Lompat ke isi

Asma Nadia

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Asma Nadia merupakan nama pena dari Asmarani Rosaiba (lahir 26 Maret 1972). Asma Nadia adalah penulis novel dan cerpen Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri dari Komunitas Forum Lingkar Pena.

Kutipan buku Assalamualaikum, Beijing![sunting]

  • "Tak ada pilihan selain membicarakan kehadiranmu di tiap detik yang kupunya."
  • "Aku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun sebatas embusan angin kunamai ia anugerah."
  • "Meskipun sang kala tajam menatapmu, tak surut tanganku terentang menyambutmu."
  • "Tak kutawarkan duka untukmu, walaupun berabad aku berlari dan mimpi kian terkapar diperangkap waktu."
  • "Tuhan, bidadari yang kau kirimkan sungguh mengingatkan pada satu hal. SurgaMu memang ada."
  • "Api yang menari di matamu menguapkan rindu hingga pucuk keheningan."
  • "Tak perlu kau cari surga sebab ia tersembunyi dalam hatimu."
  • "Ajarkan aku mantra pemikat cinta Ahei dan Ashima, maka akan kutaklukan penghalang segala rupa agar sampai cintaku padanya."
  • "Cinta adalah kegembiraan yang tersisa. Jika nanti suatu pagi, tak lagi senyummu menyapa seperti biasadan hanya bisa kutemukan dalam mimpi."
  • "Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka."
  • "Semoga kerinduan tak terus berlabuh pada kesenyapan."
  • "Tak sembarang kubuka pintu bagi Arjuna si penyendiri atau buat Romeo si lemah hati."
  • "Tidak Butuh Fisik yang sempurna untuk mempunyai kisah cinta yang sempurna"
  • "Anugerah adalah kebersamaan dengamu, walaupun sesaat. Kesia-siaan adalah jalan panjang dan kau entah di mana."
  • "Selamat tinggal laut yang menyimpan amarah, selamat tinggal bumi yang melahirkan duka."
  • "Meskipun sang kala tajam menatapmu, tak surut tanganku terentang menyambutmu."
  • "Kesalahan terbesarku adalah: aku mencintaimu, tetapi tidak berfikir tentangmu."

Kutipan buku Love Sparks in Korea[sunting]

  • "Sia-sia juga cinta memberimu kebahagiaan jika kau tak cakap memaknai."
  • "Tak kulihat pesona di Pokhara sampai Tuhan menghadirkanmu."
  • "Takwa tak ada urusannya dengan tingkat pendapatan seseorang."
  • "Semangat hidup dan mimpi-mimpi tak harus pergi hanya karena orang yang kita kasihi menghadap Ilahi."
  • "Seorang perempuan tahu dia telah menemukan laki-laki yang tepat untuk melabuhkan hati saat dia merasa nyaman berada di sisinya, bahkan meski sekadar memikirkannya."
  • "Dari embusan napasnya yang menyayat mimpiku lahir dan mengembara."
  • "Mimpi mengetuk pintuku dan membawa waktu terbang jauh."
  • "Kesatuan dan kekuatan iman akan menjaga agar langgeng dan tak tertelan masa."
  • "Dongeng tentang perempuan itu mencipta hujan dan riuh samudra dalam mimpiku."
  • "Setiap perjalanan seharusnya menambah keimanan, bukan menyisakan kegalauan demi kegalauan."
  • "Cinta bisa mengilat atau memudar seiring tahun-tahun pernikahan."
  • "Sungguh sia-sia cinta memberimu sayap jika kau tak pandai terbang."
  • "Kereta api tidak pernah terbang. Ia selalu setia pada rel yang dipijak."
  • "Kamu tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain dengan sesuatu yang bahkan sangat membahagiakanmu."
  • "Karena kenyataan akhirnya lebih indah dari buaian mimpi."
  • "Bukan secangkir kopi apalagi ucapan seremoni tapi cinta yang membawaku terbang tinggi."

Kutipan buku Catatan Hati Bunda[sunting]

  • "Jangan khawatir, Tuhan akan beri jalan keluar, asal kita kuat dan sabar."
  • "Kadang tidak mudah mempratikkan teori di lapangan. Ada saja kendalanya."
  • "Kalau kamu selalu takut ini dan itu, tidak ada kemajuan yang bisa dicapai."
  • "Membesarkan anak perempuan seperti membawa telur di tangan, harus hati-hati."
  • "Orangtua juga manusia yang tidak luput kekhilafan."
  • "Alangkah senangnya kalau mendidik anak itu niscaya deret angka. Dengan angka, kita selalu tahu harus berbuat apa. Namun, sering kali yang terjadi tidaklah sederhana."
  • "Orang punya alasan sendiri yang mendasari pilihan-pilihan dalam hidup, yang tentu tak semuanya cocok satu sama lain."

Pranala luar[sunting]

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: