Bukaan 8

Dari Wikiquote bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bukaan 8 merupakan film drama komedi Indonesia yang menceritakan pengalaman satu hari pasangan suami istri di rumah sakit sebelum kelahiran anak pertamanya. Film ini dibintangi Chicco Jerikho dan Lala Karmela sebagai pemeran utama. Film ini tayang di bioskop pada 23 Februari 2017 dan juga ditayangkan di Festival Film Plaza Indonesia dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko.  Ditulis oleh Salman Aristo.

Alam[sunting]

  • [kepada Mia] Orang bisa berubahlah. Ya kan aku mau jadi bapak.
  • [kepada Saiful Daud] Jelas-jelas ini mimbar ibadah, bukan podium kampanye, Pak.
  • [kepada Suster] Saya mau kasih yang terbaik untuk istri saya.

Mia[sunting]

  • [kepada Alam] Aku sedih personal life kita jadi bahan omongan orang-orang.
  • [kepada Alam] Pokoknya, aku harus perjuangin semaksimal mungkin buat anak ini. Kita harus perjuangin.
  • [kepada Ambu] Namanya Alam, dan dia suami Mia.

Uni Emi[sunting]

  • [kepada Alam] Mama yakin sebenarnya, bahwa setiap anak itu layak untuk diperjuangin. Kita itu engga akan bisa lari dari anak, Lam. Engga bakal bisa. Anak itu bukan cuma berkat, Lam. Anak itu bukan sesuatu yang kamu cari, tapi sesuatu yang kamu dapetin.

Dokter[sunting]

  • [kepada Alam] Kita sama-sama nasibnya hari ini. Sama-sama ga dipercaya untuk bisa diandalin.
  • [kepada Alam] Saya ingat istri saya pernah ngomong begini, "Tuhan akan selalu bikin orang untuk punya anak. Berarti Dia akan selalu menempatkan orang yang pas untuk membantu persalinannya."

Pemuda[sunting]

  • [kepada Alam] Kritis itu di sini (otak), Mas. Bukan di mental.

Suster[sunting]

  • [kepada Alam] Ini rumah sakit, Pak, bukan hotel. Mau itu VIP, kelas satu, kelas dua, semua pasien diperlakukan dengan cara yang sama.

Staf pembangunan gedung[sunting]

  • [kepada Alam] Mau cowo atau cewe, pasti bangga. Bapaknya masih bisa ngatur hidup. Ada pas dia lahir.

Dialog[sunting]

Abah: Abah teh engga percaya sama kamu
Alam: Alam tuh tau, dari dulu abah engga pernah percaya sama Alam Bah.
Abah: Wah!
Alam: Waktu Mia hamil, alam itu mau minta maaf sama abah, engga kesampean. Habis Abah keburu gagu.
Abah: Gagu-gagu gara-gara kamu, ya!
Alam: Niatnya Alam itu mau kasih tau abah, kalau Alam tanggung jawab, Alam engga akan kemana-mana Bah.

Pemeran[sunting]

Pranala luar[sunting]

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: