Maria Catarina Sumarsih

Dari Wikiquote bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Jump to navigation Jump to search
Wikipedia-logo-v2-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Maria Catarina Sumarsih (biasa dipanggil Sumarsih) mendapatkan penghargaan Yap Thiam Hien tahun 2004 adalah ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan atau Wawan – mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta yang tewas dihantam peluru tajam aparat dalam aksi demonstrasi 13 November 1998.


  • "Orang yang menderita itu yang dilakukan adalah membaca kitab suci, berdoa, berpuasa dan setiap hari ke makam Wawan. Setiap hari ke makam karena saya merasa masih bersama-sama dengan Wawan. Secara fisik – tubuh Wawan di makam, tapi disitulah ia menjadi taman hati keluarga. Saya rawat sendiri. Setiap hari ada bunga… saya bawakan ia air minum… ya namanya orang sudah kehilangan harapan hidup khan melakukan apa saja yang kira2 bisa menghibur saya. Jadi saya kalau ke kantor selalu lewat. Rumah saya di Meruya dan Wawan dimakamkan di TPU Joglo jadi kalau lewat pasti saya mampir."
  • "Peristiwa penembakan Wawan terasa di luar kemampuan saya untuk menghadapinya. Kehidupan lahir dan batin saya sungguh terhempas pada jurang yang begitu kelam. Luluh lantak kehidupan saya dan seakan-akan tak kuasa untuk bangkit dan menata kembali ke kehidupan normal. Di hadapan Tuhan saya bangga terhadap apa yang telah dilakukan Wawan, saya tidak menyalahkan keputusan Wawan untuk bergabung dengan kaum yang peduli dan prihatian melihat carut marutnya negeri ini. Melalui proses perenungan yang panjang, saya sampai pada sebuah persepsi bahwa Wawan berada pada posisi yang benar. Namun sebagai manusia, hati saya amat terluka dengan kepergiannya untuk selama-lamanya. Untuk itu dan didorong kecintaan saya pada Wawan timbul niat untuk menuntut kebenaran ketika saya masih dikaruniai waktu dan usia. Bayang-bayang sempat melintas dan bertutur bahwa saya harus berjuang menuntut kebenaran dan keadilan bersama sesama orang-orang sederhana, orang-orang lemah yang menderita dan menanggung beban akibat ulah kekuasaan."
  • "Semula saya ragu-ragu dan membutuhkan waktu 3 hari untuk memutuskan apakah saya akan terima atau tidak anugrah ini. Kalau saya hari ini menerima penghargaan Yap Thiam Hien Awards tahun ini, maka saya hanya mewakili Wawan. Yang pantas menerima penghargaan ini sebenarnya Wawan, tapi setelah Wawan tidak ada maka saya sebagai ibu yang melahirkannya memiliki kewajiban untuk melanjutkan perjuangannya. Karena yang tahu siapa Wawan dan apa yang dikerjakannya adalah saya – ibunya!"
  • "Wan, penghargaan ini tidaklah tepat untuk ibu. Kamulah Nak yang lebih pantas menerimanya. Ibu hanyalah sekadar melahirkanmu Nak."
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z