Sylvia Earle

Sylvia Earle (Gibbstown, New Jersey, U.S., 30 Augustus 1935) is an American oceanographer and explorer known for her research on marine algae and her books and documentaries designed to raise awareness of the threats that overfishing and pollution pose to the world’s oceans. A pioneer in the use of modern self-contained underwater breathing apparatus (SCUBA) gear and the development of deep-sea submersibles, Earle also holds the world record for the deepest untethered dive. [1] Ia adalah seorang oseanografer dan penjelajah asal Amerika Serikat yang dikenal melalui penelitiannya tentang alga laut serta buku dan film dokumenter yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan ancaman penangkapan ikan berlebihan dan polusi terhadap lautan dunia. Sebagai pelopor dalam penggunaan peralatan selam modern self-contained underwater breathing apparatus (SCUBA) dan pengembangan wahana penyelam laut dalam, Earle juga memegang rekor dunia untuk penyelaman terdalam tanpa tali pengaman.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "When I started to explore the ocean in the 1950s, I became witness to its radical changes." "Ketika saya mulai menjelajahi lautan pada tahun 1950-an, saya menjadi saksi atas perubahan-perubahan radikal yang terjadi di dalamnya."
- "In my time, I’ve seen the loss of half of the ocean's wildlife, both in terms of numbers as well as diversity." "Dalam hidup saya, saya telah menyaksikan hilangnya setengah dari kehidupan laut, baik dari segi jumlah maupun keanekaragamannya."
- "We have learned more in the last 50 years than we had in all preceding human history" "Kita telah mempelajari lebih banyak hal dalam 50 tahun terakhir dibandingkan seluruh sejarah manusia sebelumnya."
- "And yet, that same half-century has also brought the greatest losses the seas have ever known." "Namun, setengah abad yang sama itu juga membawa kerugian terbesar yang pernah dialami lautan."
- "She saw the big smile on my face and let me run back in,” says Earle, “And I’ve been running back in ever since." "Ia melihat senyum lebar di wajah saya dan membiarkan saya berlari kembali masuk,” kata Earle, “dan sejak saat itu saya terus kembali."
- "Most of life on Earth lives in the dark, in cold, high-pressure environments that would be uninhabitable for us." "Sebagian besar kehidupan di Bumi hidup dalam kegelapan, di lingkungan yang dingin dan bertekanan tinggi yang tidak dapat dihuni oleh manusia."
- "We think of the sunlit upper portion as the ocean, where scuba divers go, and we think of the creatures there as representative of the sea. But 90 percent of the ocean is in permanent darkness, and many of the creatures there create their own light." "Kita sering menganggap bagian laut yang terkena cahaya matahari sebagai lautan, tempat para penyelam scuba pergi, dan menganggap makhluk di sana sebagai gambaran laut. Padahal, 90 persen lautan berada dalam kegelapan permanen, dan banyak makhluk di sana menciptakan cahaya mereka sendiri."
- "Down there, it really comes into focus." "Di kedalaman sana, segalanya benar-benar menjadi jelas."
- "That fish is different from that one, and that one, and that one. I know the eel who lives in that place. Exploration and peeling back layers of the unknown has led me to the conviction that we have to protect as much of the natural fabric of life, land and sea, as possible." "Ikan itu berbeda dengan yang satu, dan yang itu, dan yang lainnya. Saya mengenal belut yang hidup di tempat itu. Penjelajahan dan membuka lapisan-lapisan yang belum diketahui telah membawa saya pada keyakinan bahwa kita harus melindungi sebanyak mungkin jalinan alami kehidupan, baik di darat maupun di laut." [2]
- "All of us, individually and collectively, need to respect nature and take care of it (the ocean)." "Setiap dari kita, baik secara individu maupun kolektif, perlu menghormati alam dan menjaganya (lautan)."
- "We need to treat the ocean and the rest of our living planet like our lives depend on them – because they do." "Kita perlu memperlakukan lautan dan seluruh planet yang hidup ini seolah-olah hidup kita bergantung padanya—karena memang demikian adanya." [3]
- "As my worked progressed over the years, I realized the central headquarters for keeping the history of life intact is here at the Smithsonian Institution." "Seiring pekerjaan saya berkembang selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa pusat utama untuk menjaga sejarah kehidupan tetap utuh berada di sini, di Smithsonian Institution."
- "Unlike my predecessors who were exploring the Gulf of Mexico looking at seaweeds, I could actually get out to where they were growing. Like taking a walk in a forest, I could stroll through these underwater gardens. It was the first time, literally, that anyone was at the places that I was diving." "Tidak seperti para pendahulu saya yang menjelajahi Teluk Meksiko hanya dengan mengamati rumput laut, saya benar-benar bisa pergi ke tempat rumput laut itu tumbuh. Seperti berjalan-jalan di hutan, saya bisa menyusuri taman-taman bawah laut ini. Secara harfiah, inilah pertama kalinya seseorang berada langsung di tempat-tempat saya menyelam."
- "It was transformative for me. Before I could take a breath and stay down for half a minute, with scuba I could stay longer and go deeper." "Hal itu sangat transformatif bagi saya. Sebelumnya saya hanya bisa menahan napas dan bertahan selama setengah menit, tetapi dengan scuba saya bisa tinggal lebih lama dan menyelam lebih dalam."
- "I regard myself as a witness to change over time,” says Earle. “I experienced decades of change. Some of the changes are really good, and some of them are not so good. I have lived the better part of a century. The collections can be a source like silent witness to this change and they will persist far beyond my time." "Saya memandang diri saya sebagai saksi perubahan dari waktu ke waktu,” kata Earle. “Saya mengalami perubahan selama puluhan tahun. Sebagian perubahan itu sangat baik, dan sebagian lainnya tidak begitu baik. Saya telah menjalani sebagian besar satu abad kehidupan. Koleksi-koleksi ini dapat menjadi sumber seperti saksi bisu atas perubahan tersebut dan akan tetap ada jauh melampaui masa hidup saya."
- "You cannot extract DNA from a photograph. Those (of us) have taken pains over the ages to take a reference piece of the environment and tuck it away so that at any time in the future with new insight (we can ask) new questions we don’t even know how to answer today." "DNA tidak bisa diekstraksi dari sebuah foto. Karena itu, kami berupaya keras selama bertahun-tahun untuk mengambil contoh lingkungan sebagai referensi dan menyimpannya, sehingga kapan pun di masa depan, dengan wawasan baru, kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru yang bahkan hari ini belum kita ketahui jawabannya." [4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sylvia Earle | Discoveries, Achievements, & Facts | Britannica (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "How Sylvia Earle fell in love with the ocean—and why she never stopped exploring". Environment (dalam bahasa Inggris). 2025-12-19. Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ www.prestigeonline.com https://www.prestigeonline.com/th/people/meet-rolex-testimonee-dr-sylvia-earle-a-heroine-of-the-ocean/. Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ Olson, Danielle. "Sylvia Earle's Algae Epic | Smithsonian Ocean". ocean.si.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.