We Tenri Olle
Tampilan
We Tenri Olle (Siti Aisyah We Tenri Olle) adalah sastrawan dan bangsawan perempuan Bugis dari Sulawesi Selatan yang hidup pada abad ke-19. Ia berkontribusi sebagai penyalin, pelestari, dan penjaga mahakarya epos La Galigo, karya sastra klasik Bugis yang diwariskan melalui tradisi tulis dan lisan. Peran We Tenri Olle penting dalam keberlanjutan tradisi sastra Bugis, terutama dalam transmisi naskah kepada generasi berikutnya. Selain itu ia juga membuka sekolah rakyat untuk seluruh kalangan tanpa diskriminasi baik dari kelas ekonomi, sosial, atau gender. Siti Aisyah We Tenri Olle merupakan ratu kerajaan Tanete dengan gelar Datu Tanete ke-XVIII pada 1855.[1] [2][3]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Orang pintar adalah orang yang memikirkan bagaimana menciptakan kesejahteraan suatu negeri dan rakyatnya;" _ Konsep Pau-Pauna Sehek Maradang yang diterapkan Ratu We Tenri Olle dalam kepemimpinannya.[2][1]
- "Orang kaya adalah orang yang memiliki harta benda dan menggunakannya untuk membangun negerinya;" _ Konsep Pau-Pauna Sehek Maradang yang diterapkan Ratu We Tenri Olle dalam kepemimpinannya.[2][1]
- "Orang pemberani adalah orang yang dapat melindungi rakyatnya;"_ Konsep Pau-Pauna Sehek Maradang yang diterapkan Ratu We Tenri Olle dalam kepemimpinannya.[2][1]
- "Wali adalah orang yang dimuliakan Allah;" _ Konsep Pau-Pauna Sehek Maradang yang diterapkan Ratu We Tenri Olle dalam kepemimpinannya.[2][1]
- "Fakir adalah orang yang diterima doanya oleh Allah SWT,” _ Konsep Pau-Pauna Sehek Maradang yang diterapkan Ratu We Tenri Olle dalam kepemimpinannya.[2][1]
- "Perempuan pemimpin yang harus berani, berintelektual, dan selalu bersemangat menebar benih-benih kebaikan di manapun berada." _ Ratu We Tenri Olle dalam Mubadalah.id[2]
Daftar Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 Rachman, Faisal (2017-12-08). "Siti Aisyah We Tenri Olle, Literasi Tanpa Konfrontasi". Validnews. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 nafisah, fatmi isrotun (2020-08-13). "Menilik Sastrawan dari Pulai Tanete: Ratu Siti Aisyah We Tenri Olle". Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ XMLThemes. "Emansipasi sejak lama sudah Ada di bangsa Bugis". BUGIS WARTA - Inspirasi Untuk Bangsa. Diakses tanggal 2025-12-20.