Zainah Anwar
Tampilan
Zainah Anwar adalah seorang pemimpin terkemuka organisasi non-pemerintah Malaysia, aktivis dan feminis Muslim asal Malaysia. Dia menjabat sebagai kepala Sisters in Islam (SIS), sebuah organisasi yang fokus pada interpretasi Islam yang lebih inklusif dan mendukung kesetaraan gender, selama lebih dari dua dekade sebelum mengundurkan diri.[1] Zainah juga pernah menjadi Direktur Eksekutif Musawah, sebuah gerakan internasional yang mendorong kesetaraan dan keadilan dalam keluarga Muslim.[2] Selain itu, dia juga seorang jurnalis yang telah berkontribusi untuk New Straits Times dan The Star (dua surat kabar utama di Malaysia) dan penulis buku tentang Islam.[3]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Be a modern person person who leads a joyous and meaningful life inside and outside the home."[4]
- Jadilah pribadi modern yang menjalani kehidupan yang bahagia dan bermakna di dalam maupun di luar rumah.
- “The work that we do is a source of hope to many people in Malaysia and globally, to what it means to be Muslim in the 21st century."[5]
- “Pekerjaan yang kami lakukan adalah sumber harapan bagi banyak orang di Malaysia dan secara global, tentang apa artinya menjadi Muslim di abad ke-21.”
- “In spite of the attacks against us and attempts to silence us, it’s uplifting to know that there are many others, not least the United Nations, who believe in the critical importance of our work in today’s world of violence, intolerance, identity politics, and hatred for others.”[5]
- “Meskipun ada serangan terhadap kami dan upaya untuk membungkam kami, sangat membesarkan hati mengetahui bahwa ada banyak orang lain, tidak terkecuali Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang percaya pada pentingnya pekerjaan kami di dunia saat ini yang penuh kekerasan, intoleransi, politik identitas, dan kebencian terhadap orang lain.”
- "Self-care is important to maintain the well-being and energy I need.”[5]
- "Perawatan diri penting untuk menjaga kesejahteraan dan energi yang saya butuhkan."
- "I want to live in a society that celebrates our plurality, our differences, our diversity and sees that as a blessing instead of a threat."[6]
- "Saya ingin hidup di masyarakat yang merayakan pluralitas kita, perbedaan kita, keberagaman kita dan melihat itu sebagai berkah, bukan sebagai ancaman."
- "That (Koran’s insistence on enjoining what is just and on promoting the principles of justice, equality and dignity) was a turning point for us; it opened our eyes to the fact that this discrimination in the name of Islam was due to interpretation of the text rather than the text itself."[6]
- "Hal itu (teguhnya Al-Qur’an dalam menganjurkan apa yang adil dan mempromosikan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan martabat) menjadi titik balik bagi kami; itu membuka mata kami terhadap kenyataan bahwa diskriminasi ini atas nama Islam disebabkan oleh penafsiran teks, bukan teks itu sendiri."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Biography of Zainah Anwar". www.biographies.net. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "Zainah Anwar, Pejuang Hak Perempuan dalam Islam". infonesiainfo.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ Elqabbany, Moustafa (2018-05-31). "Zainah Anwar - The Muslim 500" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "Zainah Anwar Mission Statement - 888 Words | Bartleby". www.bartleby.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 Asia, Tatler. "Zainah Anwar | Tatler Asia". Tatler Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 6,0 6,1 "PeaceWomen Across the Globe". PeaceWomen Across the Globe (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.