Zhafira Aqyla
Tampilan
(Dialihkan dari Zhafira aqyla)
Zhafira Aqyla dikenal sebagai Youtuber dan konten kreator yang berfokus mengenai edukasi serta kehidupan mahasiswa di Osaka University dan Harvard University.[1] Selain fokus pada dunia akademik, Zhafira juga memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu sosial, terutama dalam bidang edukasi seksual. Zhafira telah menginspirasi banyak anak muda untuk lebih menghargai pendidikan dan terus berusaha meraih impian mereka.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Berikut beberapa kutipan dari Zhafira Aqyla yang di kategorikan ke dalam beberapa tema sebagai berikut :
Identitas dan Otentisitas
[sunting | sunting sumber]- "If I were to give anyone credit for my achievements in the last 24 years of my life, i woud say 90% of it is owed to my parents." Dengan terjemahan: "Jika saya harus memberikan penghargaan atas pencapaian saya dalam 24 tahun terakhir hidup saya, saya akan mengatakan bahwa 90% dari itu berutang kepada orang tua saya."[3]
- "Being raised this way helped me internalize that first, there is nothing a man can do that I can’t in my hijab and pleated skirts, and second, men and women, we are a team and it is our job to uplift one another." Dengan terjemahan: "Dibesarkan dengan cara seperti ini membantu saya menyadari bahwa pertama, tidak ada yang bisa dilakukan seorang pria yang tidak bisa saya lakukan dengan hijab dan rok plisket saya, dan kedua, pria dan wanita, kita adalah tim dan tugas kita adalah saling mendukung."[3]
- "All jokes aside, aku nggak akan semangat dan senyaman ini sekolah di negara minoritas kalau nggak dibesarin Umi yang pontang-panting besarin 3 anak di Jepang in her early twenties sambil kuliah S1-S3 dengan jilbab panjang dan gamisnya. Thank you Umi" [4]
- "Jujur aku nggak akan termotivasi sekolah tinggi kalau Umi nggak duluan nunjukin dan jadi contoh"[4]
Pendidikan dan Pengembangan Diri
[sunting | sunting sumber]- "Belajar itu kewajiban sepanjang hayat untuk seorang Muslim."[5]
- "Ibu adalah madrasah utama bagi anak."[6]
- "Apapun bidang yang kita pilih di masa depan, di situlah kita perlu memaksimalkan cahaya kita."[5]
- "Pendidikan adalah jalan untuk memperluas manfaat, bukan hanya mengejar gelar."[5]
- "Kuliah tinggi-tinggi bukan untuk gengsi, tapi untuk menambah kapasitas diri."[5]
- "Aku percaya setiap ilmu yang kita ambil akan dipertanggungjawabkan."[5]
- "Untuk belajar, kita harus siap ditempa, bukan hanya siap terlihat pintar."[5]
- "Untuk menjadi madrasah yang berkualitas, tentu sang Ibu (di sini sebagai guru di rumah) juga harus berkualitas. Untuk menjadi guru yang berkualitas, berarti si Ibu harus belajar dari sumber ilmu yang terbaik, baik itu ilmu sekuler, ilmu agama, cara berpikir kritis, cara bersosialisasi, cara menjalin network, cara meregulasi emosi, dsb."[6]
Motivasi, Kerja Keras dan Impian
[sunting | sunting sumber]- "Kalau teman-teman tanya aku nervous atau enggak, aku akan bilang enggak. Dan aku pikir itu karena aku menerima bahwa sebagai manusia, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah bekerja sekeras-kerasnya dan mencoba sebisa kita. Tapi, pada akhirnya bukanlah kita yang menentukan."[7]
- "I spent most of my time sitting and taking down notes on things I didn’t understand. I was there to learn." Dengan terjemahan: "Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya duduk dan mencatat hal-hal yang tidak saya pahami. Saya berada di sana untuk belajar."[8]
- "Proses itu panjang. Sabar itu nikmat. Aku percaya hal kecil yang aku lakukan sekarang, walau keliatan gak ada artinya, pasti akan terakumulasi dan membentuk sosok Zhafira yang suatu hari nanti akan 'bisa' dan tau'."[8]
- "It will all matter, and that faith is all I need to keep moving forward." Dengan terjemahan: "Semuanya akan berarti, dan iman itulah satu-satunya yang saya butuhkan untuk terus maju."[8]
- "To this day, his response to my dream was one that I will never be able to forget. He said, 'what's the point if you're going to just end up in the kitchen?" Dengan terjemahan: "Hingga hari ini, tanggapannya terhadap mimpiku adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kulupakan. Dia berkata, 'apa gunanya jika kamu pada akhirnya hanya akan berakhir di dapur?"[3]
