Kartika Jahja
Tampilan
(Dialihkan dari Tika (singer))
Kartika Jahja (lahir 19 Desember 1980) lebih dikenal sebagai Tika adalah seorang penyanyi, aktivis, dan aktris berkebangsaan Indonesia. Kartika merupakan cucu dari penyanyi seriosa Pranawengrum Katamsi dan aktor Amoroso Katamsi. Pada November 2016, ia masuk dalam daftar "BBC 100 Women".[1][2]

Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “Menurutku beban dalam diri kita untuk mendeskripsikan diri kita dalam satu kata itu berarti harus ada sesuatu kebiasaan yang harus kita kurangi,” lanjut Tika, “menurutku sekarang semua orang itu multi layer. Bukan hanya karena seseorang nggak menyebut dirinya sebagai aktivis bukan berarti dia nggak membuat perubahan juga. Jadi kalau aku disuruh memilih, aku memilih untuk menjadi manusia aja deh.”[3]
- “Aku jujur saja mendengar kata feminis dari Riot Grrrl, Nirvana, Kurt Cobain. Saat itu mereka ngomong “I’m a feminist”, so actually kata feminis justru aku mendengar pertama kali dari laki-laki,”[3]
- “Sebenarnya gradual sih aku berkenalan dengan feminis itu sendiri. Nggak saat aku melihat sesuatu and the voila I become feminist. Atau saat aku baca sesuatu yang langsung mengubah hidupku. Nggak seperti itu. Semuanya dimulai saat bagaimana aku melihat ibuku yang lingkungan kerjanya laki-laki semua karena dia seorang engineer di perusahaan komunikasi asing pada saat itu, bagaimana dia diremehkan karena dia perempuan, bagaimana dia bertahan dan berjuang di lingkungan yang seperti itu. Itu berproses terus. Sampai akhirnya aku berhenti nyanyi sebentar untuk menjadi pendamping korban kekerasan seksual, dari situ belajar lagi. Jadi menurutku, aku akan selalu berproses sebagai manusia, sebagai feminis, sebagai perempuan, untuk terus membuat cakrawalanya tambah besar dan yang paling penting impact-nya bukan hanya untuk aku sendiri, tetapi juga kepada orang-orang yang lebih membutuhkan."[3]
- “Feminisme buat aku adalah keadilan. Keadilan gender. Gender yang kita tahu ada laki-laki dan perempuan. Padahal sebenarnya ada gender-gender lain di luar sana. Bukan soal perempuan melawan laki-laki, tetapi bagaimana perempuan, laki-laki dan gender lain yang kalian identify bisa melawan patriarki. So, it’s not about us fighting against each other, tapi kita berusaha merombak sebuah sistem, sebuah budaya, sebuah pola politik yang meletakan suatu gender di dalam kekerasan, penindasan dan lain sebagainya,”[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "IdFilmCenter". www.indonesianfilmcenter.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ "Kartika Jahja". Koalisi Seni. 2020-05-08. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 Prayitno, Niken Ari (2020-01-02). "Future is Female: Perjalanan Kartika Jahja Jadi Seorang Aktivis". Popbela.com. Diakses tanggal 2025-12-10.