Lompat ke isi

Susi Susanti

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Susi Susanti (Lucia Francisca Susi Susanti Haditono, lahir di Tasikmalaya,11 Februari 1971) adalah seorang atlet dan legenda bulu tangkis asal Indonesia. Susi berhasil meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 dan medali perunggu pada Olimpiade Atlanta 1996. Susi menikah dengan sesama atlet bulu tangkis, Alan Budikusuma, dan dikaruniai tiga anak: Laurencia Averina, Albertus Edward, serta Sebastianus Frederick.[1]

  1. Injury squashed my dad’s hopes of being a world champion. He lived his dream through me. Artinya: Cedera menghancurkan harapan ayahku untuk menjadi juara dunia. Dia menjalani mimpinya melalui saya.[2]
  2. Dari kekalahan, saya belajar apa yang menyebabkan saya kalah. Saya harus belajar dan mengoreksi diri supaya pada pertandingan berikutnya saya bisa kembali menang.[3]
  3. Saya berharap pebulu tangkis Indonesia mau terus belajar dari kekalahan. Disiplin dalam berlatih dan belajar memperbaiki diri.[3]
  4. “Ya, menjadi juara tidak mudah dan kini buat adik-adik generasi muda sekarang yang ada di pelatnas tentunya proses itu harus dilewati, yang pasti saat mereka jatuh atau belum juara jangan putus asa tapi harus terus bersemangat,” ujar Susy Susanti di wePADL, Pondok Indah, Jakarta (4/8/2025).[4]
  5. Kekalahan bukan akhir dari segalanya tapi ini adalah proses menuju tidak hanya pendewasaan tapi juga proses ke arah yang lebih baik kedepannya.[4]
  6. Harapan saya regenerasi berjalan dengan cepat, lalu juga tradisi emas untuk olimpiade terus berlanjut khususnya dari bulutangkis dan juga dari cabor lainnya juga.[4]
  7. Kami juga melihat cabor lainnya juga sudah meningkatkan kualitasnya yang bagus dan harapan saya sebagai mantan atlet, Indonesia kedepan bisa memberikan hasil yang terbaik di Olimpiade. Jadi jangan mudah menyerah karena kekalahan itu bukan akhir dari segalanya tapi proses."[4]
  8. Musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Ini terbukti ketika kita merasa bosan, malas, dan akhirnya berhenti berjuang.[5]
  9. "Saya tidak takut kalah, dan saya tidak mau kalah"[6]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Susi Susanti - Indonesia Olympic Commitee". nocindonesia.id. Diakses tanggal 2025-11-30.
  2. INDOSPORT.com (2020-04-30). Kata-kata Legendaris Susi Susanti Jadi Sorotan BWF (dalam bahasa Inggris).
  3. 3,0 3,1 pt. kompas cyber media. Kata Kuncinya Disiplin.
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 "Pesan Susy Susanti ke Atlet Muda: Kekalahan Itu Bukan Akhir Segalanya Tapi Proses". Tribunnews.com. 2025-11-30. Diakses tanggal 2025-11-30.
  5. Livia, Klara (2019-10-25). "8 Pelajaran Hidup dalam Film Susi Susanti, tentang Ambisi & Prest". IDN Times. Diakses tanggal 2025-12-21.
  6. "Susi Susanti Beri Kultum Supermentor: Tidak Takut Kalah, Tapi Tidak Mau Kalah". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-28.