Malala Yousafzai
Tampilan


Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Malala Yousafzai adalah seorang aktivis HAM berkebangsaan Pakistan dari kota Mingora, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Ia merupakan pejuang pendidikan dan hak-hak perempuan di Lembah Swat, tempat Tehrik-i-Taliban Pakistan melarang perempuan bersekolah. Pada tahun 2014, ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian sebagai pengakuan atas upaya mereka dalam memperjuangkan hak-hak anak bersama Kailash Satyarthi.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “Ketika seluruh dunia diam, bahkan satu suara menjadi kekuatan.”
- “Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia.” Dikutip dari Pidato Malala dalam Sidang Umum PBB, 12 Juli 2013.
- “Saya ingin setiap anak mendapatkan pendidikan, bukan hanya anak-anak dari keluarga kaya dan berkuasa.” Dikutip dari Wawancara Malala dengan BBC News tahun 2014.[1]
- “Ketika seluruh dunia diam, bahkan satu suara pun menjadi kuat.” Dikutip dari “I Am Malala: The Girl Who Stood Up for Education and Was Shot by the Taliban” (2013).
- Jika kita ingin mencapai tujuan kita, maka mari kita perkuat diri dengan senjata pengetahuan dan lindungi diri dengan persatuan serta kebersamaan.# Mari kita ciptakan masa depan kita sekarang, dan mari kita jadikan impian kita kenyataan di hari esok.
- Pendidikan adalah pendidikan. Kita harus mempelajari segala hal, lalu memilih jalan mana yang akan kita tempuh.Pendidikan bukanlah milik Timur maupun Barat, pendidikan adalah milik manusia.Dikutip dari “I Am Malala: The Girl Who Stood Up for Education and Was Shot by the Taliban” (2013).
- Jika satu orang laki-laki bisa menghancurkan segalanya, mengapa satu perempuan tidak bisa mengubahnya?
- Cara terbaik untuk memecahkan masalah dan melawan perang adalah melalui dialog.
- Saya katakan bahwa saya lebih kuat dari rasa takut.
- Kita menyadari pentingnya suara kita hanya ketika kita dibungkam.
- Tidak boleh ada diskriminasi terhadap bahasa yang digunakan orang, warna kulit, atau agama.
- Tidak ada perjuangan yang bisa berhasil tanpa perempuan berpartisipasi berdampingan dengan laki-laki. Ada dua kekuatan di dunia; satu pedang dan yang lainnya adalah pena. Ada kekuatan ketiga yang lebih kuat dari keduanya, yaitu wanita.
- Di Pakistan ketika wanita mengatakan mereka ingin merdeka, orang berpikir ini berarti kami tidak ingin mematuhi ayah, saudara laki-laki atau suami kami. Tapi bukan berarti begitu. Artinya kita ingin membuat keputusan untuk diri kita sendiri. Kami ingin bebas pergi ke sekolah atau pergi bekerja. Tidak ada satupun yang tertulis dalam Al Qur'an bahwa seorang wanita harus bergantung pada seorang pria. Perkataan belum turun dari surga untuk memberi tahu kita bahwa setiap wanita harus mendengarkan seorang pria.
- Bagi saya, moral dari cerita ini adalah bahwa akan selalu ada rintangan dalam hidup, tetapi jika Anda ingin mencapai suatu tujuan, Anda harus melanjutkan.
- Saya pikir setiap orang membuat kesalahan setidaknya sekali dalam hidup mereka. Yang penting adalah apa yang Anda pelajari darinya.
- Yang saya inginkan hanyalah pendidikan, dan saya tidak takut pada siapapun. Dikutip dari Ahmad Naufal Dzulfaroh & Farid Firdaus, 20 Kutipan Inspiratif Malala Yousafzai Tokoh Penerima Nobel Perdamaian Termuda https://www.kompas.com/tren/read/2023/09/24/213000765/20-kutipan-inspiratif-malala-yousafzai-tokoh-penerima-nobel-perdamaian.
- Para ekstremis telah menunjukkan apa yang paling menakutkan mereka: seorang gadis dengan buku.
- Tidak adanya pendidikan adalah akar dari semua masalah Pakistan. Kebodohan memungkinkan politisi membohongi rakyat dan terpilih kembalinya para pejabat yang payah.[1]
- "If there’s one thing that I want to make happen in my lifetime, it’s to ensure that girls have equal opportunities to learn, to play and to make their dreams come true.”[2]
- “Jika ada satu hal yang ingin saya wujudkan dalam hidup saya, itu adalah memastikan bahwa anak perempuan memiliki peluang yang sama untuk belajar, bermain, dan mewujudkan impian mereka.”
- "Somehow you have to be stronger and more courageous at everything. You cannot have moments of breakdowns, moments of self doubt.”[3]
- Entah bagaimana kamu harus lebih kuat dan lebih berani dalam segala hal. Kamu tidak boleh mengalami momen runtuh atau ragu pada diri sendiri.
- "(People can) internalize expectation so much that we lose personal identity.”[3]
- (Orang bisa) menginternalisasi harapan begitu dalam hingga kita kehilangan identitas pribadi.
- “When you decide to still do what you believe in, even in these moments of difficulty, maybe that is true courage and bravery.”[3]
- “Ketika kamu memutuskan untuk tetap melakukan apa yang kamu yakini, bahkan di saat-saat sulit seperti ini, mungkin itulah yang disebut keberanian dan keteguhan sejati.”
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Yousafzai, Malala; Lamb, Christina (2014-05-31). I am Malala: Menantang Maut di Perbatasan Pakistan - Afganistan. Mizan. ISBN 978-979-433-840-7.
- ↑ Kitaura, Cody (2025-11-24). "Malala Yousafzai on Reintroducing Herself With New Memoir". UC Davis (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 "In Her Memoir, Malala Yousafzai Introduces the 'More Real Version' of Herself". TODAY.com (dalam bahasa Inggris). 2025-11-24. Diakses tanggal 2025-11-30.
- https://www.bbc.com/news/world-asia-23241937
- https://unfoundation.org/blog/post/9-inspiring-malala-quotes/
- https://www.nobelprize.org/prizes/peace/2014/yousafzai/biographical/
- https://www.goodreads.com/author/quotes/7064545.Malala_Yousafzai
- https://www.kompas.com/tren/read/2023/09/24/213000765/20-kutipan-inspiratif-malala-yousafzai-tokoh-penerima-nobel-perdamaian
- https://www.merdeka.com/sumut/20-kata-kata-bijak-malala-yousafzai-tentang-pendidikan-dan-perempuan-yang-penuh-makna-kln.html?page=2
| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |
