Torey Hayden
Tampilan
Torey Hayden (lahir 21 Mei 1951 di Livingston, Montana, USA) adalah seorang penulis global, pendidik, dan psikolog.[1] Dia telah menulis tiga novel serta delapan buku non-fiksi mengenai pandangan dunia nyata terhadap perjuangan sehari-hari dalam mengajar dan membimbing anak-anak bermasalah atau gangguan emosional dan kebutuhan khusus serta menulis buku anak-anak. Dalam karier menulisnya yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, buku-bukunya telah menjadi buku terlaris di seluruh dunia, diterjemahkan ke dalam lebih dari 35 bahasa dan muncul sebagai film, produksi panggung, opera, dan bahkan teater Kabuki.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Death doesn’t scare me particularly, but the idea of dying doesn’t turn me on too much. On a more esoteric level, I am afraid of losing things I love, whether they be family or pets or whether they be intangibles like freedom, but I’m working on that fear. I don’t think it’s a good one to have.
- Artinya: Kematian tidak terlalu menakutkan bagi saya, tetapi gagasan tentang kematian tidak terlalu membuat saya bergairah. Pada tingkat yang lebih esoteris, saya takut kehilangan hal-hal yang saya cintai, entah itu keluarga atau hewan peliharaan, atau hal-hal yang tidak berwujud seperti kebebasan, tetapi saya sedang berusaha mengatasi rasa takut itu. Saya rasa itu bukan hal yang baik untuk dimiliki.[3]
- If I were really, really honest, I would have to say it was a fantasy character whom I created when I was four. So, as far as ‘inspiration’ goes, she ‘inspired’ me.
- Artinya: Seandainya saya benar-benar jujur, saya akan bilang itu adalah karakter fantasi yang saya ciptakan saat berusia empat tahun. Jadi, kalau bicara soal 'inspirasi', dialah yang 'menginspirasi' saya.[3]
- Perhaps the greatest magic of the human spirit is the ability to laugh, at ourselves, at each other, and at our sometimes hopeless situation. Laughter normalized our lives.
- Artinya: Mungkin keajaiban terbesar jiwa manusia adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri, satu sama lain, dan situasi kita yang terkadang tanpa harapan. Tawa menormalkan hidup kita.[4]
- Safety is the most basic task of all. Without sense of safety, no growth can take place. Without safety, all energy goes to defense.
- Artinya: Keamanan adalah tugas paling dasar. Tanpa rasa aman, pertumbuhan tidak akan terjadi. Tanpa rasa aman, semua energi akan tercurah untuk pertahanan.[4]
- Life really isn't much fun for anybody, and the best way to avoid further rejection was to made herself as objectionable as possible. Then it would never come as a surprise to find herself unloved. Only a simple fact.
- Artinya: Hidup memang tidak menyenangkan bagi siapa pun, dan cara terbaik untuk menghindari penolakan lebih lanjut adalah dengan membuat dirinya semenarik mungkin. Maka, tak akan pernah mengejutkan jika mendapati dirinya tidak dicintai. Hanya fakta sederhana.[4]
- Memang sangat sulit mengubah pribadi yang sudah terbentuk oleh lingkungan selama ini, tapi sekalipun sedikit bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.[4]
- She had a keen sense of revenge, that knew no limits. When crossed she retaliated with devastating force. Her intelligence made it all the more frightening, because she could quickly perceive what was most valuable to a person and that is what she abused.
- Artinya: Ia memiliki rasa dendam yang tajam, tak terbatas. Ketika disakiti, ia membalas dengan kekuatan yang menghancurkan. Kecerdasannya membuatnya semakin menakutkan, karena ia dapat dengan cepat memahami apa yang paling berharga bagi seseorang, dan itulah yang ia salah gunakan.[4]
- Everybody's life looks better when you're standing outside it, looking in, but that's never how it really is. We all got good things and bad things.
- Artinya: Hidup setiap orang terlihat lebih baik ketika kita berdiri di luarnya, melihat ke dalam, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Kita semua punya hal baik dan hal buruk.[4]
- In the process of trying to understand others’ difficult behaviour, I’ve found it is very helpful to realise that no one chooses to be unhappy. If someone is unhappy, they will be so because they genuinely cannot see how to do otherwise.
- Artinya: Dalam proses memahami perilaku sulit orang lain, saya merasa sangat terbantu untuk menyadari bahwa tidak ada orang yang memilih untuk tidak bahagia. Jika seseorang tidak bahagia, ia akan merasa demikian karena ia sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya untuk tidak bahagia.[5]
- Beauty may be only skin deep but the judgments founded on it ten to go a lot deeper, whether we wished they would or not.
- Artinya: Kecantikan mungkin hanya sebatas kulit, tetapi penilaian yang didasarkan padanya cenderung menggali lebih dalam lagi, apakah kita menginginkannya atau tidak.[5]
- My heart do be so big," she whispered. "It be so big and I do reckon I be about the happiest kid for it.[6]
- Artinya: Hatiku memang sangat besar. Sangat besar dan kurasa aku adalah anak yang paling bahagia karenanya.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Biography". Torey Hayden (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ "Torey Hayden". Torey Hayden (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 3,0 3,1 "Interviews". Torey Hayden (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 "Torey L. Hayden Quotes (Author of One Child)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 5,0 5,1 "Top 8 Torey L. Hayden Quotes (2025 Update) - QuoteFancy". quotefancy.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ "Torey L. Hayden Quotes (Author of One Child) (page 2 of 2)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-21.