Suzanne Collins
Tampilan

Suzanne Collins (lahir 10 Agustus 1962 di Connecticut, Amerika Serikat) adalah seorang penulis skenario dan novelis asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penulis novel trilogi The Hunger Games (yang terdiri dari The Hunger Games, Catching Fire, dan Mockingjay). [1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “Bukan sifatku untuk kalah tanpa bertarung, bahkan saat kemungkinan untuk menang tampak begitu tipis." ~ Ucap tokoh Katniss Everdeen di dalam The Hunger Games. [2]
- "Telling a story in a futuristic world gives you this freedom to explore things that bother you in contemporary times." (Terjemahan: "Menceritakan kisah di dunia futuristik memberi Anda kebebasan untuk mengeksplorasi hal-hal yang mengganggu Anda di masa kini.") [3]
- "I think people respond to dystopian stories because they're ways of acting out anxieties that we have and fears that we have about the future. So much media's coming at you over the Internet, your brain gets overloaded. You don't know what to do with it. And one thing you can do with it is read a story." (Terjemahan: "Saya pikir orang-orang merespons cerita distopia karena cerita-cerita itu merupakan cara untuk melampiaskan kecemasan dan ketakutan kita tentang masa depan. Begitu banyak media yang menghampiri kita melalui internet, otak kita menjadi kewalahan. Kita tidak tahu harus berbuat apa. Dan satu hal yang bisa kita lakukan adalah membaca sebuah cerita.") [3]
- “I wish I could freeze this moment, right here, right now and live in it forever.” (Terjemahan: “Saya berharap bisa membekukan momen ini, di sini, saat ini juga, dan menjalaninya selamanya.”) [4]
- “I am not pretty. I am not beautiful. I am as radiant as the sun.” (Terjemahan: “Aku tidak cantik. Aku tidak rupawan. Aku secerah matahari.”)[4]
- “I always channel my emotions into my work. That way, I don’t hurt anyone but myself.” (Terjemahan: "Aku selalu menyalurkan emosiku ke dalam pekerjaanku. Dengan begitu, aku tidak menyakiti siapa pun kecuali diriku sendiri.")[4]
- “You don’t forget the face of the person who was your last hope.” (Terjemahan: "Kau tidak akan melupakan wajah orang yang pernah menjadi harapan terakhirmu.")[4]
- “It takes ten times as long to put yourself back together as it does to fall apart.” (Terjemahan: "Butuh waktu sepuluh kali lebih lama untuk menyatukan kembali dirimu daripada waktu yang dibutuhkan untuk hancur.")[4]
- “What I need is the dandelion in the spring. The bright yellow that means rebirth instead of destruction. The promise that life can go on, no matter how bad our losses. That it can be good again.” (Terjemahan: "Yang aku butuhkan adalah bunga dandelion di musim semi. Warna kuning terang yang bermakna kelahiran kembali, bukan kehancuran. Sebuah janji bahwa hidup bisa terus berlanjut, tak peduli seberapa parah kehilangan yang kita alami. Bahwa hidup bisa menjadi baik kembali.")[4]
- "Whenever I write a story, I hope it appeals to both boys and girls." (Terjemahan: "Kapan pun saya menulis sebuah cerita, saya berharap cerita itu menarik bagi anak laki-laki maupun perempuan.")[5]
- "All the writing elements are the same. You need to tell a good story… You’ve got good characters… People think there’s some dramatic difference between writing ‘Little Bear’ and the ‘Hunger Games,’ and as a writer, for me, there isn’t." (Terjemahan: "Semua elemen penulisan itu sama. Kau harus menceritakan kisah yang bagus… Kau harus punya karakter yang kuat… Orang-orang berpikir ada perbedaan drastis antara menulis 'Little Bear' dan 'Hunger Games', namun bagi saya sebagai penulis, tidak ada bedanya.")[5]
- “If I actually write three to five hours, that’s a productive day. Some days all I do is stare at the wall. That can be productive, too, if you’re working out character and plot problems. The rest of the time, I walk around with the story slipping in and out of my thoughts.” (Terjemahan: "Jika saya benar-benar menulis selama tiga hingga lima jam, itu sudah termasuk hari yang produktif. Ada hari-hari di mana yang saya lakukan hanyalah menatap dinding. Itu pun bisa jadi produktif, jika kau sedang memecahkan masalah karakter dan plot. Sisa waktunya, saya berjalan-jalan dengan cerita yang terus terlintas dalam pikiran saya.")[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Suzanne Collins". Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "A quote from The Hunger Games". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 3,0 3,1 "Top 10 Suzanne Collins Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 "The 80 Best Suzanne Collins Quotes". bookroo.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 5,0 5,1 Rowe, Brian (2020-04-22). "6 Quotes by Suzanne Collins to Make You a Better Writer". Medium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ Eby, Douglas (2023-11-28). "Suzanne Collins on Writing The Hunger Games". The Creative Mind (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-29.