Virginia Woolf


Virginia Woolf Lahir 25 Januari 1882 di London, Inggris adalah seorang novelis, dan kritikus sastra Inggris yang menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam gerakan modernisme abad ke-20.[1] Ia dikenal karena eksperimen naratifnya, terutama teknik stream of conciousness dalam karyanya, serta kontribusinya dalam feminisme melalui tulisan-tulisanya.[1]
Virginia Woolf menghadapi tantangan kesehatan mental sepanjang hidupnya dan meninggal pada 28 Maret 1941 karena bunuh diri.[1] Warisannya tetap hidup melalui karya-karyanya yang terus dipelajari dalam sastra modern dan studi gender.[2]
Beberapa karyanya meliputi Mrs Dalloway tahun 1925, To the Lighthouse tahun 1927, dan The Waves tahun 1921. Tulisanya yang terkenal yaitu A Room of One's Own tahun 1929 menjadi tulisan klasik feminisme modern yang menekankan pentingnya kebebasan finansial dan ruang pribadi bagi perempuan untuk menulis dan berkarya.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]
- "A woman must have money and a room of her own if she is to write fiction".[3]
- Terjemahan: "Seorang Perempuan harus memiliki uang dan kamar sendiri jika ia ingin menulis fiksi".
- "Lock up your libraries if you like, but there is no gate, no lock, no bolt that you can set upon the freedom of my mind".[4]
- Terjemahan: "Kuncilah perpustakaanmu jika kau suka, tetapi di sana tak ada pintu, tak ada kunci, tak ada baut yang dapat kau pasang pada kebebasan pikiranku".
- "Once cannot think well, love, well, sleep well, if one has not dined well".[5]
- Terjemahan: "Seseorang tidak bisa berpikir dengan baik, mencintai dengan baik, tidur dengan baik, jika dia belum makan dengan baik".
- "For most of history, Anonymous was a woman".[2]
- Terjemahan: “Sepanjang sejarah, sosok ‘Tak Bernama’ kebanyakan adalah perempuan.”
- "I would venture to guess that Anon, who wrote so many poems without signing them, was often a woman".[3]
- Terjemahan: “Saya berani menebak bahwa Anon, yang menulis begitu banyak puisi tanpa menandatanganinya, sering kali adalah perempuan"
- "The history of men's opposition to women's emancipation is more interesting perhaps than the story of that emancipation itself".[6]
- Terjemahan: “Sejarah penentangan kaum pria terhadap emansipasi perempuan mungkin lebih menarik daripada kisah emansipasi itu sendiri.”
- "Literature is strewn with the wreckage of those who have minded beyond reason the opinion of others".[4]
- Terjemahan: “Sastra dipenuhi dengan puing-puing mereka yang terlalu memusingkan pendapat orang lain".
- "So long as you write what you wish to write, that is all that matters. and wheter it matters for ages or only for hours, nobody can say".[7]
- Terjemahan: “Selama kau menulis apa yang ingin kau tulis, itu saja yang penting, dan apakah itu penting selama berabad-abad atau hanya beberapa jam, tak seorang pun bisa mengatakan”.
- "Women have served all these centuries as looking-glasses possessing the magic and delicious power of reflecting the figure of man at twice its natural size".[2]
- Terjemahan: “Perempuan selama berabad-abad berfungsi sebagai kaca ajaib yang memiliki kekuatan luar biasa dan nikmat untuk memantulkan sosok pria dua kali ukuran aslinya”.
- "It is fatal to be a man or woman pure and simple, one must be a myth".[4]
- Terjemahan: “Sungguh berbahaya menjadi pria atau wanita yang polos dan sederhana, seseorang harus menjadi mitos”.
- "But Truly all lives many lives, for we walk through many rooms in our memory".[4]
- Terjemahan: “Tapi sesungguhnya semua kehidupan adalah kehidupan banyak, karena kita melewati banyak kamar dalam ingatan kita”.
- "It is far harder to kill a phantom than a reality".[7]
- Terjemahan: “Jauh lebih sulit membunuh bayangan daripada kenyataan".
- "It is courage that matters, more than justice".[7]
- Terjemahan: “Keberanianlah yang lebih penting, daripada keadilan."
