Emma Goldman
Tampilan

Emma Goldman (27 Juni 1869 – 14 Mei 1940) adalah seorang politisi anarkis, aktivis, dan penulis Amerika kelahiran Rusia.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Saat kita tidak bisa bermimpi lagi, kita mati.
- Dikutip dari Margaret C. Anderson dalam "Emma Goldman in Chicago", Mother Earth magazine (December 1914)
Kutipan dari Buku Suara Anarkis Pendidikan Anak, Pernikahan, dan Tragedi Emansipasi Perempuan[1]
[sunting | sunting sumber]- Anak menunjukkan kecenderungan individualnya dalam permainan-mainan yang ia mainkan, dalam pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan, dan dalam hubungannya dengan orang lain dan benda. (Halaman: 5)
- Karena setiap upaya yang dilakukan oleh pendidikan yang saat ini ada, yang tampaknya hanya mengarah untuk menjadikan anak-anak sebagai orang asing bagi dirinya sendiri, maka pada akhirnya yang tumbuh adalah individu-individu yang asing satu sama lain, dan antagonisme abadi satu sama lain. (Halaman:6)
- Yang perlu diketahui oleh setiap orang tua dan guru adalah pemaksaan selalu membangkitkan penolakan. (Halaman 13-14)
- Anak, yang hanya diberi asupan ide-ide yang sepihak dan tetap, akan segera menjadi lelah karena harus mengulangi apa yang diyakini oleh orang tuanya, dan mulai mencari sensasi baru; tak peduli seberapa rendah dan dangkal pengalaman baru tersebut, pikiran manusia tidak akan tahan dengan kesamaan dan kemonotonan. (Halaman 15-16)
- Pikiran yang mandiri, setidaknya, akan selalu melawan setiap kekuatan eksternal dan asing yang dipaksakan terhadap hati dan otak manusia. (Halaman:16)
- Jika pendidikan memang dianggap berarti, maka ia harus menekankan pada pertumbuhan dan perkembangan bebas kekuatan dan kecenderungan bawaan anak. Dengan cara ini saja, kita dapat berharap akan terlahir individu-individu yang bebas dan pada akhirnya, masyarakat yang bebas tidak lagi menjadikan gangguan dan pemaksaan pertumbuhan manusia sebagai nilai yang mereka genggam. (Halaman: 17)
- Tujuan utama sekolah adalah mempromosikan perkembangan yang harmonis atas semua bakat terpendam anak. (Halaman:25)
- Oleh karena itu, jika ingin mencapai kebebasan dan kemajuan, sekolah harus membantu mengembangkan apresiasi pada diri anak-anak atas perjuangan yang dilakukan oleh generasi-generasi yang telah lalu, dan dengan demikian akan mengembangkan rasa hormat terhadap setiap kebenaran yang bertujuan untuk membebaskan umat manusia. (Halaman 27-28)
- Emansipasi harus memungkinkan perempuan menjadi manusia dalam arti yang sesungguhnya. Segala sesuatu di dalam dirinya yang membutuhkan penegasan dan aktivitas harus mencapai ekspresi yang sepenuhnya; batasan-batasan buatan harus di hancurkan, dan jalan menuju kebebasan yang lebih besar harus bersih dari setiap jejak ketundukan dan perbudakan selama berabad-abad. (Halaman: 36-37)
- Kemerdekaan dan kesetaraan bagi perempuan!. (Halaman: 37)
- Perempuan harus bebas menentukan takdirnya sendiri. (Halaman: 37)
- Satu-satunya Tuhan yang penting dalam kehidupan Amerika Serikat yang serba praktis adalah: Bisakah laki-laki itu mencari nafkah? Bisakah dia menghidupi istrinya? Karena itu adalah satu-satunya hal yang membenarkan pernikahan. (Halaman: 60)
- Ada orang-orang yang tetap menganggap cinta lebih tinggi daripada dolar dan sen. (Halaman:60)
