Lompat ke isi

Hamka

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Hamka pada tahun 1929

Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) atau yang sering juga dipanggil Buya Hamka adalah seorang ulama, filsuf, sekaligus sastrawan Indonesia yang ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.[1]

  1. Muhammadiyah itu lahir di Yogyakarta, tapi dibesarkan di Sumatera Barat.[2]
  2. Orang yang selalu berbohong, lama kelamaan tidak bisa lagi membedakan kebohongan dengan kebenaran yang diucapkannya.
  3. Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.
  4. Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.
  5. Air mata berasa asin itu karenanya air mata adalah garam kehidupan.
  6. Jika kita dapat menyelamatkan diri kita sendiri, para Nabi tidak perlu ada untuk keselamatan kita.
  7. Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.
  8. Riwayat lama tutuplah sudah sekarang buka lembaran baru. Baik hentikan termenung gundah, apalah guna lama terharu.
  9. Sebesar-besar atau seberat-berat urusan, jangan dihadapi dengan muka berkerut, kerut muka itu dengan sendirinya menambahkan lagi kerut pekerjaan itu.
  10. Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Yang takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.
  11. Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat. Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur.
  12. Supaya engkau mendapat sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang.

Kutipan terkait

[sunting | sunting sumber]
  1. Pertama, ketika ia merintis jurnalisme Islam melalui Pedoman Masyarakat dan berbagai media massa keagamaan lainnya. Fungsi itu ditunaikannya dengan baik dan tuntas, dalam arti kelanjutan usaha yang dirintisnya itu dapat terpelihara, kini dalam bentuk jurnal Panji Masyarakat. Setelah itu, Buya Hamka memulai usaha lain, yaitu membuat sebuah “pangkalan kegiatan” berupa masjid Al-Azhar di bilangan elite Kebayoran Baru, Jakarta. Kompleks yang berdiri teguh di tempat itu menjadi bukti sebuah kerja monumental tersendiri. Kompleks yang berisi kantor dan induk bermacam-macam kegiatan, dari pengajian bulanan kaum ibu, melalui “pangkalan kegiatan” remaja masjid hingga beberapa jenis sekolah (taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan atas). Terakhir adalah Majelis Ulama Indonesia, yang di tangan Buya Hamka bermula dari titik nol tetapi kemudian telah berdiri teguh ketika ditinggalkannya. Kepemimpinan yang terbukti baik secara fungsional (memberikan dampak mendalam dan mengubah orientasi kehidupan masyarakat) maupun institusional. - Abdurrahman Wahid (1983) [3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Haryanto, Alexander. "Biografi Singkat Buya Hamka: Sejarah, Latar Pendidikan & Pemikiran". tirto.id. Diakses tanggal 2026-06-10.
  2. "Wayback Machine" (PDF). repository.um-palembang.ac.id. Diakses tanggal 2026-02-13.
  3. Hamka di Mata Hati Umat (1983)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Commons
Commons
Wikimedia Commons memiliki media terkait mengenai: