Tamu Rambu Margaretha
Tampilan
Tamu Rambu Margaretha adalah bangsawan perempuan dari Sumba Timur, dijuluki "Mama Raja" di Kampung Raja Prailiu. Ia merupakan istri dari Raja Tamu Umbu Ndjaka dan ibu dari aktivis Rambu Ana. Ia dikenal karena pandangan progresifnya untuk menghormati semua orang tanpa memandang kasta serta mengakhiri praktik perbudakan di Sumba[1].[2][3]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Semua yang tinggal di rumah harus sekolah, mau anak kandung, anak-anak dalam rumah, ya, harus sekolah"[2]
- "Mama keras sekali dulu. Waktu saya kelas satu SD, saya pernah malas-malasan ke sekolah...Lalu Mama dari belakang antar saya ke sekolah, kalau saya jalan lambat sedikit kena habok (pukul) dengan kayu. Tapi saya lebih kuat lari."[2]
- "Saya sendiri tidak tahu persis kapan kampung ini berdiri. Namun yang saya tahu berdirinya kampung ini sesudah (pendudukan) Jepang. Kami sendiri masih bersepupu dengan kampung Prailiu Kiku,"[4]
- "Ya kami mau agar kampung ini diperhatikan jugalah,"[4]
Daftar Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Cipta Media". www.ciptamedia.org. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 Hebi, Martha (2022-11-30). Ketika Perempuan dari Kasta Bangsawan dan Hamba di Sumba Bersiasat Memutus Rantai Perbudakan.
- ↑ Konde.co, Tim (2019-05-12). "Perempuan Tana Humba, Para Perempuan yang Hidup dalam Pusaran Tradisi". Konde.co (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 4,0 4,1 "Kampung Raja Prailiu Kambata Sebuah Pertemuan Antara Budaya dan Kekristenan di Sumba Timur". Majalah Gaharu (dalam bahasa American English). 2019-12-30. Diakses tanggal 2025-12-20.