Lompat ke isi

Sumaira Abdulali

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Sumaira Abdulali

Sumaira Abdulali (Mumbai, India, 22 Mei 1961) is an environmentalist from Mumbai, India, founder of the NGO Awaaz Foundation and convenor of the Movement against Intimidation, Threat and Revenge against Activists (MITRA). She was co-chairman of the Conservation Subcommittee and honorary secretary of Asia's oldest and largest environmental NGO, the Bombay Natural History Society, and was a Governing Council Member between 2008 and 2021. [1] Seorang aktivis lingkungan asal Mumbai, India, pendiri LSM Awaaz Foundation dan koordinator Gerakan Melawan Intimidasi, Ancaman, dan Balas Dendam terhadap Aktivis (Movement against Intimidation, Threat and Revenge against Activists/MITRA). Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua Subkomite Konservasi dan sekretaris kehormatan dari organisasi lingkungan tertua dan terbesar di Asia, Bombay Natural History Society, serta menjadi anggota Dewan Pengurus pada periode 2008 hingga 2021.

  • "I started working against noise pollution at a time when no one was talking about its harmful effects. People did not realise the kind of impact that it can have on their health and mental peace." "Saya mulai bekerja melawan polusi suara pada saat tidak ada yang membicarakan dampak berbahayanya. Orang tidak menyadari betapa besar dampaknya terhadap kesehatan dan ketenangan mental mereka." [2]
  • "People would say things like, ‘There’s plenty of sand, why are you wasting your time? There are more important issues to worry about like poverty or education." "Orang akan mengatakan hal-hal seperti, ‘Pasir banyak, kenapa kamu membuang waktu? Masih ada masalah yang lebih penting seperti kemiskinan atau pendidikan."
  • "The purpose of such an attack is to deter you from pursuing it further. But it can work in reverse because it makes you aware that this thing that everyone tells you is a non-issue is worth enough for someone to attack you." "Tujuan serangan semacam itu adalah untuk membuatmu berhenti mengejarnya. Tetapi hal itu bisa bekerja sebaliknya karena membuatmu sadar bahwa isu yang dianggap semua orang bukan masalah ini cukup penting sehingga seseorang menyerangmu." [3]
  • "Noise pollution is a serious health issue and adversely affects the health of people from all communities…"Polusi suara adalah masalah kesehatan yang serius dan berdampak buruk pada kesehatan orang dari semua komunitas…" [4]
  • " There are other important things in life and if each of us with some extra time took up an issue, our country would change." "Ada hal-hal penting lain dalam hidup ini dan jika masing-masing dari kita dengan sedikit waktu ekstra mengambil sebuah isu, negara kita akan berubah." [5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Sumaira Abdulali (dalam bahasa Inggris). 2025-05-26.
  2. "Know How: Sumaira Abdulali Has Bravely Fought Against Noise Pollution And Sand Mining - The Logical Indian" (dalam bahasa American English). 2015-10-20. Diakses tanggal 2025-12-19.
  3. Mehta, Sneha (2023-07-04). "For decades, Sumaira Abdulali has toiled to put a stop to illegal sand mining in India". Vogue India (dalam bahasa Indian English). Diakses tanggal 2025-12-19.
  4. Lad, Deven (2017-04-18). "After Sonu Nigam's anti-Azaan rant, activist Sumaira Abdulali takes up fight against noise pollution caused by religious places". InUth (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-19.
  5. Nakra, Rachana (2009-08-14). "Freedom from noise | Sumaira Abdulali". mint (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.