Lompat ke isi

Najwa Shihab

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Najwa Shihab pada 2022
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Commons
Commons
Wikimedia Commons memiliki media mengenai:

Najwa Shihab adalah seorang jurnalis dan pembawa acara Indonesia berdarah campuran Bugis dan Arab. Ia adalah putri kedua dari mantan Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII Quraish Shihab dan keponakan dari mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab.

Catatan Najwa

[sunting | sunting sumber]

Dalam setiap persimpangan hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan: menjadi suara yang menguatkan, atau gema yang memecah.

Di tengah hiruk-pikuk yang mengaburkan makna, manusia kerap lupa bahwa kasih adalah bahasa paling purba. Bahwa agama bukan arakan jargon, melainkan napas yang menuntun langkah menjadi lebih teduh. Kita mungkin berbeda jalan, tetapi tujuan kita serupa: mencari cahaya yang tak pernah padam. Maka marilah saling menyapa tanpa prasangka, saling memahami tanpa jeda, dan saling menjaga tanpa syarat.

Sebab kemanusiaan adalah rumah yang kita bangun bersama, tempat setiap keyakinan dapat duduk berdampingan, tanpa saling menyingkirkan. Pada akhirnya, bukan lantang suara yang menentukan siapa kita, melainkan ketulusan yang kita tinggalkan dalam hidup orang lain.

Tentang Pendidikan

[sunting | sunting sumber]
  • Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan.
  • Karena ini era digital, kita harus punya kemampuan literasi digital untuk bisa memilih mana informasi yang merupakan fakta, dusta, atau hoax, dan semua itu harus dilatih agar kita menjadi semakin piawai atau jago untuk memilah.
  • “Pendidikan sejati bukan tentang seberapa banyak yang kita tahu, tapi seberapa bijak kita menggunakannya.”
  • “Sekolah bukan sekadar gedung dan kelas — itu adalah ruang di mana jiwa dibentuk.”
  • “Guru bukan hanya pengajar, tapi pembuka hidup.”
  • “Ketika pendidikan dilakukan hanya untuk nilai, maka mahasiswa menjadi angka, bukan manusia.”
  • “Pendidikan yang baik menumbuhkan kritis, bukan hanya patuh.”
  • “Pendidikan membuka pintu — tetapi manusialah yang harus melangkah melewatinya.”
  • “Belajar bukan hanya menghafal, tapi memahami dan bertanya.”
  • “Investasi terbesar suatu bangsa adalah ketika ia mendidik rakyatnya dengan hati.”
  • “Pendidikan yang memanusiakan manusia adalah pendidikan yang berhasil.”
  • “Di balik setiap lulusan yang hebat, ada guru yang pernah mendengar namanya.”
  • “Jangan membuat sekolah sebagai mesin cetak lulusan — biarkan ia menjadi laboratorium kehidupan.”
  • “Pendidikan harus menumbuhkan rasa ingin tahu — bukan menutupnya.”
  • “Anak-anak kita bukan produk — mereka adalah masa depan yang perlu kita rawat.”
  • “Bukan seberapa pintar, tapi seberapa peduli — itu yang dibentuk pendidikan.”
  • “Sekolah yang baik tumbuh dari kegigihan, bukan dari keberuntungan.”
  • “Ketika kita mendidik generasi, kita tidak hanya mempersiapkan pekerja — kita mempersiapkan manusia.”
  • “Pendidikan yang hebat mengajari kita untuk tidak takut salah — karena salah adalah guru yang paling jujur.”
  • “Hanya dengan pendidikan kita bisa mendobrak batas yang dibuat oleh kebodohan dan ketidakpedulian.”
  • “Yang penting bukan seberapa keras kita mengetuk pintu — tapi seberapa tulus kita membuka pintu belajar.”
  • “Ketika seorang guru berhenti percaya pada mimpi muridnya — maka kita semua sudah kehilangan harapan.”
  • "Ilmu jangan jadi objek hafalan. Ilmu itu untuk memahami dan menuntaskan persoalan" [1]

Tentang Pemuda

[sunting | sunting sumber]
  • Mereka kreatif dengan ide-ide besar yang lahir dari sebuah perbedaan dan senantiasa menghargainya. Apalagi dengan berbagai perbedaan yang dimiliki Indonesia yang menjadikannya kaya akan berbagai budaya, suku, ada istiadat dan kepercayaan.
  • Diprediksi Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030-2040, dengan jumlah penduduk produktif lebih banyak dari usia tidak produktif. Bangsa ini akan menjemput sebuah era yang dipimpin anak muda untuk menentukan bagaimana bangsa ini bisa berkembang dan nyaman untuk ditempati.
  • Anak muda masih banyak waktu untuk belajar, mencari wawasan ilmu sebanyak-banyaknya, menorehkan prestasi, untuk membanggakan negara Indonesia.
  • Mumpung masih muda, jangan ragu untuk mencoba hal baru karena kita tidak akan pernah tahu apa yang kita suka kalau tidak mencoba. Jangan anggap enteng hal-hal kecil sekalipun. Jika itu dirawat dapat menjadi besar dan menjadi keahlianmu.
  • "Buat apa wilayah seluas Sabang sampai Merauke, jika pemudanya kehilangan idealisme."

Tentang Politik

[sunting | sunting sumber]
  • “Tanpa perubahan cara berpikir, pindah ibu kota hanya pindah masalah.”
  • “Kenyamanan jauh lebih menggoda, kemapaman dianggap lebih utama.”
  • “Membuat publik melek informasi, agar tak mudah termakan fitnah dan caci maki.”
  • “Saat kekuasaan mulai berkoalisi, masih adakah kehendak rakyat & ideologi dihargai.”
  • “Dalam narasi-narasi hidup yang nyata, perempuan menjadi kekuatan tak terbatas.”
  • “Kekurangan jangan terlalu dikhawatirkan, selama kepemimpinan berjalan penuh keterbukaan.”
  • “Media selalu punya kesempatan emas, membangun keterlibatan sosial dan solidaritas.”
  • “Rakyat diajak jadi penonton yang bertepuk tangan yang bayar tiket berupa pajak dan aneka pungutan.”
  • “Harta dan tahta, memang dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Perputaran uang, jadi bahan bakar kekuasaan.”
  • “Tinggal tunggu waktu lahirnya generasi pencipta, mereka yang akan harumkan Indonesia dengan karya.”
  • Kemampuan membaca medan, kecerdikan melihat kesempatan dibutuhkan di tengah persaingan.
  • Selama ini, raga koruptor terpenjara, tapi bisnis dan hidup sosialnya lancar jaya. Ada yang salah dalam sistem hukum kita, terutama bobot hukuman dan efek jera[2]
  • "Keadilan jadi barang sukar, ketika hukum hanya tegak pada yang bayar" [3]
  • "Kepemimpinan adalah keteladanan, inspirasi yang sanggup menggerakkan[4]

Tentang Budaya dan Kehidupan

[sunting | sunting sumber]
  • Budaya ketimuran harus jadi kebanggaan, bukan dengan ancaman dan paksaan.
  • Menikmati kehidupan bukanlah tentang memiliki segalanya, tapi merasa bahagia dengan apa yang telah ada
  • Hidup adalah tentang menjaga keseimbangan antara kerja keras dan istirahat[2]
  • Kehidupan yang menyenangkan adalah ketika kita bisa menjadi diri sendiri tanpa pretensi.[5]
  • Hidup adalah tentang memberi dan menerima, karena hanya dengan begitu kita bisa merasakan kebahagiaan sejati.[5]
  • Hidup tidak selalu indah, tapi setiap detiknya layak untuk disyukuri.[5]
  • Jangan biarkan kehidupan membuat kita lupa untuk menikmati momen-momen kecil yang berarti..[5]
  • Jangan biarkan kesuksesan membuat kita sombong, dan jangan biarkan kegagalan membuat kita patah semangat.[5]
  • Kehidupan akan terus berjalan, jadi kita harus terus bergerak maju.[5]
  • Saat kita merasa down, ingatlah bahwa kehidupan selalu memberi kesempatan untuk memulai lagi.[5]
  • Hidup adalah tentang bagaimana kita belajar menerima kenyataan dan tetap bersyukur.[5]
  • Jangan pernah meremehkan kekuatan doa, karena dengan berdoa, keajaiban bisa terjadi.
  • Hidup adalah tentang bagaimana kita mengelola emosi dan menghadapi segala tantangan dengan bijak.
  • Keberanian bukanlah bagaimana kita takut, tapi bagaimana kita tetap maju meski takut.
  • Hidup ini seperti naik roller coaster, penuh dengan naik turun, tapi kita harus tetap berpegang pada pegangan yang kokoh.
  • Ketika kita merasa lelah, itu adalah tanda bahwa kita perlu istirahat, bukan menyerah.
  • Kehidupan bukanlah tentang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana kita belajar dari setiap pengalaman.
  • Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing, jangan pernah iri dengan takdir orang lain.
  • Ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan, maka berdamailah dengan ketidakpastian itu.
  • Kadang kita harus berani melepaskan sesuatu yang kita rasa berat, agar kita bisa mendapatkan yang lebih baik.

Tentang Cinta

[sunting | sunting sumber]
  • Cinta adalah pilihan. Kamu bisa memilih untuk mencintai atau tidak. Tapi, sekali kamu memilih untuk mencintai, kamu harus siap untuk berkorban.[5]
  • Cinta itu bukan tentang siapa yang pertama datang, tapi tentang siapa yang bertahan hingga akhir.[5]
  • Cinta tidak selalu indah. Adakalanya cinta membuat kita merasakan sakit, tapi itulah yang membuat cinta menjadi berharga.[5]
  • Cinta tidak mengenal batas usia, suku, agama, atau ras. Cinta adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua orang.[5]
  • Cinta itu bukan tentang memiliki, tetapi tentang memberi. Cinta itu bukan tentang menguasai, tetapi tentang membebaskan.[5]
  • Cinta itu bukan tentang sempurna, tetapi tentang menerima apa adanya.[5]
  • Cinta itu adalah bahasa universal. Cinta bisa dipahami oleh semua orang, dari berbagai latar belakang budaya dan agama.[5]
  • Cinta itu bukan tentang menemukan seseorang yang akan membuat kita sempurna, tapi tentang membuat kita menjadi sempurna.[5]
  • Cinta bukan hanya sekadar perasaan, tetapi juga tindakan. Cinta itu harus dibuktikan dengan perbuatan.[5]
  • Cinta itu adalah kekuatan yang luar biasa. Cinta bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan, tapi juga bisa menjadi kekuatan untuk kejahatan.[5]
  • Cinta sejati adalah ketika kamu tetap setia meski dalam keadaan sulit.
  • Cinta adalah perjalanan panjang yang penuh dengan pengorbanan dan kesetiaan.
  • Cinta itu seperti pohon, butuh perawatan dan kesabaran untuk tumbuh dan berkembang.
  • Cinta adalah kekuatan yang membuatmu mampu melewati segala rintangan.
  • Cinta sejati adalah saat kamu rela menahan beban berat bersama orang yang kamu cintai.
  • Cinta itu memberikan kebebasan tanpa memaksakan apapun.
  • Cinta adalah saat kamu mampu melihat kebaikan dalam segala hal tentang seseorang.
  • Cinta sejati adalah ketika kamu siap melindungi dan mengorbankan diri untuk orang yang kamu cintai.

Cinta itu hadir dalam kebaikan dan saling menghormati.

Tentang Agama

[sunting | sunting sumber]
  • “Agama seharusnya menjadi penerang, bukan bahan untuk saling menghakimi.”
  • “Ibadah tidak hanya tentang ritual, tetapi tentang bagaimana kita memperlakukan manusia lain.”
  • “Kesalehan tidak diukur dari penampilan, tetapi dari kelapangan hati dan keluhuran budi.”
  • “Agama hadir untuk memanusiakan manusia, bukan membuat kita merasa paling benar.”
  • “Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan undangan untuk saling memahami.”
  • “Yang beragama itu manusia, maka janganlah keangkuhan menggantikan ketulusan.”
  • “Ketakwaan seharusnya memunculkan kerendahan hati, bukan keterpisahan dari sesama.”
  • “Jangan jadikan agama sebagai senjata untuk melukai; jadikan ia sebagai jembatan untuk merangkul.”
  • “Doa adalah kekuatan, tetapi tindakan baik adalah wujud paling nyata dari doa itu sendiri.”
  • “Agama tidak pernah memerintahkan permusuhan; manusia yang kerap salah menafsirkannya.”
  • “Iman tidak membutuhkan panggung; ia tumbuh dalam keheningan dan praktik hidup sehari-hari.”
  • “Belajarlah memahami sebelum menilai, karena ajaran agama tidak lahir dari prasangka.”
  • “Yang penting bukan seberapa sering kita berbicara tentang Tuhan, tetapi seberapa besar kita menebarkan kebaikan.”
  • “Fanatisme membutakan, sementara pemahaman membuka jalan bagi kedamaian.”
  • “Keberagaman adalah keniscayaan; agama mengajarkan kita untuk menjadikannya kekuatan.”
  • “Hidup beragama berarti menjaga diri, menjaga lisan, dan menjaga hubungan antarsesama.”
  • “Kebijaksanaan tidak lahir dari hafalan ayat, tetapi dari penghayatan terhadap maknanya.”
  • “Kita tidak perlu memaksakan keyakinan, karena hidayah adalah hak Tuhan.”
  • “Agama adalah jalan menuju kebaikan; jika ia membuatmu membenci, mungkin kau sedang tersesat.”
  • “Yang berharga dari agama bukan perdebatan, tetapi nilai kasih sayang yang ia ajarkan.”

