Lompat ke isi

Wu Zetian

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Wu Zhao (624–705), yang juga dikenal sebagai Kaisar Wanita Wu Zetian, adalah kaisar wanita pertama dan satu-satunya di Tiongkok. Dengan kecerdasan yang luar biasa, kompetensi politik yang istimewa, dan ambisi yang sangat besar, ia memerintah sebagai "Kaisar Suci dan Ilahi" dari Dinasti Zhou Kedua (690–705) selama lima belas tahun.[1] Ia mengendalikan banyak urusan negara sejak suaminya, Kaisar Gaozong (1107-1187) meninggal.

Wu Zetian, yang berasal dari keluarga kaya, lahir di Kabupaten Wenshi, Provinsi Shanxi, pada tahun 624 M. Ia adalah putri dari Wu Shihuo, seorang kanselir Dinasti Tang. Berbeda dengan kebanyakan gadis muda pada masa itu, Wu Zetian didorong ayahnya untuk belajar membaca, menulis, dan mengembangkan kemampuan intelektual yang secara tradisional diperuntukan bagi pria. Ia juga mempelajari musik, puisi dan wicara publik.[2]

Namanya ada di puncak daftar 10 perempuan paling kaya sepanjang masa versi Time. Jumlah pundi-pundi hartanya melampaui wanita mana pun di dunia hingga saat ini. Ia bahkan lebih tajir dari ratu Mesir paling terkenal, Cleopatra dan penguasa Rusia, Katarina Agung.[3]

Wu Zhao—nama kecil Wu Zetian—lahir pada 17 Februari 624 di Lizhou atau Wenshui, di Tiongkok. Ia lahir di antara keluarga bangsawan yang agak kaya. Ayahnya, Wu Shìyuē, memperoleh kekayaannya melalui bisnis kayu, menjadi kaya meski kurang berpengaruh [4]

Wu Zetian dilahirkan pada tahun 624 Masehi. Pada usia 14 tahun, ia direkrut untuk masuk istana menjadi dayang istana. Ketika itu pemerintah Dinasti Tang ( 618-907) dikuasai oleh Kaisar Taizong, kaisar kedua Dinasti Tang. Wu Zetian yang berparas manis dan cantik dijuluki Kaisar Taizong sebagai "Meiniang", artinya gadis cantik. Namanya Zetian dipilihnya sendiri setelah naik takhta. Nama itu artinya mau mencontoh hukum alam untuk melakukan penguasaan.[5]

Wu Zetian berkuasa sebagai kaisar selama 15 tahun, tapi pada kenyataannya ia berkuasa selama 50 tahun. Selama berkuasanya, negara Tiongkok kuat, masyarakat stabil, dan ekonomi berkembang. Tentaranya juga berkali-kali berhasil memukul mundur agresi musuh dari luar, sehingga kemakmuran yang muncul pada masa awal Dinasti Tang dapat dikembangkan berkelanjutan.[5]

Wu Zetian dianggap sebagai salah satu pemimpin paling berkuasa dan kontroversial dalam sejarah Tiongkok kuno. Hal tersebut dikarenakan metode pemerintahannya dan kemungkinan besar cara yang ia gunakan untuk meraih kekuasaan. Wu konon telah membunuh putrinya sendiri untuk menjadi istri pertama kaisar, yang kemudian membentuk garis suksesi langsung. Ia juga memaksa kedua putranya untuk turun takhta (meskipun kemungkinan besar ia sudah mengendalikan pemerintahan mereka) dan kemudian menciptakan pemerintahan yang kuat yang hanya terdiri dari orang-orang yang akan melaksanakan visinya. Wu menjadi paranoid terhadap anggota pemerintahannya setelah beberapa waktu dan mengganti banyak orang yang ia yakini akan menggulingkannya.

Permaisuri Wu merupakan tokoh penting dalam sejarah Tiongkok karena ia adalah wanita pertama dan satu-satunya yang memerintah Tiongkok. Tidak seperti kebanyakan wanita pada masa itu, Wu menerima pendidikan yang baik dan sangat terampil dalam membaca, menulis, dan berbicara di depan umum. Kemampuan ini membantunya meraih kekuasaan dan secara sistematis mengendalikan Tiongkok. Di bawah pemerintahan Wu, pemerintah mengawasi berbagai proyek seperti pengurangan pajak dan pembukaan kembali Jalur Sutra untuk perdagangan.