- "The thing is, the comments are not wrong." Terjemahan: "Masalahnya, komentarnya tidak salah."[9]
- Kesuksesan bagi saya bisa dimulai dari hal-hal yang kecil tapi konsisten, seperti tepat waktu, set goals dan disiplin dengan diri sendiri. Bila dianalogikan usaha kita seperti Hukum newton III yaitu hukum aksi reaksi.[10]
Edukasi Seksualitas dan Tanggung Jawab Sosial
[sunting | sunting sumber]- "Diam dalam ketabuan hanya akan memperpanjang siklus ketidaktahuan dan risiko kekerasan seksual yang makin tinggi." [11]
- "Berbicara soal seksualitas tidak harus selalu berlawanan dengan agama, melainkan justru bisa saling menguatkan jika disampaikan dengan cara yang benar dan penuh empati."[11]
- "Apa yang dapat kita lakukan sebagai generasi Z? Aktivitas di sosial media dapat berguna, gunakan suara anda, bantu viralkan suatu kasus agar korban dapat mendapat keadilan."[12]
- "You gotta a voice, so make it heard." Dengan terjemahan: "Anda memiliki suara, jadi gunakanlah dengan baik."[12]
Identitas Keagamaan dan Tanggung Jawab Sosial
[sunting | sunting sumber]- "Regardless perbuatannya benar atau tidak (dan buat aku yang benar adalah yang sesuai syariat), sebagai minoritas Muslim aku belajar banget betapa sulitnya Istiqomah ketika kita menjadi satu-satunya yang membawa identitas Muslim. Karena itu memang jadi tanggung jawab kita untuk selalu cari lingkungan yang baik, tapi pada akhirnya itu juga kadang di luar kendali kita."[13]
- "Sedih? iya dong, tapi aku percaya Alah gak akan menguji hambanya di luar kesanggupan mereka. Selalu ada hikmah di balik segala sesuatu."[14]
Daftar Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Larashati, Nilam Ayu. "Profil dan Biodata Zhafira Aqyla, Pendidikan dan Karir Youtuber Muda Mulai Osaka hingga Harvard University - Mengerti". Profil dan Biodata Zhafira Aqyla, Pendidikan dan Karir Youtuber Muda Mulai Osaka hingga Harvard University - Mengerti. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ Hendi, Putri Nia (2025-03-11). "Zhafira Aqyla: Influencer Muda yang Menginspirasi Melalui Konten Edukasi". Jejak Persepsi (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 Aqyla, Zhafira (2024-07-31). "Turning Privilege into Power". Medium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 4,0 4,1 Khairiyah, Nurul. "PKS Jadi Topik Hangat di X Usai Usung Anies dan Sohibul Maju di Pilkada Jakarta, Begini Tanggapan YouTuber Zhafira Aqyla - Jatim Network". PKS Jadi Topik Hangat di X Usai Usung Anies dan Sohibul Maju di Pilkada Jakarta, Begini Tanggapan YouTuber Zhafira Aqyla - Jatim Network. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 "Zhafira Aqyla". Medium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ 6,0 6,1 Aqyla, Zhafira (2024-08-30). "Cara Umi Nunjukin Kenapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi". Medium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2022-08-24). Tembus S2 Harvard, Ini Kiat Zafira Wujudkan Mimpi Kuliah Luar Negeri.
- ↑ 8,0 8,1 8,2 Aqyla, Zhafira (2024-07-13). "Kehidupan Sebagai Adulting Girlie". Medium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ Aqyla, Zhafira (2024-07-31). "Turning Privilege into Power". Medium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ only, admin2 (2023-02-21). "Simak Tips Mempersiapkan Kampus Impian Versi Youtuber dan Master Candidate Harvard Zhafira Aqyla". BSI Maslahat. Diakses tanggal 2025-12-21. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ 11,0 11,1 redaksi (2025-04-13). "Zhafira Aqyla, Sosok di Balik Ruang Edukasi Seksualitas Islami 'TauLebih'". SUARA USU (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ 12,0 12,1 "Hadir di IYS 2022, Zhafira Aqyla Bahas Pendidikan 3 Negara dan Literasi Seksual". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ Shalihah, Farsya Sabila. "Keputusan Zara Anak Ridwan Kamil Lepas Hijab Tuai Hujatan, Begini Tanggapan Positif dari Zhafira Aqyla Alumni Harvard University! - Gen Muslim". Keputusan Zara Anak Ridwan Kamil Lepas Hijab Tuai Hujatan, Begini Tanggapan Positif dari Zhafira Aqyla Alumni Harvard University! - Gen Muslim. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ "Cerita Inspiratif Zhafira Aqyla | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2025-11-17.