Bangsa Indonesia
Tampilan
Bangsa Indonesia adalah sekumpulan orang yang menetap di Indonesia yang memiliki kesamaan tertentu sehingga membentuk bangsa.
Pembentukan
[sunting | sunting sumber]- "Bangsa dan pembaca kita sekalian! Bangsa Indonesia belum ada. Terbitkanlah bangsa Indonesia itu. Bahasa Indonesia belum ada. Terbitkanlah bahasa Indonesia itu. Karena menurut keyakinan kita kemerdekaan bangsa dan tanah air kita Indonesia ini terutama akan tercapai dengan jalan persatuan anak-Indonesia yang antara lain-lain terikat oleh bahasa Indonesia."
- Diucapkan oleh Mohammad Tabrani.
Tentang kemerdekaan
[sunting | sunting sumber]- "Bangsa Indonesia yang sejati sejak dulu hingga sekarang masih tetap menjadi budak belian yang penurut, bulan-bulanan dari perampok-perampok asing. Kebangsaan Indonesia yang sejati tidak ada, kecuali ada niat membebaskan bangsa Indonesia yang belum pernah merdeka itu. Bangsa Indonesia yang sejati belum punya riwayat sendiri selain perbudakan. Riwayat bangsa Indonesia baru dimulai jika mereka terlepas dari tindakan kaum imperialis."
- Dikemukakan oleh Tan Malaka.
- Dikutip dari Muhibbuddin, Muhammad (Februari 2026). Makhsun, Slamet (ed.). Pikiran-Pikiran Magis Tan Malaka: Percik-Percik Api sang Inspirator Bangsa. Kota Yogyakarta: IRCiSoD. hlm. 114. ISBN 978-634-292-011-4.
Sikap
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Kita ini satu bangsa tempe, ataukah satu bangsa banteng? Kalau kita satu bangsa berjoang, kalau kita satu fighting nation, kalau kita satu bangsa banteng, dan bukan satu bangsa tempe, marilah kita berani nyrempet-nyrempet bahaya, berani ber-Vivere Pericoloso! Asal jangan kita Vivere Pericoloso kepada Tuhan! Hiduplah ber-Vivere Pericoloso di atas jalan yang dikehendaki oleh Tuhan dan diridhai oleh Tuhan.’’
- Dikemukakan oleh Soekarno.
- Dikutip dari: Pabubung, M. R., dan Sulo, RD. Yans (2024). Imam Katolik di Ranah Publik Volume 4. Diterbitkan oleh PT Kanisius. Hlm. 325. ISBN 978-979-21-7906-4.