Widiastuti Karim
Tampilan
Widiastuti Karim lahir di Palu pada13 Maret 1983 adalah seorang pengajar Ilmu Kelautan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana. Pada 2019, Widiastuti menjadi salah satu penerima penghargaan L'Oreal For Women in Science melalui penelitiannya terkait fungsi biologi Green Fluorescent Protein pada karang untuk mengatasi pemutihan karang [1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Perempuan boleh berkarir, tetapi pembagian kerja sama dengan suami yang memang berbeda ranah bidang pekerjaan juga sama pentingnya." [2]
- Menjadi perempuan peneliti khususnya di masa kini lebih punya banyak kelebihan jika dibanding laki-laki, kalau meneliti lebih tekun, "Belum lagi teman-teman laki-laki selama meneliti banyak melindungi dan menolong selama jalannya proses penelitian, kami tidak dibiarkan jalan sendiri."[2]
- "..Yang terjadi di perairan kita adalah ekosistem terumbu karang kita mengalami pemutihan, apabila kita tidak melakukan sesuatu ini akan terjadi kerusakan. Tidak akan ada lagi ikan-ikan seperti kerapu, kakap. Tidak ada lagi yang mau wisata bahari." [3]
- "Kalau dulu di jurusan saya perempuan cuma ada 20 sementara laki-laki 100. Lalu sekarang saya jadi dosen jumlahnya fifty-fifty."
- "Belum lagi teman-teman laki-laki selama meneliti banyak melindungi dan menolong selama jalannya proses penelitian, kami tidak dibiarkan jalan sendiri." [4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ kirani; Kirani-Id (2019-12-02). "Mengenal 4 Ilmuwan Perempuan Peraih Penghargaan LOreal-Unesco For Women in Science 2019". Kirani (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 2,0 2,1 "4 Perempuan Peneliti Raih Penghargaan L'Oreal - UNESCO FWIS 2019". Cantikadotcom (dalam bahasa Inggris). 2019-11-29. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ Iswara, Aditya Jaya. Mengenal 4 Srikandi Bangsa di Bidang Penelitian Nasional.
- ↑ "4 Perempuan Peneliti Raih Penghargaan L'Oreal - UNESCO FWIS 2019". Cantikadotcom (dalam bahasa Inggris). 2019-11-29. Diakses tanggal 2025-12-28.