Lompat ke isi

Tan Shot Yen

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Tan Shot Yen pada 2023
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Tan Shot Yen (lahir 17 September 1964) merupakan dokter, ahli gizi, penulis, dan intelektual publik Indonesia. Ia dikenal sebagai pakar kesehatan yang vokal membahas isu-isu kesehatan dan gaya hidup. Namanya semakin dikenal publik saat hadir dalam audiensi dengan Komisi IX DPR RI pada Rabu, 24 September 2025. Ia mengkritik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya tidak memenuhi standar gizi dan tidak sesuai dengan kebutuhan anak.[1]

  • "Kondisi bencana tidak boleh menjadi ajang promosi dan kesempatan bagi para oportunis berdalih donasi untuk memasarkan produknya".[2]
  • "Menyiasati intoleransi laktosa pada etnik Melayu, industri susu tidak hilang akal. Belakangan ini semakin marak kemasan UHT minuman berpemanis aneka rasa yang masih berani menyebut diri sebagai ‘susu’ - padahal kandungan susunya hanya 30%."[3]
  • "Dalam beberapa pertemuan dengan pakar dan akademisi, saya meyakini bahwa tidak ada seorang pun yang menentang program Makan Bergizi Gratis, yang justru bisa bergulir secara jangka panjang memperbaiki pemahaman publik tentang gizi seimbang, pola makan sehat keluarga, dan dalam jangka pendek meningkatkan kualitas pangan anak sekoah, ibu hamil-menyusui, serta balita -- paling tidak sekali dalam sehari. Namun, program nasional berskala raksasa ini semestinya direncanakan, dipersiapkan, dijalankan bertahap dengan standar terukur baik secara efisiensi dan efikasi yang benar."[4]
  • "Gejala keracunan tidak selamanya muncul segera setelah makanan dikonsumsi, sebab hitungan menit, jam atau hitungan hari sesudahnya masih dimungkinkan. Kecepatan munculnya gejala, tergantung dari jenis makanan dan penyebabnya."[5]
  • "Muntah dan diare berat bisa berakibat fatal – sebab dehidrasi membuat kerja organ terganggu. Nyeri kepala, keram perut biasanya terjadi 12-72 jam pasca konsumsi. Banyak awam mengira memberi minum susu pada penderita dianggap susunya bisa ‘mengikat’ racun. Padahal, justru bisa memperburuk keadaan terutama bagi yang intoleran laktosa."[5]
  • "Keracunan makanan pada MBG adalah kasus serius. Ini merupakan indikator ketidaksiapan semua pihak untuk melaksanakan program dengan bertanggungjawab."[5]
  • "Ada lima kunci keamanan pangan yang harus diperhatikan, yaitu menjaga suhu makanan (sejak diangkat dari kompor hingga ke tangan konsumen), menggunakan air dan bahan baku yang aman, menjaga kebersihan, memasak dengan benar, serta memisahkan pangan mentah dan pangan matang."[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Wahyuningtyas, Prihatini (25 September 2025). "Profil dr Tan Shot Yen yang Kritik MBG di Rapat DPR". Tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-02.
  2. Tan, Shot Yen (29 November 2025). "Gizi Anak Harus Terjaga di Saat Bencana, Jangan Asal Beri Donasi Makanan". Kompas. Diakses tanggal 2025-12-01.
  3. Tan, Shot Yen (31 Oktober 2025). "Gastrokolonialisme Berbalut Altruisme, Ketika Donasi Makanan Bergizi Terlalu Andalkan Produk Olahan". Kompas. Diakses tanggal 2025-12-01.
  4. Tan, Shot Yen (31 Januari 2025). "Makan Bergizi Gratis: Program Baru yang Terburu-buru?". Kompas. Diakses tanggal 2025-12-01.
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 Tan, Shot Yen (30 April 2025). "Makanan Bergizi Gratis, Mestinya Tidak Basi dan Bebas Bakteri". Kompas. Diakses tanggal 2025-12-01.