka yang terlibat kejahatan, lakukan tindakan hukum tegas. Kita tidak bisa toleransi. Tidak boleh di negeri kita ini siapa pun menjadi money making body.
- saat mendengar laporan mengenai keimigrasian Indonesia, 14 Desember 2005
- Sumber KOMPAS
- Saya tidak sepenuhnya yakin politik adalah ilmu. Sebagai profesional, saya selalu kesulitan mencari penjelasan ilmiah untuk memprediksi politik seperti ilmu alam. Saya tahu, politik adalah seni. Sejumlah orang mengatakan, politik adalah seni dari banyak kemungkinan. Bagi saya, politik adalah seni untuk perubahan dan transformasi.
- saat menerima gelar doktor dari Universitas Thammasat, Thailand, 15 Desember 2005
- Sumber KOMPAS
- Kita sungguh rindu hadirnya kembali makin kuatnya perdamaian dan persaudaraan ini di tanah air.
- saat menghadiri perayaan Natal di Nias
- Sumber ANTARA
- Kebebasan pers tidaklah berarti di sana pers dapat berbuat apa saja. Tanpa tanggung jawab. Kebebasan harus tetap tunduk pada norma-norma dan nilai yang hidup di masyarakat. Hukum juga harus diletakkan dalam kerangka dan sekaligus sebagai mekanisme dalam menyelesaikan setiap konflik di tengah-tengah masyarakat.
- Ada tiga hal yang bisa dipetik, yaitu pertama, kebebasan pers bukan merupakan kebebasan yang absolut dan tidak terbatas. Kedua, saling menghormati merupakan sikap yang diperlukan dalam kehidupan setempat maupun antarbangsa. Ketiga, budaya melecehkan adalah sesuatu hal yang dapat merusak dan jauh dari nilai manfaat.
- dalam pidato peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2006
- Sumber: KOMPAS
Tentang masalah
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Setiap masalah ada jalan keluarnya, setiap konflik ada solusinya, setiap krisis mengandung peluang.’’[2]
Tentang Gerakan Aceh Merdeka
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Saya ingin memulai proses damai, namun dalam format yang berbeda dari yang dulu. Saya harap Pemerintah Saudara dapat mendorong dan membujuk pemimpin politik GAM, terutama yang di negara Anda, untuk menyambut inisiatif ini dengan baik.’’[3]
- Dikemukakan pada tanggal 10 Januari 2005 oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Indonesia.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 Asril, Sabrinal (17 Agustus 2014). "Di Balik Pidato Kenegaraan Presiden SBY". Kompas. Diakses tanggal 1 Juli 2026.
- ↑ Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 18. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ 3,0 3,1 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 23. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |
