Lompat ke isi

Megawati Soekarnoputri

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (lahir 23 Januari 1947) adalah Presiden Indonesia kelima yang menjabat dari tahun 2001 sampai 2004, menggantikan Abdurrahman Wahid yang dicopot dari jabatannya.

  • Saya sungguh beruntung dapat berdialog langsung dengan Bung Karno, Bung Hatta, KH Agus Salim, Jenderal Achmad Yani, dan Para Jenderal Pahlawan Revolusi yang lain; juga Pak Hoegeng sahabat saya; serta orang-orang pintar berhati nurani yang dipunyai oleh Republik Indonesia waktu itu dan para tokoh bangsa lainnya.[1]
  • Kita bukan kalah, tapi kurang suara.[2]
  • Saya sering bertanya-tanya pada diri sendiri rekonsiliasi itu untuk apa.[3]
  • Kepada anak-anakku di seluruh Tanah Air, saya minta untuk bekerja kembali dengan tulus. Jangan melakukan hal-hal yang bersifat emosional, karena di dalam mimbar ini, kamu melihat ibumu berdiri di sini...[4]
  • Untuk kekurangan dan hal-hal yang belum terselesaikan (itu), kepada Majelis yang terhormat dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, bersama-sama Saudara Wakil Presiden saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.[5]
  • Pemerintah sekarang (SBY) hanya berjanji setinggi langit tapi pencapaian sekaki bukit.[butuh rujukan]
  • Nabi saja seorang pemimpin, tapi nggak sarjana kok.[butuh rujukan]
  • Demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi blok-blokan kekuasaan, tetapi demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan konstitusi.[6] - pernyataan sikap resmi PDIP terhadapan pemerintahan Prabowo Subianto.
  • Sejarah kelam membuktikan hanya dengan persatuan, disiplin, dan keberanian membela kebenaran, bangsa ini merdeka, merdeka merdeka, bangsa ini berdiri tegak dan rakyatnya dengan dada diangkat berdaulat di tanah airnya sendiri.[6] - dalam penutupan Kongres VI PDIP.
  • Saya paling nggak suka lho sama buzzer. Katanya ibu Mega sampai jual pulau namanya Sipadan dan Ligitan. Pengecut kamu ya. Buat apa aku jual.[7] - ia mengaku pernah diserang oleh buzzer, diutarakan pada acara "Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM-BRIN".
  • Terus bekerja sepenuh hati. Jangan pernah melakukan sesuatu dengan emosional.[8]
  • Berdirilah tegak kaum perempuan tiang negara kesatuan republik Indonesia.[9]
  • Jangan sekali-kali punggungi rakyat. Jangan hitung untung rugi kerja politik. Jangan cari keuntungan pribadi atau kelompok dari tugas ideologis ini.[10]
  • Kebahagiaan kita bukan karena berkoalisi dengan kekuasaan,tetapi kebahagiaan itu akan datang ketika kita bista menangis dan tertawa bersama.
  • Saya ingin mendorong orang-orang kami, untuk mendidik orang-orang kami agar berani memahami dan memperjuangkan hak-hak mereka.
  • Tujuan pendidikan adalah mewujudkan bangsa yang cerdas, tidak hanya secara Intekektual tapi juga secara emosional dan spiritual.[11]
  • "Haluan negara dibutuhkan agar arah pembangunan nasional berjalan baik, terencana, dan berkesinambungan,"[12]
  • "Terus bekerja sepenuh hati. Jangan pernah melakukan sesuatu dengan emosional."[13]
  • Saya tahu bahwa sawit ini sebuah jenis tanaman yang arogan. Begini, dia itu sangat manja, jenis familynya Palmae itu jadi seperti kelapa, sagu, sawit, kalau kelapa itu dia umpamanya ditanam begini sudah tua ditumbuhkan yang baru disini (disampingnya) itu bisa. Jadi dianungi sama yang sudah tua, kalau sawit tidak bisa.[14] - dalam program dokumenter KompasTV berjudul "Merawat Pertiwi"

Kutipan tentang Megawati

[sunting | sunting sumber]
  • Saya kagum kepada Mbak Mega. Sebab, selama bertahun-tahun digencet pemerintah dulu tetapi tidak patah. Inilah kelebihan Mbak Mega. - Abdurrahman Wahid (1999)[15]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Sukidi (9 Januari 2025) "Cahaya Negarawan di Tengah Gelap" Kompas. hal 1
  2. "Tempointeraktif.Com - Megawati: Kita Bukan Kalah, Tapi Kurang Suara". www.tempointeraktif.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-05.
  3. "Megawati Pertanyakan Perlunya Rekonsiliasi - 12/10/2004, 14:55 WIB - KOMPAS Cyber Media - NASIONAL". www.kompas.com. Diakses tanggal 2025-08-05.
  4. "Megawati: Ibumu Berdiri di Sini... -- Jumat, 22 Oktober 1999". www.kompas.com. Diakses tanggal 2025-08-05.
  5. "Megawati Minta Maaf - Jumat, 24 September 2004". www.kompas.com. Diakses tanggal 2025-08-05.
  6. 6,0 6,1 "Megawati: Tidak Ada Istilah Oposisi dan Koalisi". Tempo. 3 Agustus 2025 | 13.00 WIB. Diakses tanggal 2025-08-05.
  7. "Megawati: Saya Paling Nggak Suka Sama Buzzer". kumparan. Diakses tanggal 2025-10-02.
  8. https://www.tempo.co/gaya-hidup/intip-7-kata-bijak-dari-para-presiden-republik-indonesia-807689
  9. https://jabar.tribunnews.com/2023/01/23/10-quotes-megawati-yang-penuh-makna-dan-inspiratif-buat-anak-muda-semakin-cinta-tanah-air
  10. "10 Quotes Megawati yang Penuh Makna dan Inspiratif, Buat Anak Muda Semakin Cinta Tanah Air". Tribunjabar.id. Diakses tanggal 2025-11-30.
  11. "10 Quotes Megawati yang Penuh Makna dan Inspiratif, Buat Anak Muda Semakin Cinta Tanah Air". Tribunjabar.id. Diakses tanggal 2025-11-30.
  12. Amalia, Nadhifa Sarah. "Kutip Megawati, Bamsoet Tegaskan Amandemen UUD Diperlukan". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-30.
  13. "Intip 7 Kata Bijak dari Para Presiden Republik Indonesia". Tempo. 13 Oktober 2018 | 20.35 WIB. Diakses tanggal 2025-11-30.
  14. Anggraeni, Yuliyanti. "Pernyataan Megawati Soal Sawit Kembali Viral Pasca Bencana Sumatera, Sebut jadi Tanaman Arogan - Kilat". Pernyataan Megawati Soal Sawit Kembali Viral Pasca Bencana Sumatera, Sebut jadi Tanaman Arogan - Kilat. Diakses tanggal 2025-12-28.
  15. Panji Masyarakat No.28 Th.III, 27 Oktober 1999

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z