Ia juga membuka kesempatan bagi perempuan-perempuan lain untuk berprestasi di segala bidang. Sastra, ilmu pengetahuan, bahkan pemerintahan -- meski sejumlah sejarawan menuding, kebijakan itu dilakukan untuk melegitimasi kekuasaannya sebagai kaisar wanita.[3]

Setelah naik takhta pada tahun 690 M, Permaisuri Tiongkok mendirikan pemerintahan yang kuat yang mengawasi banyak reformasi sosial, pendidikan, ekonomi, dan militer. Namun, sang ratu juga terlibat dalam banyak hubungan gelap dengan pria-pria muda dan mulai menjadi paranoid terhadap orang-orang di pemerintahannya sendiri. Ia menyerahkan kekuasaan kepada putranya, mantan Kaisar Zhongzong, pada tahun 705 M.

Saat berkuasa, Wu mengatur pemerintahan seefektif mungkin. "Di bawah pemerintahan Wu, biaya militer dipangkas, pajak dipotong, gaji pegawai berprestasi dinaikkan, pensiun diberi tunjangan, dan tanah luas dekat ibu kota diubah menjadi lahan pertanian," tulis Mary Anderson dalam bukunya, Hidden Power.[3]

Wu Zetian wafat pada usia 82 tahun. Sebelum meninggal dunia, ia mewariskan takhta kaisar kepada putranya dan memulihkan nama negara menjadi Tang.[5]

Kutipan Permaisuri Wu Zetian

[sunting | sunting sumber]
  • Seorang perempuan yang memegang kekuasaan tertinggi adalah sebuah kekejian, sebuah penyimpangan dari tatanan alam dan manusia.
  • Saya dapat mengendalikannya,” kata Wu Zetian. “Tetapi saya membutuhkan tiga hal: cambuk besi, gada besi, dan belati. Jika cambuk besi tidak berhasil, maka kepala akan dipukul dengan gada besi. Dan jika masih tidak menurut, maka tenggorokan akan dipotong dengan belati.” Kekuasaan, tampaknya, berasal dari rasa takut dan dominasi.
  • Kata-kata yang begitu indah, namun meskipun panjang, mereka hanya berfokus pada gender. Seseorang hanya bisa menyimpulkan bahwa pencapaianku tak bisa dipersoalkan."
  • "Meski aku berjalan sendiri, jalan ini dimulai dariku.[6][7][8]
  • "Bagaimana Ibu tahu bahwa bukan merupakan keberuntunganku bisa bertemu dengan 'Putra Langit' (julukan kaisar Tiongkok)? Mengapa Ibu menangis seperti anak kecil?"[3]
  • "Seseorang tak mungkin jadi perempuan terkaya sepanjang sejarah, tanpa pertumpahan darah," [3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Wu Zhao: Ruler of Tang Dynasty China". Association for Asian Studies (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-21.
  2. Stefanus Suprajitno, Emily Mark (2025-06-03). "Wu Zetian". World History Encyclopedia. Diakses tanggal 2025-12-28.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 Kristanti, Elin Yunita (2016-02-03). "'Skandal Terlarang' Wu Zetian, Wanita Terkaya Sepanjang Masa". Liputan 6.com. Diakses tanggal 2025-12-28.
  4. Pranata, Galih (2024-01-01). "Kisah Wu Zetian dari Selir hingga Kaisar yang Gemparkan Sejarah Dunia". National Geographic Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-28.
  5. 5,0 5,1 5,2 author, author (2006-04-28). "Kaisar Wanita Tiongkok Wu Zetian". China radio international. Diakses tanggal 2025-12-28.
  6. study.com https://study.com/learn/lesson/wu-zetian-biography-facts-quotes.html. Diakses tanggal 2025-11-15.
  7. "Wu Zetian, Wanita Paling Kontroversial di Kekaisaran Tiongkok - Halaman 3 - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
  8. "Kisah Hero ke-129 MLBB Wu Zetian". Facebook. 24 Desember 2024. Diakses tanggal 2025-November-15. ;