- Cinta gratis? Seolah-olah cinta itu tidak gratis saja! Manusia bisa membeli otak, tetapi jutaan orang di dunia gagal membeli cinta. (Halaman: 66)
- Cinta tidak membutuhkan perlindungan; ia adalah perlindungan itu sendiri. Selama cinta melahirkan kehidupan, tidak ada anak yang ditelantarkan, atau kelaparan karena kekurangan kasih sayang. (Halaman: 67)
- Perempuan menginginkan anak yang lebih sedikit dan lebih baik, dilahirkan dan dibesarkan dalam cinta dan pilihan bebas. (Halaman: 68)
- Dan jika ia benar-benar menjadi seorang ibu, ia akan memberikan anak itu perhatian dan kasih sayang sebaik dan sedalam mungkin. Tumbuh bersama anak adalah motto hidupnya; dia tahu, hanya dengan cara inilah ia dapat membantu membangun kejantanan dan kewanitaan sejati. (Halaman: 68)
- Cinta dalam kebebasan adalah syarat hidup yang indah. (Halaman: 69)
- Mereka tahu, bahwa cinta entah yang bertahan dalam waktu singkat atau bertahan dalam keabadian adalah satu-satunya dasar bagi manusia baru, bagi dunia baru yang kreatif, menginspirasi, dan meninggikan. (Halaman: 69)
- Di negara kita yang kerdil sekarang ini, cinta memang asing bagi kebanyakan orang. Ia jarang berakar, karena selalu disalahpahami dan dijauhi; atau kalaupun berakar, ia segera layu dan mati. (Halaman: 69)
- Jika dunia ingin melahirkan persekutuan dan kesatuan sejati, maka ia bukanlah pernikahan, tetapi cinta menjadi orang tua. (Halaman: 70)
- Kecemburuan tidak pernah melengkapi karakter seseorang, tidak pernah membuat individu menjadi besar dan baik-baik saja. Yang ia lakukan adalah membuat individu ini menjadi buta karena amarah, picik dengan kecurigaan, dan kasar karena iri hati. (Halaman: 75)
- Kecemburuan terobsesi dengan rasa memiliki dan balas dendam. (Halaman: 75)
- Bahwa laki-laki dan perempuan seringkali menjadi sangat cemburu pada orang yang sebenarnya tidak terlalu mereka pedulikan. Maka, sebenarnya yang marah bukanlah cinta mereka, tetapi kesombongan dan iri hati mereka yang dengan lantang berteriak memprotes "kesalahan yang mengerikan" ini. (Halaman: 79)
- Rasa cemburu bukanlah hasil dari cinta. (Halaman: 79)
- Kecemburuan merupakan media yang buruk untuk mengamankan cinta, tetapi ia media yang efektif untuk menghancurkan harga diri seseorang. (Halaman: 83)
- Mereka yang sensitif dan halus hanya perlu bertanya kepada diri sendiri apakah mereka dapat mentolerir hubungan wajib macam apa pun, dan jawab tidak yang tegas, yang akan menjadi jawabannya. (Halaman: 83)
- Saya boleh dianggap sebagai musuh perempuan; tetapi jika saya dapat membantu mereka melihat cahaya, saya tidak akan mengeluh. (Halaman: 107)
- Untungnya, Fajar muncul dari kekacauan dan kegelapan. Perempuan sedang bangkit, dia membuang mimpi buruk Moralitas; dia tidak mau terikat lagi. (Halaman: 119)
- Dalam cintanya terhadap laki-laki, dia tidak mementingkan isi dompet, tetapi pada kekayaan sifatnya, yang menjadi sumber kehidupan dan kegembiraan. (Halaman: 119-120)
- Cintanya adalah persetujuan baginya. Dengan demikian dia bisa menyerahkan dirinya kepada laki-laki pilihannya, seperti bunga-bunga yang merelakan dirinya kepada embun cahaya, di dalam kebebasan, keindahan, dan ekstasi. (Halaman: 120)
Sumber
[sunting | sunting sumber]- ↑ Goldman, Emma (2020). Suara Anarkis Pendidikan Anak, Pernikahan, dan Tragedi Emansipasi Perempuan. Odise Publishing. ISBN 9786239546212. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)