Lompat ke isi

Tara Brach

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Tara Brach (17 Mei 1953) adalah seorang psikolog Amerika dan pengajar meditasi Buddhis yang dikenal secara internasional, khususnya dalam praktik meditasi Vipassana. Ia merupakan pendiri dan pengajar utama Insight Meditation Community of Washington serta aktif mengajar di berbagai pusat meditasi di Amerika Serikat dan Kanada.[1]

  • "If our hearts are ready for anything, we can open to our inevitable losses, and to the depths of our sorrow. We can grieve our lost loves, our lost youth, our lost health, our lost capacities. This is part of our humanness, part of the expression of our love for life."
    • "Jika hati kita siap menghadapi apa pun, kita dapat membuka diri terhadap kehilangan yang tak terelakkan dan kedalaman duka. Kita dapat meratapi cinta yang hilang, masa muda yang berlalu, kesehatan yang memudar, serta kemampuan yang lenyap. Semua itu adalah bagian dari kemanusiaan kita, sekaligus wujud dari cinta kita terhadap kehidupan."
  • "Quite simply, if you're feeling anxious, angry, a sense of shame, whatever it is, breathe in and agree to touch or feel it. Breathing out, offer space and care to whatever's there. If there's blocking to touching it, emphasize the in-breath and stay embodied."
    • "Sederhananya, ketika kamu merasa cemas, marah, malu, atau emosi apa pun, tarik napas dan izinkan dirimu menyentuh serta merasakannya. Saat menghembuskan napas, berikan ruang dan perhatian pada apa pun yang hadir. Jika ada hambatan untuk menyentuh perasaan itu, tekankan tarikan napas dan tetap hadir sepenuhnya dalam tubuh."
  • "If our hearts are ready for anything, we are touched by the beauty and poetry and mystery that fill our world."[2]
    • "Jika hati kita siap menerima apa pun, kita akan tersentuh oleh keindahan, puisi, dan misteri yang memenuhi dunia kita."
  • “Happiness lies not in finding what is missing, but in finding what is present."
    • "Kebahagiaan tidak terletak pada menemukan apa yang hilang, melainkan pada menyadari apa yang telah ada."
  • "Everything we love goes. So to be able to grieve that loss, to let go, to have that grief be absolutely full, is the only way to have our heart be full and open."
    • "Segala sesuatu yang kita cintai pada akhirnya akan pergi. Karena itu, mampu meratapi kehilangan tersebut, melepaskan, dan membiarkan duka itu hadir sepenuhnya adalah satu-satunya cara agar hati kita tetap utuh dan terbuka."
  • "Paying attention is the most basic and profound expression of love."
    • "Memberi perhatian adalah bentuk cinta yang paling dasar sekaligus paling mendalam."
  • "The most powerful healing arises from the simple intention to love the life within you, unconditionally, with as much tenderness and presence as possible."
    • "Penyembuhan yang paling kuat lahir dari niat sederhana untuk mencintai kehidupan di dalam diri kita tanpa syarat, dengan kelembutan dan kehadiran sepenuh mungkin."[3]
  • "The more we recognize that we are the ocean and the waves represent different aspects of our being, the less any individual wave of difficulty will consume, overwhelm, or define us. We can remember that while these waves are a part of us, they do not encompass our entire existence."
    • "Semakin kita menyadari bahwa diri kita adalah samudra dan gelombang hanyalah representasi dari berbagai aspek keberadaan kita, semakin kecil kemungkinan satu gelombang kesulitan menguasai, menenggelamkan, atau mendefinisikan kita. Kita dapat mengingat bahwa meskipun gelombang-gelombang itu adalah bagian dari diri kita, mereka tidak mencakup keseluruhan keberadaan kita."
  • "Everyone has their masks, displaying their fears and desires on the surface."
    • "Setiap orang memiliki topengnya masing-masing, yang menampilkan ketakutan dan keinginan mereka di permukaan."
  • "We often frame emotions as negative, but it’s important to recognize the intelligence within every emotion, even depression, fear, and hurt."
    • "Kita sering menganggap emosi sebagai sesuatu yang negatif, padahal penting untuk mengenali kecerdasan yang terkandung dalam setiap emosi, termasuk depresi, ketakutan, dan luka batin."
  • "When we push emotions away, judge them, or fail to address them, they become taut and twisted."[4]
    • "Ketika kita menyingkirkan emosi, menghakiminya, atau gagal menghadapinya, emosi-emosi itu menjadi tegang dan terbelit."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Tara Brach age, biography". Last.fm (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.
  2. "Tara Brach Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.
  3. "Tara Brach Quote". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-12-18.
  4. DL, Dr Vikas Shah MBE. "A Conversation with Tara Brach on Meditation, Emotional Healing and Spiritual Awakening". Thought Economics (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-18.