Lompat ke isi

Aristoteles

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Aristoteles

Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani yang hidup dari tahun 384 SM–322 SM.

Tentang pengetahuan

[sunting | sunting sumber]
  • "Anak muda berpikir bahwa mereka tahu segala sesuatu dan yakin pada pernyataan mereka."[1]

Tentang emosi

[sunting | sunting sumber]

Tentang kebahagiaan

[sunting | sunting sumber]
  • "Bahagia itu anugerah Tuhan bagi tiap-tiap orang yang dipilih-Nya. Boleh jadi orang lain tidak merasa meskipun ia berkumpul bersama, antara yang mersakan dan yang tidak."[2]
  • "Kebahagiaan dirasakan oleh orang-orang yang bisa merasa puas pada dirinya."[3]
  • "Bahagia itu ialah sesuatu kesenangan yang dicapai oleh setiap orang menurut kehendak masing-masing."

Tentang ketakutan

[sunting | sunting sumber]
  • "Barangsiapa berhasil mengalahkan ketakutannya akan menjadi orang yang benar-benar bebas."

Tentang keberanian

[sunting | sunting sumber]
  • "Saya memperhitungkan dia lebih berani ketika dapat mengatasi keinginannya daripada dia yang melawannya."

Tentang kemarahan

[sunting | sunting sumber]
  • "Setiap orang bisa marah. Itu mudah! Tetapi marah pada orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan alasan yang benar dan tingkat kemarahan yang pas, tidak mudah."[4]

Tentang kesuksesan

[sunting | sunting sumber]
  • "Diri kita dibentuk dari apa yang kita lakukan berulang kali; sedangkan kesuksesan bukan merupakan usaha dan tindakan melainkan akibat dari suatu kebiasaan yang sering."

Tentang kritik

[sunting | sunting sumber]
  • "Hanya ada satu cara untuk menghindari kritik adalah tidak melakukan apa-apa, tidak menjadi apa-apa dan tidak berkata apa-apa."

Tentang kebijaksanaan

[sunting | sunting sumber]
  • "Manusia menanggung masalah hidup dengan kebijaksanaan, membuat yang terbaik dari keadaan yang ada."

Tentang kemustahilan

[sunting | sunting sumber]
  • "Kemustahilan yang masuk akal itu lebih baik daripada kemungkinan yang tidak meyakinkan."[5]

Tentang organisasi

[sunting | sunting sumber]
  • "Organisasi sebaiknya dijalankan oleh sedikit orang yang cakap dan berwibawa."[6]

Tentang pendidikan

[sunting | sunting sumber]
  • "Akar pendidikan memang pahit, tetapi buahnya manis rasanya."[7]

Tentang pemerintahan

[sunting | sunting sumber]
  • ‘‘Orang warga adalah seseorang yang ikut berbagi di dalam memerintah dan diperintah.’’[8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 191.
  2. Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. DIsunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 242.
  3. Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. DIsunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 154.
  4. Kasali, Rhenald (2007) Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan dalam Pembaharuan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 234. ISBN 978-979-22-2589-1
  5. Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. DIsunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 242.
  6. Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. DIsunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 242.
  7. Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004)  Primakata Mutiara Cerdik Cendikia. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 182.
  8. Klinken, Gerry Van (2023-07-01). Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-623-321-226-7.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: