Lompat ke isi

The Anxious Generation

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Jonathan Haidt, penulis buku The Anxious Generation

The Anxious Generation: How the Great Rewiring of Childhood Is Causing an Epidemic of Mental Illness adalah buku karya Jonathan Haidt yang terbit pada tahun 2024. Dalam buku ini, Haidt berpendapat bahwa penyebaran penggunaan ponsel pintar, media sosial, serta pola asuh yang terlalu protektif telah menyebabkan “perubahan jaringan” dalam masa kanak-kanak dan memicu meningkatnya gangguan kesehatan mental.

Haidt menjelaskan bahwa menurunnya kebiasaan bermain bebas pada anak—yang diperparah oleh pola asuh berlebihan dan meningkatnya penggunaan ponsel pintar sejak akhir tahun 2000-an—telah berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Dalam sebuah wawancara di acara The Wall Street Journal’s Future of Everything Festival, ia menyarankan agar ponsel pintar dilarang di lingkungan sekolah dan diganti dengan ponsel sederhana (feature phone) yang memiliki fungsi terbatas.

  • en: “My central claim in this book is that these two trends—overprotection in the real world and underprotection in the virtual world—are the major reasons why children born after 1995 became the anxious generation.”
    • id: “Pernyataan utama saya dalam buku ini adalah bahwa dua kecenderungan — perlindungan berlebihan di dunia nyata dan kurangnya perlindungan di dunia maya — menjadi alasan utama mengapa anak-anak yang lahir setelah tahun 1995 menjadi generasi yang cemas.”
      • Bagian pendahuluan (introduction)
  • en: “People don’t get depressed when they face threats collectively; they get depressed when they feel isolated, lonely, or useless.”
    • id: “Orang tidak merasa depresi ketika menghadapi ancaman bersama-sama; mereka merasa depresi ketika merasa terisolasi, kesepian, atau tidak berguna.”
      • Bagian pendahuluan (introduction)
  • en: “While the reward-seeking parts of the brain mature earlier, the frontal cortex—essential for self-control, delay of gratification, and resistance to temptation—is not up to full capacity until the mid-20s, and preteens are at a particularly vulnerable point in development.”
    • id: “Bagian otak yang mencari kesenangan berkembang lebih cepat, sementara korteks frontal — yang penting untuk pengendalian diri, menunda kepuasan, dan menahan godaan — belum berfungsi penuh sampai usia pertengahan dua puluhan. Masa pra-remaja adalah fase yang sangat rentan.”
      • Bagian 1 – The Great Rewiring
  • en: “Gen Z became the first generation in history to go through puberty with a portal in their pockets that called them away from the people nearby and into an alternative universe that was exciting, addictive, unstable, and—unsuitable for children and adolescents.”
    • id: “Generasi Z menjadi generasi pertama dalam sejarah yang melewati masa pubertas dengan sebuah ‘portal’ di saku mereka — yang memanggil mereka menjauh dari orang-orang di sekitarnya menuju dunia alternatif yang menarik, membuat ketagihan, tidak stabil, dan tidak cocok untuk anak-anak maupun remaja.”
      • Bagian 1 – The Great Rewiring
  • en: “Play is the work of childhood, and all young mammals have the same job: Wire up your brain by playing vigorously and often.”
    • id: “Bermain adalah pekerjaan masa kanak-kanak, dan semua mamalia muda memiliki tugas yang sama: menyambungkan otak mereka dengan bermain secara aktif dan sering.”
  • en: “This is the great irony of social media: the more you immerse yourself in it, the more lonely and depressed you become.”
    • id: “Inilah ironi besar dari media sosial: semakin kamu tenggelam di dalamnya, semakin kesepian dan depresi kamu rasakan.”
  • en: “We decided that the real world was so full of dangers that children should not be allowed to explore it without adult supervision... At the same time, it seemed like too much of a bother to design and require age-appropriate guardrails for kids online...”
    • id: “Kita menganggap dunia nyata terlalu berbahaya, sehingga anak-anak tidak boleh menjelajah tanpa pengawasan orang dewasa... Namun pada saat yang sama, kita merasa terlalu repot untuk membuat batasan usia yang sesuai bagi anak-anak di dunia daring...”
  • en: “When we make children’s safety a quasi-sacred value and don’t allow them to take any risks, we block them from overcoming anxiety, learning to manage risk, and learning to be self-governing, all of which are essential for becoming healthy and competent adults.”
    • id: “Ketika kita menjadikan keselamatan anak sebagai nilai yang hampir suci dan tidak mengizinkan mereka mengambil risiko apa pun, kita sebenarnya menghalangi mereka untuk mengatasi kecemasan, belajar mengelola risiko, dan belajar mengatur diri sendiri — padahal itu semua penting agar mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dan cakap.”

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]