Lompat ke isi

Marcus Aurelius

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Patung Marcus Aurelius

Marcus Aurelius Antoninus Augustus (26 April 121 - 17 Maret 180) adalah seorang filsuf dan Kaisar Romawi dari 161 sampai wafatnya pada 180.

Tentang manusia[sunting]

  • "Manusia terdiri atas raga dan jiwa. Karenanya sering kali, terutama pada masa muda, ia hanya tertarik dengan raganya. Akan tetapi, bagian paling inti dari setiap manusia bukanlah raga, melainkan jiwa. Jiwamulah yang harus kau rawat, bukan ragamu. Kau harus terus memplejarinya dari waktu ke waktu, dan mengingat bahwa kehidupan sejatimu ada di rohmu, yaitu jiwamu. Jaga ragamu dari kotoran sehari-hari dan jangan biarkan dagingmu menuntunnya. Buat ragamu patuh pada jiwamu, baru kemudian kau akan memenuhi takdirmu dan menjalani kehidupan bahagia."
  • "Karakteristik unik orang yang berpikir panjang adalah penerimaan akan dirinya, berlawanan dengan pergulatan menyedihkan melawan takdir, yang merupakan karakteristik hewan."
  • "Dahan kecil yang dipangkas dari batang besar dipisahkan dari seluruh pohon. Dengan cara yang sama, saat seseorang berdebat dengan orang lain, ia dipisahkan dari kemanusiaan."

Tentang kebahagiaan[sunting]

Tentang pekerjaan[sunting]

  • "Saat kau memikul bebanmu, kau harus tahu bahwa memiliki beban itu baik. Lakukan yang terbaik dari beban ini dan ambil darinya segala sesuatu yang diperlukan bagi kehidupan intelektualmu, seperti perutmu mengambil dari makanan segala sesuatu yang diperlukan bagi dagingmu, atau api menyala makin besar setelah kau meletakkan kayu padanya."

Tentang keputusasaan[sunting]

  • "Jangan putus asa. Jangan kecewa kalau kau melihat bahwa kau tidak bisa mencapai semua hal baik yang ingin kau capai. Kalau kau gagal, berusahalah bangkit. Berusahalah mengatasi rintangan yang ada di hadapanmu. Pergilah ke inti permasalahan, ke esensi segala hal.

Tentang kesalahan[sunting]

  • "Kalau kau menyadari seseorang melakukan kesalahan, koreksilah orang ini dan kesalahannya secara rendah hati. Kalau ia tidak mendengarkanmu, salahkan dirimu sendiri, atau bahkan lebih penting, jangan salahkan siapapu, tapi teruslah bersikap rendah hati."

Tentang kehidupan[sunting]

  • "Kehidupan itu singkat. Jangan lupakan hal terpenting dalam kehidupan, hidup untuk orang lain dan melakukan hal baik untuk mereka."
  • "Tujuan kehidupan bukanlah melakukan apa yang dilakukan kebanyakan orang, tetapi hidup sesuai hukum batin yang kau pahami dalam dirimu sendiri. Jangan bertindak bertentangan dengan nurani atau kebenaran. Hiduplah seperti ini maka kau akan memenuhi tugas kehidupanmu."

Tentang kejahatan[sunting]

Tentang spiritualitas[sunting]

Tentang rendah hati[sunting]

Tentang kematian[sunting]

  • "Seperti kelahiran, kematian merupakan rahasia alam."
    • Dikutip dari: Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 130.
  • "Mati sama dengan hidup, merupakan suatu rahasia alam."
    • Dikutip dari: Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 132.
  • "Apakah kau cemas akan saat kematianmu? Kehidupan kita hanya momen sesaat dalam keabadian. Pikirkanlah maka kau akan melihat bahwa ada keabadian di belakangmu dan di hadapanmu, serta di antara kedua jurangmu yang besar, apa perbedaan yang terjadi, entah kau hidup tiga hari atau tiga abad?

Tentang orang lain[sunting]

Tentang jiwa[sunting]

  • "Aku menyebut jiwa sebagai bagian dari manusia yang memiliki keberadaan bebas dan memberi kita pemahaman akan kehidupan."
  • "Jiwa manusia, bukan dengan dirinya sendiri, tapi dengan sejumlah kekuatan, didorong makin dan makin mendekati kebenaran serta kebaikan, dan semakin baik kita memahaminya, semakin rendah hati kita jadinya."
  • "Jiwa seseorang bisa dibandingkan dengan bola transparan yang menyala dari dalam karena cahanya sendiri. Nyala ini bukan hanya sumber semua cahaya dan kebenaran, tapi juga menerangi segala sesuatu di sekitarmu. Dalam keadaan ini, jiwa bebas dan bahagia. Hanya jika jiwa menjadi kecanduan dengan segala sesuatu di luar dirimulah ia menjadi bermasalah, gelap, dan tak bisa dimasuki. gangguan menghalangi cahaya yang menunjukkan jalan kepadamu."
  • "Aku terdiri atas jiwa dan raga. Waktu memengaruhi raga, tapi kehidupan jiwa tak bermakna, entah pada masa lalu atau masa depan. Semua kehidupannya berpusat pada masa kini."

Tentang kesempurnaan[sunting]

Tentang penderitaan[sunting]

Tentang dunia[sunting]

Tentang perubahan[sunting]

  • "Kenapa kau begitu takut akan perubahan? Tak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa dilakukan tanpa perubahan. Hanya satu hukum yang harus tetap sama: jangan lakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan kepada orang lain."

Komentar tentang dirinya[sunting]

  • "Ia adalah seorang pria yang melihat pada hal yang sebaiknya dikerjakan, bukan pada reputasi yang didapat dari tindakannya."
    • Dikemukakan dalam Meditations jilid pertama halaman 16.
  • "Saya harus menciptakan lingkungan bacaan bagi diri sendiri: Epictetus, Marcus Aurelius, Laozi, Buddha, Pascal, Perjanjian Baru. Ini juga berfaedah bagi semua orang."

Kutipan tanpa sumber[sunting]

Mengapa begitu takut pada perubahan. Tidak ada di dunia ini yang dapat dilakukan tanpa perubahan. Jangan melakukan sesuatu yang berlawanan dengan hakikat manusia dan perlakukan orang lain seperti yang diajarkan alam.

Pranala luar[sunting]

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Commons
Commons
Wikimedia Commons memiliki media terkait mengenai: