Lompat ke isi

Tawakkol Karman

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Tawakkol Karman (lahir pada 7 Februari 1979 di Ta'izz, Yaman) adalah seorang jurnalis, politisi dan aktivis hak asasi manusia asal Yaman yang merupakan wanita Arab pertama dan wanita muslim kedua yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian di tahun 2011. Dia memimpin beberapa protes terhadap rezim diktatorial Presiden Saleh dan menyerukan demokrasi dan kebebasan berbicara. Selajn itu, dia juga mendirikan organisasi "Women Journalists without Chains" (Wartawati Tanpa Rantai), dan dipenjara serta dianiaya karena keterlibatannya yang aktif.[1][2][3][4]

  • "You have to be strong; you have to trust yourself that you can build a new country. You have to know that you have the ability to achieve your dream."[3]
    • "Kamu harus kuat; kamu harus percaya pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa membangun negara baru. Kamu harus tahu bahwa kamu memiliki kemampuan untuk mewujudkan impianmu."
  • "We do not fear the future - we make it."[5]
    • Kami tidak takut pada masa depan - kami yang menciptakannya.
  • “In our country, we revolted against a dictatorship in order to be able to democratically elect a new president. We sacrifice ourselves for democracy.”[6]
    • “Di negara kami, kami memberontak melawan kediktatoran agar bisa secara demokratis memilih presiden baru. Kami mengorbankan diri demi demokrasi.”
  • "I have always believed that change is possible."[6]
    • "Saya selalu percaya bahwa perubahan itu mungkin."
  • "Yemeni women led the change in the peaceful revolution, and also in the transitional period. The dictator Ali Saleh—and I believe most of the dictators around the world— knew how women are strong and so wanted women to be marginalized. If dictators want women to participate in public life at all, they just want them to decorate their regimes."[6]
    • "Perempuan Yaman memimpin perubahan dalam revolusi damai, dan juga dalam periode transisi. Diktator Ali Saleh—dan saya percaya kebanyakan diktator di seluruh dunia—tahu betapa kuatnya perempuan sehingga ingin meminggirkan perempuan. Jika diktator ingin perempuan ikut serta dalam kehidupan publik sama sekali, mereka hanya ingin perempuan menghiasi rezim mereka."
  • "Look at history: every great revolution was followed by a counter-revolution but once the wheel of change is set in motion it doesn’t stop until it reaches its destination. Ten years is a small amount of time in our region, but in those ten years, we toppled more than seven dictators. We have done great work and we will continue our work to create a great change in our region."[6]
    • "Lihatlah sejarah: setiap revolusi besar selalu diikuti oleh kontra-revolusi, tetapi sekali roda perubahan mulai bergerak, itu tidak berhenti hingga mencapai tujuannya. Sepuluh tahun adalah waktu yang singkat di wilayah kami, tetapi dalam sepuluh tahun itu, kami telah menumbangkan lebih dari tujuh diktator. Kami telah melakukan pekerjaan besar dan kami akan terus bekerja untuk menciptakan perubahan besar di wilayah kami."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Nobel Peace Prize 2011". NobelPrize.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-02.
  2. Tawakkol Karman | Biography, Nobel Prize, and Facts | Britannica (dalam bahasa Inggris).
  3. 3,0 3,1 "Tawakkol Karman Yemen". Nobel Women's Initiative (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
  4. "Tawakkol Karman: Nobel Peace Prize Winner, Human Rights Icon" (dalam bahasa American English). 2025-05-02. Diakses tanggal 2025-12-02.
  5. "Tawakkol Karman | Peace Jam". peacejam.org.uk. Diakses tanggal 2025-12-02.
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 Hincks, Joseph. She Helped Launch Yemen’s Revolution. 10 Years On, Tawakkol Karman Still Believes Change Is Possible (dalam bahasa Inggris).