Peribahasa Tolaki

Dari Wikiquote bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sastra lisan suku Tolaki beruba banyak hal, mulai dari cerita rakyat, pantun, mantra hingga pepatah. Sastra lisan Tolaki yang barangkali bisa dikelompokkan sebagai peribahasa adalah Pe'olili (pesan-pesan leluhur) dan Bhitarandoka (perumpamaan).

Pe'olili[sunting]

Iamo U ehe mondoiehe ine suere ndono.
'Jangan suka berbuat semena-mena terhadap orang lain.'
Iamo U teroraroramba.
Hendaknya jangan engkau suka merampas hak orang lain.'
Piarai raimu, pombeotooriamino ariamu.
'Peliharalah sikap dan tindakanmu, pertanda engkau berasal dari suatu bangsa yang beradab.'
Pokomendei pogagahimu, pombeo tooriamino toroahamu.
'Wujudkan usahamu demi kepentingan hidupmu.'
Uuno hina nggau-nggauno oleo Haka Melengge-lengge keto dowako, Haka metonduwako, keto melengge-lengge.
'Zaman beredar, waktu berganti waktu, keadaan akan nampak berubah dengan pengakuan bahwa derajat, hak, dan kewajiban sesama manusia sama.'
Mombeku saramasiako meosa manusia
'Saling mencintai sesama manusia"
Pewawe manombo lamo barasangga.
'Bersikap mawas diri tidak ceroboh'
Taa moronga-ronga ehe mombisi pisi.
'Tidak memandang enteng orang lain.'
Taa membekasara meosaa manusia.
'Tidak berbuat kasar pada orang lain.'
Ehe montondo toono meohai.
Suka menyelamatkan/menolong anggota keluarga dan orang lain.
Ehe nudulu mepokoaso.
'Mau berkumpui dan bersatu'
Moside osara peowai sola menggono.
'Memutarbalikkan kebenaran adalah perbuatan tidak terpuji'
Taa mombopo kiikii
'Tidak memperlihatkan kemewahan yang dimilikinya'
Mesida ronga mandara

'Rajin dan cekatan dalam bekerja'

Mekooloi posipole, wonua ari ine pasipole dawo.
'Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi'
Taa mombo paraaako ponaa ine suere ndono
'Tidak memaksakan pendapat pada orang lain'
Posipole perapu'a hanu pinesembeako
'Urusan perkawinan adalah sesuatu yang perlu dimusyawarahkan'
Ano siwowokipona ai amba mokalakai.
'Berangkulan pendapat kalian baru melaksanakannya'
Au ehanggi erai masusai'ike kasusangano tono meohai.

'Engkau hams menyusahkannya kesusahannya orang bersaudara'

Au lalu, powate salamu ano malu.
'Dahulukan, bersihkan jalanmu seluasnya'
Au pewowa tambo iamu u pelomba-lomba
'Engkau harus melalui mulut pintu,jangan melalui jendela'
Au polu poiahu-riiki tuluramu'
'Engkau harus dapat tinggalkan bicaramu'
Ma motohaano oura tau toorikee.
'Sedangkan udang kamu tidak tahu memasaknya'
Mbeakopo wua kaendo tono petundu, keto iehae dalendo.
'Sedangkan buah tangan kita tidak sama panjangnya, apalagi rezeki kita'
Mepoindi mororo lalu ine ombu sameena.
'Berpegang teguh pada Tuhan yang sebenamya'
Taa mosima-sima toono meohai.
'Tidak membeda-bedakan di antara keluarga'
Ta medulu wua kobua
'Tidak bersatu buah kacang panjang'

Bhitarandoka (Perumpaan)[sunting]

a. Sa tubulono teboto patudu meduhu Une-une, libirai mate menggokono kano amba monduka Bunge ‘Apabila kehendak dan cita-cita terlanjur bulat menjadi satu, lebih baik mati berdiri daripada melangkah surut.’ b. Topelemba todagaii karendo, Topetulura todagaii pondundo. ‘Berjalan peliharalah kaki, berbicara peliharalah mulut.’ c. Tunuopo hulomu, kikiyi hulamu. ‘Bercermin dahulu baru mencela orang lain.’ d. Mepaguru I Ude Kulambu ‘Belajarlah dalam kelambu’ Melalui proses berguru di tanah Jawa, tanah Bugis, bahkan sampai di tanah Mekkah. e. Mongga tu mongga, asal ia me’aso laik. Me’amboipo kano amba moia kawasan Mao oke-oka. Lako mesure laik. ‘Makan atau tidak makan, asal tetap kumpul sesama keluarga, adalah lebih baik daripada hidup berkecukupan namun masing-masing anggota keluarga berada di tempat lain.’ f. Ineae-nae toono taa sumua’I meohai, medulu rona samaturu mepoko’aso, ie itu nggitu’o toono nggo mo’uko salam rona mutonggo daleno. ‘Setiap orang yang dalam hidup sehari-harinya tidak mau bersatu, berkomunikasi, dan bekerjasama dengan orang lain, maka orang itu pasti sempit pergaulannya dan sukar rezekinya.’ g. Mano melanggu’ako isu rona o sipil, asal mbee inggito. ‘Dengan menggunakan ‘peralatan dapur’ asal sesama kita tidak patut dipermasalahkan.’ h. Mohewu tano nibendahi owose tano tinuhnu. ‘Kecil tidak dikurangi, besar tidak ditambah.’ i. Inae moka mowate osala moludi perukuan perombui. ‘Barang siapa yang gemar mengembangkan pergaulan dan persatuan, kehidupannya di masa yang akan datang akan mudah meraih kesuksesan.’ j. Kioki nobaa’aha tuduusi ‘Bukan dengan pengakuan yang muluk-muluk dan pelaksanaannya tidak sesuai pengakuan.’ k. Sambepe no pinokolako ono ate puteki pena moraha ‘Musyawarah dilaksanakan berdasarkan hati nurani yang tulus ikhlas.’ l. Ehe mombe kasudoako, Pariaman meohai mambo ‘Perbuatan saling menolong adalah pedoman ikatan kekeluargaan yang harmonis.’ m. Taa mosiwa-siwa toono meohai ‘Tidak membeda-bedakan di antara saudara dan keluarganya.’ n. Taa monduha-tuha to pe’ana ‘Tidak ada yang dianak tirikan.’ o. Taa mololu nggae ‘Memberi sesuatu tanpa pengecualian.’ p. Taa membekawa-kawasa ‘Tidak bersifat seperti orang kaya’ q. Taa mombelaa-laa ‘Tidak berpura-pura seperti orang kaya’