Tentang Kemanusiaan

[sunting | sunting sumber]
  • Yang menjadi pena adalah kebaikan, yang menjadi tinta adalah kemanusiaan.”
  • “Nyawa manusia bukan tragedi tontonan dan statistik belaka.”
  • “Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian, yang mesti dirajut ialah solidaritas dan kepedulian.”
  • “Pendidikan seharusnya memanusiakan manusia, bukan mengkerdilkan siapa pun.”
  • “Kita tak boleh membiarkan orang kecil terus menjadi korban dan hanya tercatat sebagai catatan kaki.”
  • “Kemanusiaan menuntut kita untuk hadir, bukan sekadar melihat dari kejauhan.”
  • Jangan biarkan kesuksesan membuat kita sombong dan jangan biarkan kegagalan membuat kita patah semangat.[2]

Tentang kehilangan dan keluarga (2025)

[sunting | sunting sumber]

Ungkapan Najwa Shihab usai kepergian suaminya, seperti dikutip media:

  • Kini mereka saling berdekapan, ayah dan anak perempuannya, satu kehidupan penuh, satunya helaan napas singkat, dalam rengkuhan tanah yang sama.
  • Kami bayangkan ia meraih tangan ayahnya, ‘Abi, sini… Namiyah sudah di sini.’ Pertemuan yang tak bisa diberikan dunia kepada mereka, dan dipenuhi oleh dunia berikutnya – dengan lembut, seutuhnya.
  • Cinta kalian menyangga kami saat kami tak punya daya untuk berdiri.

Menjelang peringatan 40 hari wafatnya sang suami:

[sunting | sunting sumber]
  • Empat puluh hari tanpa Ibrahim. Dan entah bagaimana, kami masih di sini—memegang erat yang ia tinggalkan: cinta yang tak luntur, kekuatan yang meneguhkan langkah.
  • Di ruangan yang penuh doa dan kehangatan, rasanya ia tetap bersama kami—dalam teduhnya jiwa, dalam tenangnya keyakinan. Terima kasih, untuk setiap pelukan yang tak terlihat, setiap doa diam-diam yang menenangkan.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. https://books.google.co.id/books?id=gcXYDwAAQBAJ&printsec=frontcover&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
  2. https://www.inilah.com/60-kata-kata-najwa-shihab-yang-bijak-inspiratif-dan-penuh-makna
  3. https://m.kumparan.com/inspirasi-kata/17-quotes-kata-kata-bijak-najwa-shihab-penuh-inspirasi-dan-motivasi-25hq26m5O06
  4. https://www.liputan6.com/hot/read/5505276/100-quotes-najwa-shihab-yang-keren-dan-inspiratif-bangkitkan-semangat-jalani-hidup
  5. https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/begini-unggahan-menyentuh-najwa-shihab-soal-hubungan-ayah-dan-anak-sebut-ibrahim-assegaf-sebagai-rumah-bagi-keluarga-78d8ba.html
  6. https://realita.co/baca-39240-najwa-shihab-tulis-pesan-mengharukan-di-foto-makam-suami
  7. https://www.viva.co.id/showbiz/gosip/1835232-isi-hati-najwa-shihab-usai-40-hari-sang-suami-meninggal-dunia?page=2
  8. https://books.google.co.id/books/about/Catatan_Najwa.html?id=AKRizQEACAAJ&redir_esc=y
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
  1. *, Rusdiono (2018-06-30). Kajian Persoalan Manajemen Pemerintahan Ditinjau dari Aspek Kelembagan. Vol. 23. doi:10.26418/proyeksi.v23i1.2443. ISSN 2775-7501.
  2. 2,0 2,1 2,2 Sitoresmi, Ayu Rifka (2024-01-15). "100 Quotes Najwa Shihab yang Keren dan Inspiratif, Bangkitkan Semangat Jalani Hidup". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-11-15.
  3. Copied!, Siena Karani Share Link (2025-10-14). "Kata Bijak Najwa Shihab: Inspirasi dan Motivasi dari Jurnalis Terkemuka Indonesia". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2025-12-14.
  4. Shihab, Najwa (2016). Catatan Najwa. Literati. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 5,00 5,01 5,02 5,03 5,04 5,05 5,06 5,07 5,08 5,09 5,10 5,11 5,12 5,13 5,14 5,15 5,16 5,17 "350 Kata Bijak Najwa Shihab yang Menginspirasi, Teguhkan Hati Membakar Semangat". merdeka.com. 2025-06-14. Diakses tanggal 2025-11-30.