Yosepha Alomang
Yosep Alomang atau Mama Josep (Tsinga, 1940-an [1]) adalah perempuan adat pejuang ini mendapatkan penghargaan Yap Thiam Hein tahun 1999 dan mendirikan YAHAMAK (Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan) Tahun 2001, perempuan ini dianugerahi Anugerah Lingkungan Goldman [2]. Mama Yosepha Alomang organized resistance to the world’s largest gold mining operation, in Indonesia. Despite inhumane confinement and torture, she continued to promote traditional cultures, collective action, and the well-being of indigenous peoples. Mama Yosepha Alomang mengorganisir perlawanan terhadap operasi penambangan emas terbesar di dunia di Indonesia. Meskipun mengalami pengurungan dan penyiksaan yang tidak manusiawi, ia tetap terus memperjuangkan budaya tradisional, aksi kolektif, dan kesejahteraan masyarakat adat[3].
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Kalau bapak bunuh saya sekarang, itu kehendak Tuhan, dan Ia akan terima saya. Bapak selamatkan saya pun itu kehendakNya. Bukan bapak." [4]
- "I say Freeport must close this month (December) because many people have died, Freeport must be held responsible for these casualties, including the large scale, and wide spread, destruction of the environment." "Saya katakan Freeport harus ditutup bulan ini (Desember) karena banyak orang telah meninggal. Freeport harus bertanggung jawab atas semua korban ini, termasuk kehancuran lingkungan yang luas dan berskala besar." [5]
- "Jadi kami tra terima kemarin dibilang kera berjalan. Itu dong pu bahasa yang kasar."
- "Amole Vero, di manakah? Vero, kamu seorang pejuang keadilan dan pembebasan Papua. Vero jangan takut. Tuhan utus Vero untuk jadi mama Papua. Engkau membantu untuk keadilan, perdamaian dan pembebasan Papua. Kami tetap dukung." [6]
- "I am very happy, because now many Papuan women are standing at the forefront of fighting for human rights. Not only for women, but also Papuans in general." "Saya sangat bahagia, karena sekarang banyak perempuan Papua yang berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Bukan hanya untuk perempuan, tetapi juga untuk orang Papua pada umumnya."
- "Because, I’m a generation of old Papuan women, I embrace all Papuan men without distinction. After me, who else? So Papuan men must support Papuan women. We hold hands together. Because [if] a man is alone, [he] cannot solve any problems." "Karena saya adalah bagian dari generasi perempuan Papua yang lebih tua, saya merangkul semua laki-laki Papua tanpa membeda-bedakan. Setelah saya, siapa lagi? Jadi laki-laki Papua harus mendukung perempuan Papua. Kita saling bergandengan tangan. Karena jika seorang laki-laki berdiri sendiri, ia tidak bisa menyelesaikan masalah apa pun." [7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ ipmsdl_admin (2023-07-16). Mama Yosepha Alomang - International Indigenous Peoples Movement (dalam bahasa American English).
- ↑ "Mama Yosepha, Inspirasi Perempuan Adat Nusantara – PEREMPUAN AMAN". Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ "Yosepha Alomang". Goldman Environmental Prize (dalam bahasa American English). 2022-03-18. Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ Memudar, Merah Muda (2017-05-08). "Mengenal Yosepha Alomang Dan Aleta Baun Pahlawan Lingkungan dari Timur". Merah Muda Memudar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ "Yosepha Alomang - a Papuan woman fighting for human and environmental rights | Down to Earth". www.downtoearth-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ "Mama 'Yosepha Alomang' Perempuan Pejuang Dari Papua – ALDP Papua". Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ Papua, West (2020-07-27). "Mama Yosepha Alomang: Papuan women must defend human rights". WEST PAPUA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-12.