The Righteous Mind
Tampilan

The Righteous Mind: Mengapa Orang-orang Baik Terpecah Karena Politik dan Agama merupakan buku karya Jonathan Haidt yang terbit pada tahun 2012. Buku ini mengeksplorasi asal-usul serta evolusi pandangan moral manusia, dengan penekanan pada bagaimana emosi dan rasionalitas berperan dalam membentuk penilaian moral. Selain itu, Haidt juga menelusuri fondasi moral yang menjadi penyebab munculnya perbedaan pandangan antara berbagai kelompok politik dan keagamaan.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Tentang moral dan cara berpikir manusia
[sunting | sunting sumber]- “Intuisi datang lebih dulu, baru alasan mengikuti.”
- Bab 1: Where Does Morality Come From?
- “Akal bukan hakim yang bijak, tapi seperti pengacara — selalu mencari alasan untuk membenarkan apa yang kita rasakan.”
- Bab 2: The Intuitive Dog and Its Rational Tail
- “Manusia adalah makhluk sosial yang berpikir secara moral, bukan makhluk rasional yang kebetulan hidup bersama.”
- Bab 3: Elephants Rule
- “Kita tidak dilahirkan sebagai pemburu kebenaran, tapi pembela kelompok.”
- Bab 4: Vote for Me (Here’s Why)
Tentang emosi dan rasio
[sunting | sunting sumber]- “Emosi adalah pengemudi, akal hanyalah penumpang.”
- Bab 2: The Intuitive Dog and Its Rational Tail
- “Anjing emosional menggoyangkan ekor rasional.” (Emosi datang dulu, alasan menyusul kemudian.)
- Bab 2: The Intuitive Dog and Its Rational Tail
Tentang moralitas dan masyarakat
[sunting | sunting sumber]- “Moralitas mempersatukan sekaligus membutakan.”
- Bab 10: The Hive Switch
- “Moral bukan hanya tentang kebaikan dan keadilan, tapi juga tentang kesetiaan, otoritas, dan kesucian.”
- Bab 7: The Moral Foundations of Politics
- “Liberalis dan konservatif sama-sama punya dasar moral — hanya saja fokusnya berbeda.”
- Bab 8: The Conservative Advantage
Tentang politik dan perbedaan
[sunting | sunting sumber]- “Kita bergabung dalam tim politik yang memiliki cerita moral yang sama.”
- Bab 8: The Conservative Advantage
- “Perbedaan politik muncul karena kita menilai dunia dengan fondasi moral yang berbeda.”
- Bab 8: The Conservative Advantage
- “Jika kita ingin berdamai, kita harus berusaha memahami dasar moral orang lain.”
- Bab 12: Can’t We All Disagree More Constructively?
Tentang kemanusiaan dan kebaikan
[sunting | sunting sumber]- “Kita dilahirkan untuk hidup dalam kelompok, bekerja sama, dan berbagi makna.”
- Bab 10: The Hive Switch
- “Kebaikan bisa tumbuh bukan karena kita rasional, tapi karena kita bisa merasakan penderitaan orang lain.”
- Bab 11: Religion is a Team Sport
- “Untuk memahami orang lain, berhentilah menilai dan mulailah ingin tahu.”
- Bab 12: Can’t We All Disagree More Constructively?

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: