Yenny Wahid
Tampilan

Yenny Wahid (nama asli Zannuba Arifah Chafsoh Rahman, lahir di Jakarta, 26 April 1974) adalah aktivis perempuan, intelektual, dan politisi di Indonesia. Tahun 2005 Yenny aktif menjadi pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), karir politiknya semakin melesat saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKB.[1] Yenny juga dikenal sebagai salah satu putri Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Ketika woman di-empower, dampaknya tidak hanya akan terasa terhadap perempuan saja, akan tetapi juga akan terasa kepada bangsa dan negara.[3]
- Perempuan yang harus aktif melakukan itu karena tidak akan ada orang lain yang akan berjuang bagi kepentingan perempuan, bukan karena tidak mau tapi juga karena tidak mengerti apa kebutuhan perempuan [4]- ucap Yenny untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam dunia politik.
- Bagaimana persoalan cuti melahirkan misalnya. Kalau perempuan tidak aktif terlibat dalam politik, yang akan memutuskan ya laki-laki. Laki-laki belum tentu mengerti kebutuhan perempuan untuk mendapatkan cuti hamil, cuti melahirkan, dan sebagainya[4] - Yenny menjelaskan dampak positif jika perempuan terlibat aktif dalam pembuatan kebijakan.
- Perempuan harus aktif untuk berkampanye agar ada kebijakan yang memberikan sanksi berat bagi orang yang melakukan tindakan diskriminasi, pelecehan seksual dan kekerasan lainnya[4] - pesan Yenny kepada para perempuan.
- Perempuan itu tiang negara. Kalau perempuannya baik, maka negaranya juga akan baik.[5]
- Pertama yang harus diciptakan adal role model. Orang tua adalah role model pertama bagi anaknya. Orang tua harus juga bersikap kesetaraan di rumah sendiri. Anak diberi peran yang sama baik laki-laki maupun perempuan[6] - ujar Yenny mengenai pendidikan kesetaraan sejak dini.
- Mereka tidak pernah menerima narasi bahwa perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki. Padahal bukan cuma punya hak yang sama, tetapi perempuan juga bisa berkontribusi untuk membantu masyarakat dan negara. Pesan itu yang terus kita sampaikan[7] - tutur Yenny mengenai program pemberdayaan perempuan melalui Desa Damai.
- Kalau hanya mengejar jabatan, akan kosong rasanya. Bagi saya, jabatan formal itu adalah alat untuk mencapai tujuan. Kebetulan tujuan hidup saya adalah membawa kebaikan, membawa dampak positif untuk sekitar saya. Bisa untuk keluarga, masyarakat, dan negara, lebih baik lagi jika bisa untuk dunia. Tapi intinya adalah saya bisa menjadi instrumen Tuhan untuk membawa kebaikan.[7]
- Kalau kita menganggap diri kita alat, akan ada sesuatu yang dipinjamkan Tuhan. Mungkin hari ini dipinjamkan Parpol, besoknya yayasan, atau perusahaan. Semua itu hanya alat. Tujuannya cuma satu, membawa kebaikan.[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Media, Kompas Cyber (2023-08-10). Profil Yenny Wahid, Sosok yang Diisukan Jadi Kandidat Kuat Cawapres pada Pemilu 2024.
- ↑ "Profil Yenny Wahid, Politikus dengan Pemikiran Islam Moderat". Narasi Tv. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ Foundation, Wahid. "Program - Yenny Wahid: Perempuan Harus Diberdayakan untuk Bisa Maju". wahidfoundation.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 Media, Kompas Cyber (2019-12-22). Yenny Wahid Dorong Keterlibatan Perempuan di Dunia Politik (dalam bahasa Inggris).
- ↑ Adnan, Wafa Ul (2017-10-09). "Yenny Wahid: Kalau Perempuannya Baik, Negaranya Juga Akan Baik". Metrobatam.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ Kota, Koran (2025-12-02). "Yenny Wahid Tegaskan Kodrat Perempuan Hanya 4: Haid, Hamil, Melahirkan, Menyusui". KoranKota - Yenny Wahid Tegaskan Kodrat Perempuan Hanya 4: Haid, Hamil, Melahirkan, Menyusui (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 7,0 7,1 7,2 Indonesia, Harper's Bazaar. "Suara Kebaikan Seorang Yenny Wahid". harpersbazaar.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.