- "All Women together ought to let flowers fall upon the tomb of Aphra Behn, and let the place where she lies be made memorable".[2]
- Terjemahan: “Semua perempuan harus bersama-sama menaburkan bunga di makam Aphra Behn, dan menjadikan tempat di mana dia terbaring menjadi kenangan yang abad”.
- "Intellectual freedom depends upon material things. Poetry depends upon intellectual freedom".[3]
- Terjemahan: “Kebebasan intelektual bergantung pada hal-hal material. Puisi bergantung pada kebebasan intelektual”.
- "The freedom to read is propositional, but the freedom to write is visceral".[3]
- Terjemahan: “Kebebasan membaca bersifat proposisional, tetapi kebebasan menulis bersifat mendalam (visceral)".
- "We think back through our mothers if we are woman".[2]
- Terjemahan: “Kita menoleh ke belakang melalui ibu-ibu kita jika kita perempuan”"
- "To enjoy freedom we have to control ourselves".[5]
- Terjemahan: “Untuk menikmati kebebasan, kita harus mengendalikan diri sendiri”.
- "A woman must have money and a room of her own.... for the very poorm you will say, this is impossible".[1]
- Terjemahan: “Seorang perempuan harus memiliki uang dan kamar sendiri” … “bagi yang sangat miskin, kau akan bilang, ini mustahil”.
- "I felt somehow very like him, the young man who has drowned, in that his eyes were closed, and he was dreaming".[4]
- Terjemahan: “Entah kenapa saya terasa sangat seperti dia pria muda yang tenggelam di mana matanya tertutup, dan dia sedang bermimpi".
- "Books are the mirror of the soul".[5]
- Terjemahan: “Buku adalah cermin jiwa.”
- "In the realm of thought I mark her for my own, and in her spirit I walk".[2]
- Terjemahan: “Dalam ranah pemikiran aku tandai dia Shakespeare sebagai milikku, dan dalam jiwanya aku berjalan".
- "Talent in woman means something quiet different from talent in a woman".[5]
- Terjemahan: “Bakat pada perempuan berarti sesuatu yang sangat berbeda dari bakat pada pria".
- "We are the tools and vessals of the rich".[1]
- Terjemahan: “Kita adalah alat dan pelayan kaum kaya".
- "The most extraordinary thing about her and that is what makes her a woman... is that she was never afraid".[1]
- Terjemahan: “Hal teristimewa darinya dan itulah yang membuatnya perempuan … adalah bahwa dia tidak pernah takut".
- "In our own eyes we were mothers of children before we were born".[1]
- Terjemahan: “Di mata kita sendiri kita sudah menjadi ibu dari anak-anak sebelum kita dilahirkan".
- "I would not end by saying my life has been wasted. I shall not die unloved".[1]
- Terjemahan: “Aku tidak akan menutup dengan berkata hidupku telah sia‑sia. Aku tidak akan mati tanpa dicintai".
- "Tidak perlu terburu-buru. Tidak perlu bersinar. Tidak perlu menjadi siapa pun kecuali diri sendiri."[7]
- "Jauh lebih sulit untuk membunuh hantu daripada kenyataan."[7]
- "Kebosanan adalah kerajaan filantropi yang sah."[7]
- "Jika Anda tidak mengatakan yang sebenarnya tentang diri Anda sendiri maka Anda tidak dapat mengatakan itu kepada orang lain."[7]
- " Kuncilah perpustakaan Anda jika Anda suka, namun tidak ada gerbang, tidak ada gembok, tidak ada baut yang dapat mengatur kebebasan berpikir saya."[7]
- "Seseorang tidak dapat berpikir dengan baik, mencintai dengan baik, tidak bisa tidur nyenyak, jika seseorang tidak makan dengan baik."[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 "Virginia Woolf | Biography, Books, Death, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-10-11. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 "Virginia Woolf - Quotes, Books & Life". Biography (dalam bahasa American English). 2022-09-12. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 "Virginia Woolf Quotes (Author of Mrs. Dalloway)". Goodreads. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 "Virginia Woolf: Quotes | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 5,3 "Virginia Woolf Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ "Virginia Woolf | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ 7,0 7,1 7,2 7,3 7,4 7,5 7,6 7,7 7,8 "30 Kata-kata Virginia Woolf, Inspiratif dan Penuh Makna Mendalam". merdeka.com. Diakses tanggal 2025-12-21.
| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |
