Lompat ke isi

Wan Azizah Wan Ismail

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Wan Azizah Wan Ismail
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Wan Azizah binti Wan Ismail (Jawi: وان عزيزة بنت وان إسماعيل; lahir 2 Desember 1952) adalah politikus Malaysia yang merupakan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia pada masa pemerintahan Mahathir Mohamad pasca Pemilu Legislatif 2018 yang turut menyaksikan kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH). Dia menjadi wanita pertama yang menduduki kursi Wakil Perdana Menteri dalam sejarah. Di samping itu, Wan Azizah juga merupakan pemimpin gerakan reformasi bersama suaminya, Anwar Ibrahim. Sebelum terjun ke dunia politik, Wan Azizah berprofesi sebagai dokter mata. Ia mendapatkan penghargaan 2025 Lifetime Achievement Award in Ophthalmology yang diterimanya pada Kongres Sains Oftalmologi Malaysia pada 2025.[1]

  • "This is a new government, a new environment in that sense. The change of democracy happened peacefully. The harmony that we show and practice is important."[2]
    • Ini adalah pemerintahan baru, lingkungan baru dalam artian itu. Perubahan demokrasi terjadi secara damai. Harmoni yang kita tunjukkan dan praktikkan itu penting.
  • "We must also remember that we did not win (2018 Malaysian general election) easily, and after becoming the government, we need to do what is best for the people. It is not impossible for us to lose the nation's leadership if we slack and repeat the mistakes of the past government."[3]
    • Kita juga harus ingat bahwa kita tidak menang (pemilu Malaysia 2018) dengan mudah, dan setelah menjadi pemerintah, kita perlu melakukan yang terbaik bagi rakyat. Bukan tidak mungkin kita kehilangan kepemimpinan bangsa jika kita lengah dan mengulangi kesalahan pemerintahan sebelumnya.
  • "Alhamdulillah, we are a multiracial country, and we are united as a society. It is important that we continue to preserve harmony and use this festive celebration as a medium to strengthen unity."[4]
    • Alhamdulillah, kita adalah negara multiras, dan kita bersatu sebagai masyarakat. Penting bagi kita untuk terus menjaga kerukunan dan menjadikan perayaan ini sebagai media untuk mempererat persatuan.
  • "It is important for us (as Asean Chair) to promote harmony."
    • "Penting bagi kami (sebagai Ketua ASEAN) untuk mempromosikan keharmonisan.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Riduan, A'qilah (26 April 2025). "Dr Wan Azizah awarded Lifetime Achievement Award in Ophthalmology". The New Straits Times. Diakses tanggal 2025-12-07.
  2. "Malaysia, China say ties continue to thrive despite 'small issues': Report". The Straits Times. 21 Juli 2018. Diakses tanggal 2025-12-07.
  3. Bungga, Fardy (17 September 2018). "Wan Azizah reiterates plan to step down once Anwar becomes PM". New Straits Times. Diakses tanggal 2025-12-07.
  4. "Preserving national harmony key to Malaysia's strength". BERNAMA. 20 April 2025. Diakses tanggal 2025-12-07.