Lompat ke isi

Peribahasa Lampung

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Daftar ini merupakan daftar peribahasa dan pepatah dalam bahasa Lampung. Dalam bahasa Lampung sendiri, "peribahasa" disebut sesikun ataupun sekiman.

Bahasa Lampung
[sunting | sunting sumber]
Bahasa Indonesia
[sunting | sunting sumber]
Batew cappak di latak. Batu cemplung di lumpur. Sesuatu yang hilang tak akan kembali.
Buwek pido agheng,

pilih sumang-sumang.

Rambut sama hitam,

pilihan sendiri-sendiri.

Tidak ada orang yang benar-benar sama

sekalipun sekampung halaman.

Cadang pai mangi helau. Rusak dahulu barulah baik. Keberhasilan tidak bisa dicapai tanpa usaha.
Dang happuk di kemutik,

beguno ki gayah.

Jangan membuang buah muda,

berguna apabila genting.

Orang yang tampak rendah jangan diremehkan,

siapa tahu tiba-tiba bisa membantu.

Di kedo biduk teninding,

di san biduk tenimbo.

Di mana biduk dipijak,

di situ biduk ditimba.

Aturan setempat harus dihormati.
Gegeh gelleng kepanasan. Bagai cacing kepanasan. Perangai orang yang selalu gelisah.
Gegeh wai di unggak bulung tales. Bagai air di atas daun talas. Perangai orang yang sulit diatur.
Gegoh kemincak di bah sughu. Bagi katak di bawah tempurung. Perangai orang yang sombong atau picik.
Ibung mak jaweh jak ghuppun. Rebung tidak jauh dari rumpun. Perilaku anak tak jauh dari orang tuanya.
Kacak matei mandi ghah

jak ughik keno jajah.

Lebih baik mati mandi darah

daripada hidup kena jajah.

Lebih baik mati dengan harga diri

daripada hidup dijajah.

Kusuk benang jukken di mulei,

kusuk umungan jukken di peghwatin.

Kusut benang diberikan kepada gadis,

kusut omongan diberikan kepada pemuka suku.

Dalam bermasyarakat, hendaknya setiap orang

ada perannya masing-masing.

Mak pelok ki lemoh,

mak putus ki kendugh.

Tidak patah jika lemah,

tidak putus jika kendur.

Dalam bersikap

haruslah pintar-pintar mengendalikan diri.

Nawai buha langui. Mengajari buaya berenang. Menggurui seseorang yang pandai di bidangnya.
Nengah nyappur tiyuh makmur. Tenggang rasa kampung makmur. Hidup makmur dicapai dengan toleransi.
Nungguk apui di lem taneh,

pagun kenahan asek.

Menyembunyikan api di dalam tanah,

masih terlihat asapnya.

Rahasia yang disimpan akan tetap diketahui

pada saatnya.

Nyepok kutu di lom sabuk. Mencari kutu di dalam sabut. Melakukan pekerjaan yang mustahil berhasil.
Peghos-peghos kedundung. Masam-masam kedondong. Tetaplah berbuat baik meskipun dilanda kesulitan.
Sai tuho dimulaken,

sai sanak disayangei.

Yang sulung didahulukan,

yang muda disayangi.

Hubungan pertalian haruslah dijaga baik-baik

dengan menyesuaikan sikap.

Sebabaian pido bukkuk. Saling menggendong sama-sama bungkuk. Orang-orang kesusahan yang saling membantu.
Bung mak jawoh anjak ghuppun Rebung tidak jauh dari rumpun (anak tak jauh dari orang tuanya). Perilaku, sifat, atau kebiasaan anak biasanya mencerminkan orang tua atau lingkungan keluarganya — peringatan bahwa teladan orang tua penting.
Mena miyang jak bajang Anak kecil bertingkah seperti orang tua. Menunjukkan pewarisan sikap/perilaku; mengingatkan agar orang tua memberi teladan baik.
Paghek daging mak nyisik (Ada) rejeki/tambahan tetapi disia-siakan. Mengingatkan supaya tidak menyia-nyiakan kesempatan atau rejeki yang datang; pesannya praktis — manfaatkan peluang.
Nawai buha / Nawai buho nangui Mengajari buaya berenang. Menggurui atau mengajari orang yang sebenarnya sudah ahli di bidangnya; sindiran terhadap tindakan yang sia-sia karena objek sudah sangat mahir.