Verónica Cruz Sánchez
Tampilan
Verónica Cruz Sánchez (lahir di León, Guanajuato, 1 Februari 1971[1]) adalah seorang feminis dan pembela hak-hak perempuan; ia merupakan pendiri sekaligus koordinator bidang advokasi Las Libres, sebuah organisasi yang berbasis di Negara Bagian Guanajuato, Meksiko. Ia memiliki pengalaman luas dalam mendampingi perempuan untuk mendapatkan akses aborsi aman di rumah, serta dalam membangun jaringan pendampingan aborsi medis yang aman. Baru-baru ini, ia memprakarsai pembentukan jaringan pendampingan lintas batas di Meksiko dan Amerika Serikat yang didedikasikan untuk mendorong akses aborsi di Texas serta negara-negara bagian lain yang menerapkan pembatasan ketat.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Being a woman who knows her rights, a citizen who exercises them, and a defender who demands them for all women is a danger in a sexist society. It’s a danger for the male culture, for the patriarchal system, for men and women who have been socialized in inequality.[3]
- Menjadi perempuan yang berdaulat atas haknya dan berani memperjuangkannya bagi sesama perempuan adalah sebuah mara bahaya di dunia yang seksis. Keberadaan kita adalah badai bagi budaya maskulin, guncangan bagi pilar-pilar patriarki, dan kegelisahan bagi jiwa-jiwa baik lelaki maupun perempuan yang telah lama terlelap dalam buaian ketidakadilan.[3]
- We represent an attack on the political, economic and social system. All the more so because we are doing it from a feminist perspective, because it is seen as a danger to desire to upset a social order that condones discrimination, violence and the subordination of women. [3]
- Kami adalah gangguan nyata bagi sistem kekuasaan yang mapan. Perjuangan ini terasa kian mengancam karena lahir dari rahim feminisme—sebuah tekad untuk meruntuhkan tatanan lama yang merawat ketidakadilan, membiarkan luka, dan membelenggu perempuan dalam bayang-bayang.[3]
- The simple fact of urging men and women to take responsibility for their reproduction – that men should also accept responsibility for bringing up their sons and daughters, as well as for domestic tasks, that they accept equality of treatment as a simple fact of personhood for both men and women alike – would seem to represent the greatest threat in the Universe.[3]
- Meminta lelaki berbagi beban dalam merawat kehidupan dan mengelola rumah tangga adalah hal sederhana, namun diperlakukan bagai bencana bagi alam semesta. Sejak kapan pengakuan atas martabat yang setara menjadi ancaman yang begitu menakutkan bagi tatanan dunia? [3]
- I have understood that obstinacy, tolerance, tenacity and my ability to stay consistent would be my best weapons to assault, break, tear down, and attack the patriarchal system that governs our society, in all the spaces that exist in our daily life and in all environments, whether personal, family, community or social. [3]
- Keteguhan, toleransi dan kegigihanku adalah senjata untuk meruntuhkan tembok-tembok patriarki yang mengepung hidup kita. Inilah serangan yang tidak akan berhenti pada satu pintu, melainkan akan mendobrak setiap ruang mulai dari kehidupan pribadi, lingkaran keluarga, hingga ke seluruh sendi kehidupan bermasyarakat.[3]
- I became the most dangerous woman in the world for freeing those female prisoners from both prison and themselves, and for believing and desiring that no woman in any part of the world should be forced into motherhood, that invading people’s private, intimate life is the gravest violation of their human rights and the greatest assault on humanity itself. [3]
- Aku dicap berbahaya karena membebaskan perempuan dari penjara fisik dan batinnya. Aku berbahaya karena menolak paksaan atas rahim dan kehidupan intimnya. Sebab bagiku, merampas kedaulatan atas diri sendiri adalah serangan terdahsyat bagi kemanusiaan.[3]
- Confronting the stigma associated with abortion every day, has made society start to rethink the social censure of abortion, to stop judging women and to develop social support for women who abort; the most dangerous experience for the oppressive global system.[3]
- Menghadapi stigma adalah cara kita memaksa dunia untuk berhenti menghakimi. Saat masyarakat beralih dari mencela menjadi mendukung perempuan, saat itulah kita melakukan perlawanan paling berbahaya terhadap sistem penindasan global.[3]
- Every woman, every person has a right to, and is capable to, make decisions about her health.[4]
- Di dalam diri setiap perempuan, di setiap detak jantung manusia, bersemayam kedaulatan untuk memilih dan memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya sendiri.[4]
Sumber Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Verónica Cruz Sánchez (dalam bahasa Inggris). 2025-12-08.
- ↑ "Veronica Cruz Sanchez – Visión y Compromiso Conference" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ 3,00 3,01 3,02 3,03 3,04 3,05 3,06 3,07 3,08 3,09 3,10 3,11 Team, IASH (2016-03-11). "Danger and Liberty". Dangerous Women Project (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ 4,0 4,1 "To fight abortion stigma, frame it as healthcare". Quartz (dalam bahasa Inggris). 2022-06-25. Diakses tanggal 2025-12-21.