Toshiko Kishida
Tampilan

Toshiko Kishida adalah seorang perempuan yang menjadi salah satu dari feminis pertama di Jepang. Ia lahir pada tahun 1863 dan meninggal dunia pada tahun 1901. Ia bukan perempuan pertama yang berpidato memperjuangkan hak-hak perempuan di Jepang, tetapi ia merupakan orang pertama yang memicu diskusi publik tentang isu-isu ini.[1] Pada masa pemerintahan Kaisar Meiji, dirinya berkeliling Jepang untuk menyuarakan hak-hak perempuan. Akibat keberanian Toshiko Kishida dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, dirinya bahkan beberapa kali sampai ditangkap oleh pihak berwenang.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Jika memang benar pria lebih baik daripada perempuan karena mereka lebih kuat, mengapa pegulat sumo kita tidak ada di pemerintahan?”[2]
- "History is no longer just a chronicle of kings and statesmen, of people who wielded power, but of ordinary women and men engaged in manifold tasks. Women's history is an assertion that women have a history."[3]
- “Sejarah tidak lagi sekadar catatan tentang raja-raja dan negarawan, tentang orang-orang yang memegang kekuasaan, tetapi juga tentang perempuan dan laki-laki yang terlibat dalam berbagai tugas. Sejarah perempuan adalah pernyataan bahwa perempuan memiliki sejarah.”
- “Eight or nine out of ten mothers in our society today believe that they have accomplished their duty if their daughters, once married, are not sent home in divorce. -Daughters in Boxes”
- “Delapan atau sembilan dari sepuluh ibu di masyarakat kita saat ini percaya bahwa mereka telah menunaikan kewajiban mereka jika anak perempuan mereka, setelah menikah, tidak dikembalikan ke rumah karena perceraian.”[4]
- "I hope in the future there will be some recognition of the fact that the first requirement for marriage is education."
- “Saya berharap di masa depan akan ada pengakuan bahwa persyaratan utama untuk pernikahan adalah pendidikan."
- "Daughters must be taught basic economics and the skills that would permit them to manage on their own. Even a woman who expects to be protected during her husband's lifetime must be able to manage on her own, armed with the necessary skills, if he should die."
- “Anak perempuan harus diajarkan dasar-dasar ekonomi dan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk mandiri. Bahkan seorang wanita yang berharap dilindungi selama suaminya masih hidup harus mampu mandiri, dilengkapi dengan keterampilan yang memadai, jika suaminya meninggal.”[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "The Oxford Encyclopedia Women in World History". Oxford Reference. 2008. Diakses tanggal 2025-12-08.
- ↑ 2,0 2,1 "7 Perempuan Inspiratif dari Jepang, Salah Satunya Ada Marie Kondo!". life. Diakses tanggal 2025-12-08.
- ↑ "QUOTES BY TOSHIKO KISHIDA". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-12-08.
- ↑ "Kishida Toshiko Quotes". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-08.
- ↑ "Kishida Toshiko (1863–1901) | Encyclopedia.com". www.encyclopedia.com. Diakses tanggal 2025-12-08.