Lompat ke isi

Teuku Umar

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Teuku Umar

Teuku Umar (1854 – 1 Februari 1899) adalah seorang pemimpin gerilya melawan Belanda di Aceh selama Perang Aceh. Ia meninggal saat pasukan Belanda melancarkan serangan mendadak di Meulaboh. Jenazahnya dimakamkan di daerah Mugo Cut. Setelah itu, istrinya Cut Nyak Dhien terus memimpin gerilya. Ia kemudian diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

  • Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan mati syahid
  • Sumber : Tarmizi, T. Fadil. (2024). Menikmati Senja di Situs Sejarah Teuku Umar, [1]

Nasionalisme

[sunting | sunting sumber]

Kata-kata yang diucapkan oleh Sang Panglima tersebut menunjukan akan kebulatan tekadnya untuk berjuang membebaskan Meulaboh, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya.

Secangkir kopi dari Aceh mengingatkan, sebagai wasiat terakhir yang diucapkan, seseorang yang tak pernah lelah untuk bangkit kembali, sampai dengan akhir.

Rasa dan aroma kopi Aceh yang kuat, membangunkan alam sadar bahwa sejarah tak banyak mengkisahkan kemenangan, ada banyak kepergian dan kehilangan, bahwa yang paling penting itu bukanlah kemenangan atau kekalahan, melainkan perjuangan.

Templat:Pahlawan Indonesia