Peribahasa Indonesia C
Tampilan
C
[sunting | sunting sumber]- "Cabik-cabik bulu ayam."
- "Cacak bagai lembing tergadai."
- "Cacat-cacat cempedak, cacat-cacat nak hendak."
- "Cacing hendak menelan naga."
- "Cacing menjadi ular naga."
- "Cadik terkedik, bingung terjual."
- "Cakap berlauk-lauk, makan pakai sambal."
- "Cakap berlauk-lauk, telinga tidak bertindik."
- "Calak-calak ganti asah, menunggu tukang belum datang."
- "Cembul dapat ditutupinya."
- "Cencang air tak putus, pancung abu tak putus."
- "Cencang dua segeragai."
- "Cencang jadi ukir."
- "Cencang putus, tusuk tembuk."
- "Cencarau makan pedang."
- "Cepat kaki ringan tangan."
- "Cepat tangan terjembakan, cepat kaki terlangkahkan, cepat mulut terkatakan."
- "Cerdik perempuan melebuhkan, saudagar muda mengutangkan."
- "Cerdik tak membuang kawan, gemuk tak membuang lemak."
- "Cerdik terkedik, bingung terjual."
- "Cibuk air basuhlah kaki."
- "Cincin di jari nan suasa karena pandai melenggangkan."
- "Cinta bertepuk sebelah tangan."
- "Cinta tak berbalas."
- "Cium tapak tangan, berbau atau tidak."
- "Coba-coba bertanam mumbang, siapa tahu jadi kelapa."
- "Condong ditumpil, lemah diaduk."
- "Condong menanti rebah."
- "Condong yang akan menimpa."
- "Condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan."
- "Cubit paha kanan, paha kiripun sakit juga."
- "Cukur jerengau belum habis lagi."
- "Cupak sepanjang betung, adat sepanjang jalan."
| Peribahasa Indonesia |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N |
| O P Q R S T U V W X Y Z |