Peribahasa Arab

Dari Wikiquote Indonesia, koleksi kutipan bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Diamond-caution.png Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikiquote
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel.
Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

"Saudaraku, Engkau tidak akan medapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, ku ungkapkan kepadamu yaitu bayanm Hirtsun, Dirhamun, Ijtihadun, Shuhbatul Ustadz, Thuluzzaman."

Defenisi : 1. Bayan (mendengarkan/ belajar), 2. Hirtsun (Ketamakan), 3. dirham (Materi), 4. Ijtihad (Kesungguhan), 5. Shuhbatul Ustdz (Bergaul dengan Guru), 6. Thuluzzaman (Waktu yang panjanbg).


Keterangan : Pepatah ini mengatakan apa yang harus kita lakukan jika ingin menuntut ilmu, mendapatkan pengetahuan. Bayan yaitu mendengarkan segala penjelasan dari guru yang mengajarkan kita, Hirtsun yaitu ketamamkan, dimana rasa keingin tahuan yang besar, bertanya tiada habis dan tak pernah merasa cukup pada ilmu pengetahuan. Dirham adalah materi yang kita gunakan untuk mendapatkan pengetahuan, tiadalah mugnkin ilmu itu didapat secara cuma-cuma. Ijtihad merupakan kesungguhan dalam belajar, keseriusan menuntut ilmu dan kontinuitas dalam memahami banyak ilmu, sehingga timbul segala macam ide-ide cemerlang yang juga akan menambah berbagai cabang pengetahuan baru, sebab manusia diberi akal untuk dapat mengmbangkannya dan memakmurkan seluruh dunia. Shuhbatul Ustadz, berlaku baik terhadap guru, dimana memperlakukan guru dengan mulia, ini merupakan kewajiban seorang pada guru. menghormati dan menggauli dengan baik. Thuluzzaman yakni waktu yang panjang, menuntut ilmu tanpa kontinuitas dan waktu yang panjang adalah sisa-sia belaka, kita dapat melihat bagaimana seorang professor melakukan pembelajaran melalui riset-riset yang pannjang, kita melihat para sarjana dan para doktor belajar menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam menuntut ilmu.


"belajar adalah mengambil makna akan apa-apa yang disampaikan kepada kita"

nurlisl

Peralatan pribadi