Soedirman
Tampilan

Soedirman adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Belajar menahan penderitaan berguna bagi hidup di kemudian hari. Suatu kelak, boleh jadi kita akan mengalami yang lebih hebat dari ini."
- Sumber: Floriberta Aning S. (2005) 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20. Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 193. ISBN 979-7564-75-4
- "Kalau saja zaman damai, saya menurut saja perintah dokter. Tapi, kalau dalam masa perang seperti sekarang ini, harap dimaafkan saya menyalahi nasihat dokter. Sebab, saya harus mengikuti siasat perang."
- Sumber: Floriberta Aning S. (2005) 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20. Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 195. ISBN 979-7564-75-4
- Kita perlu terus merayakan semangat Sumpah Pemuda, karena itu adalah fondasi bangsa kita.
- "Kali ini izinkan saya berjuang untuk keluarga saya. Sudah sekian lama saya berjuang untuk nusa dan bangsa. Berilah kesempatan kepada saya untuk juga menunaikan kewajiban saya bagi keluarga saya .... "
- Sumber: Lestariningsih, dkk. (2008). Soedirman Partiotisme, Gerilya dan Martabat Bangsa. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Hlm. 45. ISBN 978-979-1274-24-1
- "Pangkat, jabatan, kekuasaan, dengan tanggung jawabnya itu semua adalah amanat, baik yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa maupun yang berasal dari rakyat."
- Sumber: Lestariningsih, dkk. (2008). Soedirman Partiotisme, Gerilya dan Martabat Bangsa. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Hlm. 45. ISBN 978-979-1274-24-1
- "Saya hanya dapat menyokong usaha Saudara dengan kekuatan batin saja dan berdoa semoga usaha Saudara memimpin negara berhasil mencapai cita-cita kita semua." Pesan Soedirman pada Perdana Menteri Dr. Halim yang berkunjung pada Sabtu 28 Januari 1950.
- Sumber: Lestariningsih, dkk. (2008). Soedirman Partiotisme, Gerilya dan Martabat Bangsa. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Hlm. 45. ISBN 978-979-1274-24-1
- "Tentara adalah alat negara, tentara tidak berpolitik, politik tentara ialah politik negara." ucapan Soedirman menurut penuturan Wakil Presiden Mohammad Hatta melalui pidato radio 29 Januari 1950.
- Sumber: Lestariningsih, dkk. (2008). Soedirman Partiotisme, Gerilya dan Martabat Bangsa. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Hlm. 45. ISBN 978-979-1274-24-1
- "Makin dekat cita-cita kita capai, makin besar penderitaan yang harus kita alami."
- Sumber: Prakosa, Fahmi (2022) Sejarah Jenderal Soedirman di Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul. Hlm. 54.
- "Yang sakit adalah Soedirman, panglima besar tidak pernah sakit."
- Sumber: Prakosa, Fahmi (2022) Sejarah Jenderal Soedirman di Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul. Hlm. 57.
- "Maaf saja saya tidak bisa, tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah, saya akan meneruskan perjuangan Met of zonder pemerintah APRI berjuang terus." jawaban Soedirman saat diminta Soekarno tinggal sejenak di Yogyakarta.
- Sumber: Prakosa, Fahmi (2022) Sejarah Jenderal Soedirman di Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul. Hlm. 58.
- "Robek-robeklah badankoe, potong-potonglah djasad ini, tetapi djiwakoe dilindoengi benteng merah putih akan tetap hidoep, tetap menoentoet bela siapapun lawan jang akoe hadapi."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 86.
- "Semua pengorbanan telah diberikan untuk satu tujuan suci, mempertahankan kebenaran dan keadilan. Pengorbanan diri harus menjadi perisai perjuangan kita. Perkuat keyakinanmu! Sucikan hatimu dan perbuatanmu! Pererat persatuanmu! Dengan rahmat Tuhan, kemenangan akan berada di pihak kita, oleh karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Adil. Kamu semua harus ingat, tidak ada kemenangan kalau tidak ada kekuatan. Tidak akan ada kekuatan kalau tidak ada persatuan. Tidak akan ada persatuan kalau tidak ada keutamaan. Tidak akan ada keutamaan kalau tidak ajaran kejiwaan mentasbihkan semua usaha kita kepada Tuhan."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 3.
- "...Jagalah persatuan di dalam tentara, sehingga tentara kita dapat menjadi utuh, satu dan merupakan benteng yang kokoh kuat dalam menghadapi siapa pun...."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 29.
- "...Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya. Sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagipula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga..."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 29.
- "...Pelihara TNI, pelihara Angkatan Perang kita, jangan sampai TNI dikoeasai partai politik manapoen joega ingatlah, bahwa pradjoerit kita boekan pradjoerit sewaan, bukan pradjoerit jang moedah dibelokan haloeannya, kita masoek dalam tentara karena keinsjafan djiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara..."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 29.
- "Kita hadapi dengan penuh keyakinan bahwa kita akan lulus dalam ujian sejarah, sekarang ini, kita hadapi dengan penuh kepercayaan akan pertolongan Tuhan segala pertikaian serta pertempuran yang sudah terbayang dekat di muka kita ini."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 30.
- "Atas nama Allah Yang Maha Murah lagi Maha Asih. Mudahmudahan Tuhan Yang Maha Adil tetap memberi perlindungan, petunjuk serta kekuatan pada rakyat dan bangsa Indonesia seluruhnya, yang sedang memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan kesatuan Negara Republik Indonesia, seterusnya pertahanan dan perjuangan kita bangsa Indonesia harus teratur baik dan tidak boleh dilupakan, wajib berdasarkan kesucian, kebenaran dan keadilan."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 30.
- "Kerjasama dengan rakyat dalam pertahanan negara. Bantuan yang ikhlas dari rakyat ternyata dapat mengatasi berbagai masalah pelik yang mutlak diperlukan dalam organisasi tentara mobil. Dari rakyat juga mungkin dikerahkan tambahan tenaga perjuangan."
- Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 30.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |

