Tini Kasmawati
Tampilan
Tini Kasmawati adalah seorang penjual makanan berusia 51 tahun dari Desa Lengkong di Jawa Barat, Indonesia, yang selama sembilan tahun terakhir telah berdedikasi menyelamatkan owa abu-abu yang terancam punah[1].
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Awalnya agak susah memberi penjelasan pada warga dan menumbuhkan kepedulian mereka terhadap Owa Jawa ini. Namun lambat laun mereka pun mengerti bahwa kelangsungan hidup satwa di sekitar mereka akan berdampak pada lingkungan mereka dan dan sumber kehidupan kita."
- "Saya malu, karena orang Belanda yang jauh saja peduli dengan kelangsungan hidup binatang yang berada di daerah ini. Namun kami sebagai warga Lengkong tak pernah ingin tahu dan peduli pada Owa Jawa yang harusnya menjadi kebanggaan warga Lengkong."
- "Hidup saya saat ini untuk mereka, karena saya tidak punya siapa-siapa lagi selain owa-owa ini."
- "Saya sangat bahagia karena ternyata saya tidak sendiri. Banyak yang masih sangat peduli dengan habitat Owa Jawa dan hutan disini." [2]
- "Mereka yang datang jauh dari sana dengan biaya sampai ratusan juta begitu peduli, kenapa saya yang notabene lahir dan besar di sini tidak, padahal otomatis owa jawa yang ada di sini milik kita, milik orang Lengkong khususnya orang Indonesia."
- "Jadi di kemudian hari saat mungkin saya sudah enggak ada dan enggak ada orang lain yang berniat peduli terjun seperti saya, mereka (owa) enggak lagi kelaparan sampai mengetuk rumah penduduk atau sampai mati tersengat aliran listrik kerena mencoba mencari makan di luar sana." [3]
- "The gibbons only eat ripe (fruits), but before (the fruits) are ripe, they are either harvested by the farmers (who grow them) or stolen by others." "Owa hanya makan buah yang matang, tetapi sebelum matang, buah itu sudah dipanen oleh para petani yang menanamnya atau dicuri oleh orang lain."
- "The gibbons have very good instincts. If they feel that a long drought is coming and food scarcity is imminent, they would hold off from producing more offspring." "Owa memiliki insting yang sangat baik. Jika mereka merasa bahwa musim kemarau panjang akan datang dan kelangkaan makanan semakin dekat, mereka akan menunda untuk memiliki keturunan."
- "In the past, the population of the silvery gibbons was really big. There were many colonies in this area alone because the forest was still dense, unlike today." "Dulu, populasi owa abu-abu sangat besar. Ada banyak koloni hanya di wilayah ini saja karena hutannya masih lebat, tidak seperti sekarang." [4]
- "Owa ini tidak mau kawin dengan keluarganya. Dia pasti mencari pasangan di luar keluarganya. Kata Inge, anak-anak owa jawa itu takut sama orangtuanya. Setelah saya terjun sendiri, ternyata mereka memang begitu."
- "Primata langka ini bukan milik saya, ini milik dunia. Di Indonesia hanya ada di Jawa Barat, dan yang terbanyak di kampung kami. Keseluruhan ada lebih dari 60 ekor, tapi ada 2 tempat yang belum saya kunjungi karena medannya sulit. Padahal, di sana itu mereka sering diburu orang untuk di jual, tapi saya belum bisa ke sana."
- "Kalaupun enggak bisa lihat, saya masih berani bersaing kalau jalan di hutan, mungkin karena sering keluar masuk hutan, saya jadi tahu di mana tanjakan, mana turunan." [5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Champion, | Kategori Local (2022-03-25). "Tini Kasmawati, Tunanetra Tangguh Penjaga Owa Jawa". Tokoh Inspiratif (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ Saefullah, Asep (2024-12-23). "Srikandi penjaga Owa Jawa di Sukabumi". Ekuatorial. Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ Arifa, Siti Nur. Kisah Tangguh Perempuan Tunanetra Penjaga Owa Jawa di Sukabumi.
- ↑ "Visually impaired woman fights to save endangered gibbons in remote Indonesian village". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ developer, mediaindonesia com. "Tini Kasmawati Menyelamatkan Owa Jawa". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-12-12.