Tiza Mafira
Tampilan

Tiza Mafira adalah seorang spesialis hukum, kebijakan publik dan peraturan dengan pengalaman substansial dalam pemerintahan, sektor swasta dan LSM. Tiza Mafira juga memiliki keahlian dalam kebijakan dalam perubahan iklim, sumber daya alam, penggunaan lahan, energi terbarukan dan pengelolaan limbah di Indonesia.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Banyak yang misuh-misuh menyalahkan pemerintah karena dianggap nggak becus bersihkan gorong-gorong. Padahal sampah itu dari kita juga,"[2]
- "Zaman dulu bicara sampah cuma soal daur ulang. Jadi nunggu sampahnya ada dulu baru didaur ulang. Kita tidak pernah bahas upaya pencegahan,"[2]
- "Pernah sampai pada titik ingin give up, soalnya seperti menghadapi dunia. Sampah bukan suatu masalah kecil, karena didukung oleh berbagai masalah lainnya, mulai dari mindset, faktor edukasi, ekonomi, hingga politik,"[2]
- Saya mulai fokus menjalani gaya hidup reuse sejak pandemi Covid-19. Saat itu saya merasa sedih dengan begitu banyak plastik yang telah digunakan. Salah satunya saat saya memesan makanan lewat aplikasi pengantar makanan. Ketika sampai di rumah, makanan yang saya pesan itu dibungkus dengan kantong plastik dua lapis dan diikat cable tie berbahan plastik. Restoran membungkus semua piring, sendok dan garpu dengan plastik. Kemudian tidak ada lagi layanan cangkir di toko kopi kesayangan, kedai kopi hanya menyediakan gelas plastik sekali pakai. Anehnya, setelah pandemi berakhir, kebiasaan buruk tersebut masih tetap berlanjut hingga kini.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Tiza Mafira". CPI. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 Ngantung, Daniel. "Misi Hidup dan Mati Tiza Mafira Selamatkan Bumi dengan Diet Kantong Plastik". wolipop. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ "Tiza Mafira: Mencintai Bumi dengan Kebiasaan 'Reuse'". Elle Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-07.