Revolusi
Tampilan
Revolusi adalah suatu perubahan mendasar dalam kehidupan yang prosesnya berlangsung sangat cepat.
Tentang pengadaan
[sunting | sunting sumber]- “Revolusi sudah berjalan sebelum perang dimulai. Revolusi berada dalam hati dan pikiran rakyat.”
- Dikemukakan oleh John Adams pada tahun 1818 setelah masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat telah berakhir.
- Dikutip dari: Hamby, Alonzo L. (2005). Garis Besar Sejarah Amerika Serikat. Diterbitkan oleh Biro Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Penerjemahan dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh Anugrah, Michelle. Edisi bahasa Indonesia disunting oleh oleh Maas, A. C., Lumbantoruan, D., dan Indar, J. R. Hlm. 58.
Perumpamaan
[sunting | sunting sumber]- "Revolusi sendiri ibarat bagian sebuah mantra, gelombang verbal dengan daya yang membuat orang bergerak, tanpa bertanya gerangan maknanya."
- Dikemukakan oleh Goenawan Mohamad.
- Dikutip dari Kasali, Rhenald (2007) Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan dalam Pembaharuan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 180. ISBN 978-979-22-2589-1
- Revolusi bukanlah suatu pendapatan otak yang luar biasa, bukan hasil persediaan yang jempolan dan bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa dari seseorang membangun revolusi, mempercepat atau memimpinnya menuju ke kemenangan, tetapi ia tidak dapat menciptakan dengan otaknya sendiri--Tan Malaka, Aksi Massa 1926, buku yang dikarangnya sebagai kecaman keras terhadap 'Pemberontakan PKI 1926' yang ceroboh dan prematur.
- Revolusi ialah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakekat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Jika Diponegoro dilahirkan di Barat dan menempatkan dirinya di muka satu revolusi dengan sanubarinya yang suci itu, boleh jadi akan dapat menyamai perbuatan-perbuatan Crommwell atau Garibaldi. Tetapi ia menolong perahu yang bocor, kelas yang akan lenyap--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Jika sekiranya pulau Jawa mempunyai borjuasi nasional yang revolusioner dan Diponegoro dalam perjuangannya melawan Mataram dan Kumpeni pastilah ia akan berdiri di sisi borjuasi itu--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia syarat terutama untuk mendapat perkakas revolusi, dan itu pulalah yang menjadi syarat pertama yang mendatangkan kemenangan revolusi kita--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Revolusi Indonesia sebagian kecil menentang sisa-sisa feodalisme dan sebagian yang terbesar menentang imperialisme Barat yang lalim ditambah lagi oleh dorongan kebencian bangsa Timur terhadap bangsa Barat yang menggencet dan menghinakan mereka--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Selama orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan putch atau anarchisme hanyalah impian seorang yang lagi demam--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Jika kita mau mengumpulkan dan memusatkan tenaga-tenaga revolusioner di Indonesia dengan jalan massa aksi yang tersusun buat merantapkan kemerdekaan nasional, tentulah kita mesti mempunyai satu partai yang revolusioner--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Partai mesti berhubungan rapat dengan massa terutama dalam saat yang penting, dengan segala golongan Rakyat dari seluruh kepulauan Indonesia. Dengan tidak berhubungan seperti itu, tak akan ada pimpinan yang revolusioner--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Dengan jalan revolusi dan perang kemerdekaan nasional-lah (yang dapat dimasukkan ke dalam revolusi sosial!!!), maka sekalian negeri besar-besar yang modern, tidak ada kecualinya, dapat melepaskan diri dari kungkungan kelas dan penjajahan--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Revolusilah, yang bukan saja menghukum, sekalian perbuatan ganas, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai sekalian perbaikan bagi yang buruk--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Di dalam masa revolusilah tercapainya puncak kekuatan moril, terjadinya kecerdasan pikiran dan memperoleh segenap kemampuan untuk pendirian masyarakat baru--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Satu kelas atas satu bangsa yang tidak mampu melemparkan peraturan-peraturan kolot serta perbudakan dengan perantaraan revolusi, niscaya musnah atau ditakdirkan menjadi budak buat selama-lamanya--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.
- Revolusi itu menciptakan!!--Tan Malaka, Aksi Massa 1926.

