Lompat ke isi

Intan Paramaditha

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Intan Paramaditha adalah adalah seorang pengarang dan akademisi asal Indonesia. Karya sastra maupun tulisan ilmiahnya sering kali terfokus pada hubungan antara gender, seksualitas, budaya, dan politik. Ia mendapat gelar doktor dari New York University pada tahun 2014. Saat ini, ia bekerja sebagai dosen kajian media di Macquarie University, Sydney.

Sebagai pengarang, ia telah menciptakan karya-karya sastra, di antaranya Sihir Perempuan (2005), Gentayangan: Pilih Sendiri Petualanganmu (2017), dan Malam Seribu Jahanam (2023).

Kutipan dalam buku

[sunting | sunting sumber]

Sihir Perempuan

[sunting | sunting sumber]
  • “Sesuatu yang dijaga sejak kecil tidak akan ke mana-mana sewaktu besar.”

Gentayangan: Pilih Sendiri Petualanganmu

[sunting | sunting sumber]
  • “Novel ini bercerita tentang perempuan naif yang ingin melakukan petualangan. Untuk mewujudkan itu, ia bersekutu dengan iblis,”[1]
  • "Iblis Kekasih mendatangimu saat kau ingin lari. Seperti malam-malam sebelumnya, kau merasa kaki dan tanganmu terikat di tempat tidur."

Malam Seribu Jahanam

[sunting | sunting sumber]
  • “Maka aku menulis. Aku tidak tahu apakah aku menulis untuk bertahan atau menunda mati.”
  • "Revolusi selalu dimulai oleh saudara tiri buruk rupa."
  • “Mungkin saya punya gambaran romantik tentang penulis dan dunia mereka sendiri di belakang mesin tik,”[2]
  • "Intinya bahwa setiap gadis yang memakai sepatu merah, mereka akan naik sebuah kereta yang tidak akan berhenti,"[3]
  • "Menjamurnya penerbitan independen (indie) di Indonesia belakangan ini adalah hal yang baik. Dia percaya bahwa penerbitan indie dapat menjadi wadah eksperimentasi karya-karya yang tidak mendapat tempat di penerbit arus utama (mainstream)."
  • "Kuncinya adalah mengemas karya dengan sebaik-baiknya, cari penerjemah yang baik, tempatkan diri dalam jaringan baik lewat pameran buku atau festival sastra, dan artikulasikan karya dengan baik,"[4]
  • "Gentayangan merujuk pada semangat atau jiwa yang terpenjara pada ketidakpastian antara dunia fana kehidupan dan kematian."[5]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Bertualang lewat "Gentayangan" Karya Intan Paramaditha". Balairungpress. 2018-01-20. Diakses tanggal 2025-12-03.
  2. "Mengolah sudut pandang dan berbicara sastra Indonesia bersama Intan Paramaditha". Intan Paramaditha (dalam bahasa American English). 2017-10-25. Diakses tanggal 2025-12-03.
  3. antaranews.com (2017-10-29). "Intan Paramaditha ajak pembaca "gentayangan"". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-03.
  4. "Kisah Intan Paramaditha Berjuang Menerbitkan Buku di Luar Negeri". Kompas.com. 20-04-2018. Diakses tanggal 2025-12-03.
  5. Ho, Oivia (2020-05-12). "Kenakan Sepatu Iblis dan Pilih Sendiri Petualanganmu". www.straitstimes.com. Diakses tanggal 2025-12-21.