Zohra Andi Baso
Tampilan
Zohra Andi Baso (Labakkang, Sulawesi Selatan, 17 April 1952 - 15 Maret 2015) merupakan salah satu aktivis perempuan kebanggaan Indonesia, Sulawesi Selatan, dan merupakan kandidat penerima Nobel Peace Prize 2005.[1] [2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Sebagai orang muda yang aktif dalam gerakan perempuan, saya berharap adik-adik tidak berhenti belajar. Teruslah belajar dari membaca atau dari pengalaman hidup orang lain. Teruslah belajar, supaya tidak mengalami kematian ideologi. Ideologi gerakan perempuan adalah menciptakan perubahan agar kehidupan menjadi lebih baik bagi perempuan, laki-laki dan di antaranya, dari semua tingkatan usia, baik sekarang, maupun yang akan datang. Perubahan hanya dapat diwujudkan jika kita terus belajar, belajar dan belajar."[1]
- "Saya memang tidak biasa mengikuti perayaan-perayaan seperti itu, paling kumpul sama cucu-cucu saya dan keluarga di rumah atau makan malam di rumah makan."
- "Walaupun pertumbuhan sulsel yang mencapai enam persen masih saja ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan."
- "Indeks gender di Sulsel itu kita berada di posisi 21 se Indonesia itu sangat rendah.misalnya saja, kasus pernikahan seperti Bupati Aceng itu juga terjadi di sulsel, berarti ada sebuah pelanggaran."[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 Administrator (2015-03-16). "Mengenang Kak Zohra Andi Baso " Lentera yang Tak Pernah Padam"". Koalisi Perempuan Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ Zohra Andi Baso. 2025-03-28.
- ↑ "Zohra andi Baso Rayakan Tahun Baru Bareng Cucu". Tribun-timur.com. Diakses tanggal 2025-12-28.